P.Siantar, MPOL -Kegiatan
SERASI (Semarak Ramadan Siantar) Tahun 2026 diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar, resmi dibuka, Kamis (5/03/2026) sore, di Lapangan Haji Adam Malik kota Pematangsiantar.
Baca Juga:
Kegiatan
SERASI (Semarak Ramadan Siantar) Tahun 2026 berlangsung mulai tanggal 5-11 Maret 2026, ditandai dengan pemukulan Gondrang Simalungun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman saat membuka secara resmi dalam sambutannya menjelaskan berbagai kegiatan.
Disampaikan Ahmadi, momentum Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta meningkatkan semangat kolaborasi dalam membangun perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.
Bank Indonesia ingin menghadirkan berbagai program yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat literasi keuangan, digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya.
" Melalui kegiatan
SERASI 2026, Bank Indonesia Pematangsiantar menyelenggarakan berbagai program secara terpadu yang meliputi Road to FESYAR, SERAMBI, dan QURMA FEST", kata Ahmadi.
Ahmadi menjelaskan, pertama, kegiatan QURMA FEST (QRIS untuk Ramadan Berkah) yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital melalui perluasan implementasi QRIS, edukasi literasi QRIS, serta berbagai kegiatan promosi transaksi digital di masyarakat.
Kedua,SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) yang merupakan program nasional Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar sekaligus meningkatkan literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Ketiga, Road to FESYAR, yang mencakup berbagai kegiatan seperti business matching UMKM, sertifikasi halal UMKM, sertifikasi juru sembelih halal, sertifikasi rumah potong hewan dan unggas, penguatan halal value chain, pemberdayaan pesantren, serta pengembangan ketahanan pangan, papar Ahmadi.
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki mandat utama untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah serta mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam menjalankan mandat tersebut, Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Framework Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, yang disusun untuk mendukung kebijakan utama Bank Indonesia dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Dalam kerangka tersebut, terdapat tiga sasaran utama yang ingin dicapai, yaitu:Meningkatkan kontribusi produk halal terhadap perekonomian nasional, meningkatkan kontribusi pembiayaan serta pendalaman pasar keuangan syariah, dan meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah di masyarakat.
Untuk mencapai sasaran tersebut, Bank Indonesia menjalankan tiga strategi utama, yaitu: penguatan ekosistem produk halal, melalui pengembangan berbagai sektor unggulan seperti halal food, modest fashion, serta pariwisata ramah muslim.
Kedua, penguatan sektor keuangan syariah, melalui inovasi kebijakan, penguatan tata kelola, serta digitalisasi layanan keuangan syariah. Ketiga, penguatan literasi, inklusi, dan halal lifestyle, guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia menunjukkan tren yang positif. Indonesia saat ini menempati peringkat ke-3 dunia dalam Global Islamic Economy Indicator, yang mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia dalam ekosistem industri halal global.
Namun demikian, literasi dan inklusi keuangan syariah masih perlu terus ditingkatkan, dengan tingkat literasi sekitar 9 % dan inklusi sekitar 12 %. Hal ini menunjukkan masih besarnya potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Provinsi Sumatera Utara juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar, keberadaan pesantren, serta berkembangnya UMKM halal dan industri kreatif.
Untuk mendorong potensi tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat berbagai program pengembangan ekonomi syariah, salah satunya melalui Road to Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) yang mencakup pengembangan UMKM halal, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan halal value chain, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, serta business matching UMKM.
Beberapa program yang telah dan sedang dilaksanakan antara lain: Penguatan kemandirian pesantren melalui program HEBITREN, yang saat ini melibatkan 12 pondok pesantren binaan Bank Indonesia Pematangsiantar.
Saat ini juga hadir, Pesantren Daarul Muhsininin Kab.Labuhantu. Ponpes Modern Darussalam Guntur, Ponpes Tahfiz Azhar Center, Ponpes Modern Al Washliyah Tanjungbalai, Ponpes Darul Hikmah Asahan, Ponpes Raudlatul 'Uluum Labuhanbatu, Ponpes An-Ni'mah Asahan, Ponpes Darul Falah Aek Songsongan Asahan, Ponpes Bina Ulama Asahan, Ponpes Modern Al Kautsar Simalungun, Ponpes Al Barokah, Baitussalam Simalungun.
Selain itu, Bank Indonesia juga memfasilitasi sertifikasi halal Batch I bagi sebanyak 20 UMKM, serta sertifikasi bagi Rumah Potong Hewan sebanyak 2 Unit Usaha Milik Swasta, Rumah Potong Unggas sebanyak 3 Unit usaha, dan Juru Sembelih Halal sebanyak 10 orang.
Kegiatan edukasi dan literasi ekonomi syariah, serta business matching UMKM guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk halal daerah.
Selain kegiatan tersebut,
KPwBI Pematangsiantar bersama dengan TPID Kota Pematangsiantar turut menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepada masyarakat agar menerapkan prinsip belanja bijak, serta tidak panik buying.
" Seluruh masyarakat untuk senantiasa menerapkan prinsip belanja bijak serta tidak panic buying dalam setiap aktivitas konsumsi. Belanja bijak bukan berarti mengurangi kebutuhan pokok, melainkan mengutamakan perencanaan, pengendalian, dan pengelolaan keuangan yang sehat, " himbau Ahmadi mengakhiri.
Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi berharap, melalui kegiatan
SERASI, semakin banyak UMKM yang naik kelas, penggunaan pembayaran nomor - tunai
semakin luas, dan sinergi antara pemerintah, BI, perbankan , serta seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Kegiatan
SERASI dihadiri para Unsur Forkopimda. Kick Off
SERASI diakhiri dengan penyantunan anak yatim dan kunjungi stand UMKM.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News