Jakarta, MPOL - Forum
Bakohumas menuju pemerintahan yang lebih demokratis dan transparan demikian Sekretariat Jenderal
DPR RI menggelar Forum Seminar Tematik BAKOHUMAS dengan tajuk "Meaningful Public Participation : Membangun Sinergi Parlemen dan Publik", dibuka oleh Pimpinan
DPR RI, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.A.P, Kamis (10/7) di
DPR RI Jakarta.
Baca Juga:
Acara ini menghadirkan narasumber: Ketua Komisi XIII
DPR RI, Willy Aditya; Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Madya Setjen
DPR RI, Khopiatuziadah, S.Ag., LL. M.; dan Akademisi Universitas Indonesia, Dr. Fitriani Ahlan Sjarif, S.H., M.H.; serta dimoderatori oleh Dr. Rohani Budi Prihatin, S.Ag., M.Si. selaku Analis Legislatif Ahli Madya Setjen
DPR RI. Forum
Bakohumas ini Sebagai bentuk komitmen
DPR RI dalam meningkatkan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan di
DPR RI.
Menurut Cucun Ahmad Syamsurijal saat ini DPR telah memiliki Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) sebagai wadah yang siap menyerap aspirasi masyarakat, BAM juga akan memprioritaskan partisipasi masyarakat dalam proses pembahasan rancangan undang-undang dalam rangka melaksanakan "meaningful participation" tuturnya.
Selain Wakil Ketua
DPR RI, turut hadir pula Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi RI, Molly Prabawaty; Sekretaris Jenderal
DPR RI, Indra Iskandar; serta para pejabat di lingkungan Setjen
DPR RI. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan serta diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat, termasuk mitra kerja dan anggota
Bakohumas, dalam menyampaikan aspirasi kepada
DPR RI.
Sekjen
DPR RI Indra Iskandar mengatakan Forum ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
DPR RI dengan mendorong parlemen untuk lebih terbuka dalam proses pengambilan keputusan, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat memiliki dampak yang nyata bagi rakyat. Serta memperkenalkan saluran dan metode partisipasi yang lebih efektif, seperti platform digital, agar masyarakat dapat terlibat secara lebih substansial dalam proses legislasi dan pengawasan.
"Kami berharap, melalui forum ini akan lahir pemikiran-pemikiran strategis, ide-ide segar, serta praktik baik yang bisa direplikasi untuk mendorong keterlibatan publik yang lebih bermakna dan berkelanjutan" tutur Indra Iskandar.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani