Kamis, 09 April 2026

Prudential Indonesia Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial

Hendro - Kamis, 09 April 2026 21:15 WIB
Prudential Indonesia Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial
Jakarta, MPOL -Memiliki satu pekerjaan kini sering kali belum cukup. Bagi banyak orang di Indonesia, pekerjaan sampingan atau side hustle menjadi cara untuk meraih tujuan finansial di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

Baca Juga:
Fenomena ini tercermin dalam studi terbaru Prudential plc yang menunjukkan bahwa 43 persen responden di Indonesia memiliki pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama. Di satu sisi, hal ini mencerminkan semangat generasi muda untuk tetap produktif, namun di sisi lain juga menunjukkan adanya tekanan finansial yang mendorong mereka mencari sumber penghasilan tambahan.

Di saat yang bersamaan, nilai keluarga serta tanggung jawab tetap menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan finansial. Sebanyak 82 persen responden Indonesia menempatkan keluarga sebagai prioritas, sementara hanya 35 persen yang menyatakan tidak perlu memberikan dukungan finansial kepada orang lain - menunjukkan tekanan finansial yang dihadapi banyak individu dan rumah tangga.

Temuan ini membentuk dasar dari Financial Wellbeing Index dari Prudential plc yang melibatkan lebih dari 7.000 responden di Asia berusia 18-60 tahun yang dilakukan oleh surveyor pihak ketiga. Studi ini mengukur kesehatan finansial melalui empat dimensi utama, yaitu keamanan finansial saat ini dan masa depan, serta kebebasan finansial saat ini dan masa depan.

Secara regional, hasil studi menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi risiko finansial dan meraih tujuan keuangan di masa depan masih menjadi tantangan. Hanya 45 persen responden yang yakin mampu menghadapi pengeluaran tak terduga atau memiliki tabungan yang cukup di masa depan. Di tengah kondisi tersebut, hanya 18 persen yang merasa memiliki akses memadai terhadap solusi keuangan.

Hal ini sejalan dengan tingkat literasi keuangan di Indonesia yang masih perlu diperkuat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat berada di kisaran 66 persen yang menunjukkan bahwa meskipun masyarakat telah mulai membangun kebiasaan finansial, pemahaman terhadap pengelolaan keuangan jangka panjang masih perlu ditingkatkan.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia telah memulai langkah yang tepat, seperti memiliki penghasilan dan menabung. Menurut survei Prudential plc, 69 persen responden di Indonesia menabung setiap bulan, sementara 63 persen lainnya memiliki tujuan menabung yang jelas. Namun, langkah ini perlu dilanjutkan dengan kesiapan menghadapi risiko dan perencanaan jangka panjang.

Sejalan dengan momentum Global Money Week 2026 serta dukungan terhadap program GENCARKAN dari OJK, Prudential Indonesia mendorong masyarakat untuk tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memperkuat kesehatan finansial.

Di tengah tren side hustle, memiliki penghasilan tambahan memang positif. Namun tanpa perencanaan dan perlindungan yang tepat, kondisi finansial tetap rentan. Oleh karena itu, penting untuk membangun safety net seperti dana darurat dan perlindungan asuransi, serta mengatur keuangan secara sederhana — misalnya dengan menerapkan aturan 40-30-20-10.

Sebagai gambaran, Ananda (27 tahun) berpenghasilan Rp6,5 juta sebulan. Ananda perlu mengalokasikan Rp2,6 juta untuk kebutuhan harian dan lifestyle, Rp1,95 juta maksimum untuk hutang, Rp1,3 juta untuk dana darurat, asuransi, investasi, dan tabungan, serta Rp650 ribu untuk biaya sosial atau donasi.

Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, mengatakan, "Seiring meningkatnya harapan hidup masyarakat di Indonesia, kebutuhan akan kesehatan finansial yang berkelanjutan menjadi semakin penting.

Hal ini memerlukan akses yang lebih luas terhadap solusi keuangan serta perencanaan jangka panjang, sehingga setiap individu dapat memiliki kepercayaan diri dan kejelasan dalam mengelola keuangan di setiap tahap kehidupan."

Ke depan, Prudential Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas akses terhadap solusi perlindungan dan keuangan yang inklusif, serta mendukung peningkatan literasi finansial masyarakat agar mereka memiliki kepercayaan diri saat ini, dan juga siap menghadapi masa depan.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2025, Prudential Indonesia telah menjangkau lebih dari 390.000 peserta, termasuk perempuan dan ibu rumah tangga, anak-anak, komunitas UMKM, pelajar, mahasiswa, dan kelompok disabilitas melalui berbagai program literasi finansial yang tersebar di seluruh Indonesia. (Dro/R).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru