P.Siantar, MPOL-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar sampaikan apresiasi kepada seluruh insan media, selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menyampaikan berbagai informasi kebijakan dan perkembangan ekonomi kepada masyarakat.
Baca Juga:
Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman, saat gelar Temu Media, di Next Percent Cafe, jalan Volly, Pematangdiantar, Selasa (17/03/2026).
Media merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memberikan gambaran terkini mengenai perkembangan.
" Kegiatan Temu Media ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat komunikasi kebijakan, meningkatkan transparansi informasi, serta memberikan gambaran terkini mengenai perkembangan ekonomi, sistem keuangan, sistem pembayaran, serta berbagai program Bank Indonesia di wilayah kerja Pematangsiantar dan sekitarnya", kata Ahmadi.
Pada kesempatan tersebut,
KPwBI Pematangsiantar Ahmadi Rahman juga secara singkat memaparkan Pointers kegiatan Temu Media Wilker
KPwBI Pematangsiantar.
Secara umum, kata Ahmadi perekonomian nasional pada tahun 2025 masih menunjukkan kinerja yang cukup baik dan tetap tumbuh kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Di tingkat regional, perekonomian Kota Pematangsiantar pada tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 4,09 persen (year on year), sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,63 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama yang mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
Berdasarkan analisis strategis menggunakan metode SLQ dan DLQ, terlihat jelas adanya ketimpangan daya saing antar sektor; sektor Perdagangan dan Akmamin (Akomodasi, Makan, dan Minum) berhasil mengukuhkan posisi sebagai sektor Unggulan dengan kontribusi PDRB gabungan mencapai lebih dari 34% serta didukung pertumbuhan yang progresif.
Sebaliknya, sektor Konstruksi muncul sebagai kekuatan baru dengan status Andalan karena memiliki laju pertumbuhan (DLQ 1,04) yang melampaui rata-rata meski pangsa pasarnya belum sebesar sektor utama.
Tantangan besar, kata Ahmadi, terlihat pada sektor Pertanian dan Industri Pengolahan yang justru terjebak dalam kategori Tertinggal, di mana Industri Pengolahan yang memiliki pangsa pasar besar (18,0%) justru mengalami stagnasi pertumbuhan dengan nilai SLQ dan DLQ di bawah ambang batas ideal.
Dari sisi stabilitas harga, perkembangan inflasi di wilayah kerja Bank Indonesia Pematangsiantar secara umum masih relatif terjaga. Namun demikian, terdapat peningkatan pada beberapa periode tertentu yang dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas pangan.
Pada Februari 2026, lanjut Ahmadi, inflasi di Kota Pematangsiantar tercatat sebesar 0,57 persen secara bulanan (mtm), sedangkan di Kabupaten Labuhanbatu sebesar 0,79 persen secara bulanan.
Dari sisi sistem keuangan daerah, kondisi intermediasi perbankan di wilayah kerja Bank Indonesia Pematangsiantar masih menunjukkan kinerja yang cukup baik dan stabil. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sekitar Rp41,1 triliun, dengan komponen tabungan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,6 persen secara tahunan.
Sementara itu, penyaluran kredit perbankan mencapai sekitar Rp36,7 triliun atau tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan. Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih terjaga pada kisaran 2,3 persen, yang menunjukkan bahwa stabilitas sektor perbankan di wilayah ini tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terkendali.
Perkembangan digitalisasi sistem pembayaran juga terus menunjukkan tren yang positif. Transaksi menggunakan QRIS di wilayah kerja Bank Indonesia Pematangsiantar mengalami peningkatan yang signifikan baik dari sisi nominal transaksi, volume transaksi, maupun jumlah merchant.
Hingga awal tahun 2026, nominal transaksi QRIS tercatat mencapai sekitar Rp465,8 miliar atau tumbuh sekitar 252,7 persen secara tahunan. Selain itu, jumlah merchant QRIS juga telah mencapai lebih dari 304 ribu merchant, yang menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku usaha, khususnya UMKM di wilayah ini.
Program perluasan implementasi QRIS ini dijalankan melalui kompetisi strategis yang menargetkan akselerasi digitalisasi pada sisi pengguna dan pedagang di seluruh wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar.
Perlombaan yang berlangsung dari 6 Maret hingga 10 Agustus 2026 ini, secara spesifik mewajibkan peserta untuk mengakuisisi pengguna baru yang belum memiliki mobile banking serta merchant baru yang belum pernah memiliki QRIS. Dengan melibatkan hingga tiga kantor perwakilan dari setiap perbankan di 8 Kabupaten/Kota, inisiatif ini menawarkan insentif finansial yang kompetitif dengan total hadiah mencapai Rp5.000.000 bagi pemenang utama di masing-masing kategori lomba.
Ahmadi juga mengatakan, Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan ekonomi dan keuangan inklusif sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan ekonomi dan keuangan inklusif dilakukan melalui tiga pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat, perluasan akses dan literasi keuangan, serta harmonisasi kebijakan antar pemangku kepentingan.
Dalam implementasinya, Bank Indonesia Pematangsiantar juga melakukan pembinaan terhadap berbagai UMKM di wilayah kerja yang bergerak di berbagai sektor seperti kuliner, kerajinan, dan fesyen.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui program pendampingan, peningkatan kualitas produk, serta fasilitasi business matching dengan lembaga keuangan formal agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas, imbuh Ahmadi.
Selain itu, Bank Indonesia juga turut mendukung penguatan ketahanan pangan daerah melalui pengembangan klaster pangan unggulan di beberapa wilayah. Komoditas yang dikembangkan antara lain bawang merah, cabai merah, dan padi yang dikelola oleh kelompok tani binaan.
Kegiatan SERAMBI, sukses dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI).
Selanjutnya juga telah dilaksanakannya kegiatan SERASI tertanggal 5-11 Maret 2026 yang berlokasi di Lapangan H. Adam Malik Kota Pematangsiantar, kegiatan ini diisi dengan berbagai jenis perlombaan dan juga berbagai tenant UMKM binaan Bank Indonesia.
Melalui berbagai program dan kebijakan tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, sektor perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dukungan dan peran media juga sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan konstruktif kepada masyarakat sehingga berbagai kebijakan dan program Bank Indonesia dapat dipahami dengan baik serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian daerah.
Bank Indonesia akan terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah kerja Pematangsiantar dan sekitarnya.
Dalam hal ini, peran media menjadi sangat penting sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan konstruktif kepada masyarakat.
" Kami berharap melalui kegiatan Temu Media ini, dapat semakin mempererat kolaborasi antara Bank Indonesia dan insan pers dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan", tutup Ahmadi.
Temu Media dirangkai dengan Buka Puasa Bersama, dan sebagai tanda terimakasih atas apresiasi
KPwBI Pematangsiantar, pemberian Hampers kepada Wartawan Ekonomi yang tergabung dalam
WEBS ( Wartawan Ekonomi dan Bisnis Sisibataslabuhan), dan ditutup foto bersama.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News