Minggu, 04 Oktober 2026

Dinas Kesehatan Kota Medan Surati Puskesmas dan Rumah Sakit Waspadai Penyebaran Virus Influenza A

Josmarlin Tambunan - Minggu, 04 Oktober 2026 01:35 WIB
Dinas Kesehatan Kota Medan Surati Puskesmas dan Rumah Sakit Waspadai Penyebaran Virus Influenza A
Medan, MPOL:Dinas Kesehatan Kota Medan memperkuat kewaspadaan terhadap penyebaran virus Influenza A dengan menerbitkan surat pemberitahuan kesiapsiagaan kepada seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Kota Medan.

Baca Juga:
Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan skrining pasien, edukasi kepada masyarakat, pencegahan penularan, serta penguatan penanganan terhadap kasus yang ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data kasus Influenza menurut varian spesifik untuk periode 1 Januari hingga 2 Oktober 2026, tercatat sebanyak 34 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 kasus merupakan Influenza A, yang terdiri dari 26 kasus H1pdm09 dan lima kasus H3. Sementara itu, tiga kasus lainnya merupakan Influenza B varian Victoria.

Selain data Influenza, laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah kerja Puskesmas di Kota Medan.

Tiga wilayah dengan jumlah laporan ISPA tertinggi yang tercatat dalam data tersebut adalah Puskesmas Rengas Pulau dengan 3.426 kasus, Puskesmas Medan Johor sebanyak 3.322 kasus, dan Puskesmas Simalingkar sebanyak 2.804 kasus.

Namun, angka tersebut merupakan jumlah kasus ISPA secara keseluruhan dan tidak secara khusus menunjukkan jumlah kasus Influenza A maupun Influenza B. Karena itu, tingginya angka laporan ISPA di suatu wilayah tidak dapat langsung diartikan sebagai tingginya kasus Influenza di wilayah tersebut.

Dalam hal vaksinasi, Dinas Kesehatan Kota Medan belum memiliki data capaian vaksinasi Influenza pada anak maupun orang dewasa. Hal tersebut karena vaksin Influenza tidak termasuk dalam program imunisasi pemerintah.

Sementara untuk imunisasi tuberkulosis (TBC) pada anak menggunakan vaksin Bacillus Calmette–Guérin (BCG), cakupannya hingga Agustus 2026 dilaporkan mencapai 45,6 persen. Adapun vaksin TBC untuk orang dewasa dilaporkan belum tersedia berdasarkan informasi yang disampaikan Dinkes Kota Medan.

Untuk imunisasi Human Papillomavirus (HPV) pada anak, data capaian saat ini belum tersedia karena pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang masih berlangsung.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes., menyampaikan bahwa kelompok lanjut usia, masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri perlu mendapat perhatian dalam upaya mengantisipasi penyebaran Influenza.

Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala batuk atau pilek.

Masyarakat yang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan juga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Dengan adanya 34 kasus Influenza yang teridentifikasi berdasarkan varian spesifik hingga 2 Oktober 2026, pemantauan perkembangan kasus menjadi penting untuk melihat kemungkinan perubahan pola penyebaran. Dinas Kesehatan juga perlu memastikan pelaporan dari fasilitas kesehatan tetap konsisten dan diperbarui secara berkala.

Perbedaan periode pelaporan juga perlu diperhatikan. Data hingga 2 Oktober 2026 menunjukkan 34 kasus Influenza berdasarkan varian spesifik, sementara data sebelumnya untuk periode Januari hingga September 2026 mencatat 15 kasus Influenza A dan tiga kasus Influenza B. Perbedaan angka tersebut perlu diklarifikasi berdasarkan periode pemutakhiran dan mekanisme pelaporan yang digunakan agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Di sisi lain, cakupan imunisasi BCG sebesar 45,6 persen hingga Agustus 2026 juga masih membutuhkan evaluasi berdasarkan jumlah sasaran dan target capaian tahunan. Begitu pula dengan imunisasi HPV yang datanya baru dapat dihitung setelah pelaksanaan BIAS selesai.

Penguatan surveilans melalui SKDR, kesiapsiagaan Puskesmas dan rumah sakit, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan Influenza dan ISPA di Kota Medan. Pemantauan secara berkala diperlukan agar setiap perubahan situasi epidemiologis dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.(kcu)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru