Sabtu, 21 Februari 2026

Kepercayaan di Tengah Proses Perubahan Kota. Medan

Oleh: Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Rerzak Relawan Rico–Zaki
Redaksi - Sabtu, 21 Februari 2026 20:37 WIB
Kepercayaan di Tengah Proses Perubahan Kota. Medan
Muhammad Rasyid Ridho,

, MPOL - Memimpin kota sebesar Medan bukanlah pekerjaan mudah. Kompleksitas persoalan mulai dari banjir, kesehatan, hingga pelayanan public telah lama menjadi beban struktural yang menumpuk dari tahun ke tahun. Karena itu, menilai kepemimpinan Wali Kota Medan hanya dari rentang waktu singkat tanpa melihat. arah dan prosesnya akan menjadi penilaian yang tidak adil.

Baca Juga:

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, baru sekitar satu tahun menjabat. Namun dalam waktu yang relatif singkat itu, warga sudah mulai merasakan
perubahan nyata, terutama pada persoalan yang selama ini dianggap "tak pernah selesai", seperti banjir.

Di banyak wilayah, termasuk kawasan rawan genangan, banjir kini mulai berkurang. Ini bukan terjadi dengan sendirinya, melainkan hasil dari kebijakan yang konsisten dan kedekatan pemimpin dengan realitas lapangan.


Kegiatan gotong royong rutin setiap hari Sabtu di seluruh kelurahan menjadi contoh pendekatan kepemimpinan yang membumi. Pemerintah kota tidak hanya mengandalkan instruksi administratif, tetapi turun langsung bersama lurah, perangkat, dan masyarakat membersihkan parit serta saluran air.

Pendekatan ini menguji satu asumsi lama bahwa persoalan kota selalu harus diselesaikan dengan
proyek besar. Faktanya, disiplin pemeliharaan dan kepemimpinan yang hadir justru memberi dampak cepat dan terasa.


Di bidang kesehatan, perubahan bahkan lebih signifikan. Warga Medan kini tidak lagi dihantui kecemasan saat sakit. Program UHC Plus telah memberikan jaminanlayanan kesehatan yang lebih luas dan memuaskan hanya dengan membawa KTP Akses berobat menjadi lebih mudah, tanpa prosedur berbelit yang dulu sering dikeluhkan merupakan prestasi kebijakan yang patut diapresiasi, karena
menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat rasa aman ketika menghadapi risiko kesehatan.

Namun sebagai warga yang rasional, kita juga perlu jujur, Perubahan ini belum sempurna. Rumah sakit masih menghadapi keterbatasan SDM dan sarana
prasarana.

Karena itu, dukungan publik menjadi penting agar penataan layanan Kesehatan dari puskesmas hingga rumah sakit bisa berjalan berkelanjutan.

Kepemimpinan tidak boleh dibiarkan bekerja sendirian, tetapi juga tidak seharusnya dilemahkan oleh skeptisisme yang prematur.


Sebagai relawan dan warga Medan, saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap percaya dan memberi ruang bagi proses. Kota ini sedang bergerak ke arah
yang lebih baik. Kepercayaan publik adalah modal sosial yang krusial agar perubahan tidak terhenti di tengah jalan.Medan tidak membutuhkan pemimpin yang sempurna, tetapi pemimpin yang mau bekerja, mau mendengar, dan mau hadir.



Dalam satu tahun ini, arah itu sudah terlihat. Tugas kita bersama adalah menjaga agar perubahan tersebut tidak sekadar menjadi momentum sesaat, melainkanfondasi bagi masa depan Medan yang lebih tertata, sehat, dan manusiawi.


Perubahan tidak pernah lahir dari satu pihak saja. Kepemimpinan yang bekerja membutuhkan masyarakat yang mau menjaga, mengawasi, dan terlibat.


Karena itu, warga Medan tidak cukup hanya menjadi penonton atau pengkritik dari kejauhan. Kita perlu menjadi bagian dari Solusi menjaga lingkungan agar banjir tidak kembali, memanfaatkan layanan kesehatan secara bijak, serta ikut memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran sehingga slogan Medan untuk semua, semua untuk Medan dapat tercapai.Kepada seluruh elemen masyarakat, mari kita rawat kepercayaan ini dengan partisipasi aktif dan kritik yang sehat.

Kepada aparatur pemerintah, jadikan kepercayaan publik sebagai amanah yang harus dijaga dengan
kerja nyata dan integritas.

Dan kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, kami berharap arah perubahan ini terus dikawal dengan konsistensi dan keberanian. memperbaiki yang masih lemah.



Kota ini terlalu besar untuk diserahkan pada pesimisme, dan terlalu penting untuk dikelola dengan setengah hati. Jika pemerintah dan warga berjalan seiring, maka Medan tidak hanya akan dikenal sebagai kota yang bangkit dari persoalan lama, tetapi sebagai kota yang mampu merawat perubahan secara berkelanjutan untuk hari ini, dan untuk generasi yang akan datang.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru