Senin, 02 Maret 2026

Pinwil Bulog Sumut: Ketersediaan Stok Pangan Saat Ramadhan Hingga Idul Fitri 1447H Aman

Jalaluddin Lase - Senin, 02 Maret 2026 21:36 WIB
Pinwil Bulog Sumut: Ketersediaan Stok Pangan Saat Ramadhan Hingga Idul Fitri 1447H Aman
Pinwil Bolog Sumut Budi Cahyanto.(kiri).

Medan, MPOL -Ketersediaan stok bahan pangan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saat bulan Ramadhan dan memasuki Idul Fitri 1447 Hijriah atau di tahun 2026 ini dipastikan cukup aman.

Baca Juga:
Berdasakan data hingga 2 Maret 2026, stok beras medium CBP sebanyak 51.350 ton, beras Premium 275 ton, minyak goring premium 150 000 liter, Minyakita 1,9 juta liter dan jagung 2.789 ton.

"Dengan demikian stok bahan pangan di Provinsi Sumatera Utara dipastikan mencukupi dan cukup aman ke depan" kata Pinwil Bolog Sumut Budi Cahyanto kepada wartawan pada acara buka puasa bersama di HUB D'café Jalan Amir Hamzah Medan, Senin (2/3/2026).

Dikatakan bahwa, Bulog Sumut sudah sejak awal melakukan berbagai persiapan untuk memastikan ketersediaan stok pangan pokok menjelang dan saat Ramadan serta Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Kami memastikan distribusi berjalan lancar dan merata di seluruh wilayah Sumatera Utara," ujar Budi Cahyanto.

Sementara, untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog Sumut menargetkan penyaluran 43.620 ton beras. Hingga awal Maret, realisasi telah mencapai 11.147 ton.
Sedangkan untuk program Bantuan Pangan periode Februari–Maret 2026, dialokasikan kepada 1,725 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).


Setiap PBP menerima 20 kilogram beras, sehingga total penyaluran mencapai 34.500 ton beras. Selain itu, bantuan minyak goreng sebanyak 4 liter per PBP dengan total distribusi 6,9 juta liter.

"Kami berkomitmen agar bantuan pangan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Ini bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang Ramadhan," tambahnya.

Dalam mendukung petani dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, Bulog membeli gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp 6.500 per Kg di tingkat petani dan maksimal Rp 6.700 per kilogram di tingkat penggilingan.


Target penyerapan tahun 2026 sebesar 70.000 ton gabah atau setara 35.000 ton beras. Hingga 1 Maret 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 7.454 ton gabah atau sekitar 10,64 persen dari target.

Selain beras, Bulog juga melakukan penyerapan jagung dengan harga Rp 5.400 per Kg di tingkat petani, dengan ketentuan kadar aflatoksin maksimal 50 PPb dan kadar air maksimal 18 persen. Harga di depan gudang BULOG sebesar Rp6.400 per kilogram dengan kadar air 14 persen.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru