Sabtu, 30 Agustus 2025

Hinca Pandjaitan Minta Presiden Prabowo Bongkar Belantara Izin Migas di Indonesia

Zainul Azhar - Jumat, 29 Agustus 2025 14:01 WIB
Hinca Pandjaitan Minta Presiden Prabowo Bongkar Belantara Izin Migas di Indonesia
Zainul
Peluncuran buku Hinca Panjaitan "Kolaborasi Sebagai Kunci Menuju Swasembada Energi", Jumat (29/8) di DPR RI Jakarta
Jakarta, MPOL - Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan (F.Demokrat) minta presiden Prabowo bongkar belantara izin migas di Indonesia demikian dikatakan saat peluncuran buku Hinca Panjaitan "Kolaborasi Sebagai Kunci Menuju Swasembada Energi", Jumat (29/8) di DPR RI Jakarta.

Baca Juga:
Menurutnya buku tersebut lahir dari hasil investigasi dan refleksi dirinya selama menjalankan fungsi pengawasan sebagai anggota DPR, khususnya terkait penegakan hukum di sektor energi. Ia menilai persoalan perizinan di sektor minyak dan gas (migas) masih menjadi hambatan besar yang harus segera dibenahi.

"Investigasi itu penting dilakukan setiap anggota dewan, baik saat reses maupun dalam berbagai kesempatan. Buku ini adalah catatan pikiran saya tentang belantara izin migas yang begitu rumit dan berbelit."

Hinca menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto dalam isi bukunya. Ia mendorong agar Presiden berani mengambil langkah tegas untuk membuka jalan reformasi di sektor energi, terutama terkait perizinan migas yang selama ini menjadi hambatan investasi.

"Pesan saya, Pak Prabowo teruslah berjalan di depan, memimpin, dan mendobrak belantara izin yang berbelit-belit. Undang-undang Migas yang sedang dibahas DPR bisa menjadi salah satu solusi. Buku ini adalah dorongan agar Presiden tetap punya spirit memperbaiki tata kelola migas kita."

Selain isi buku, ilustrasi sampul yang menampilkan sosok mirip Presiden Prabowo juga menjadi perhatian. Gambar itu digambarkan sedang berjalan menuju sebuah pintu dengan api menyala, dikelilingi tumpukan dokumen perizinan yang kompleks. Ilustrasi itu simbol dari harapan agar Presiden berani memimpin perubahan di tengah belantara izin migas yang menghambat pembangunan energi nasional. Saya mengambil gambar dari belakang karena dia saya lihat sedang berjalan keras ke depan dan kita mendorong. Itu pesan investigasi ini dan itu kolaborasi," tutur Hinca.

Peluncuran buku ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. Ia menilai, terbitnya buku Hinca bertepatan dengan momentum tepat, yaitu pembahasan revisi Undang-Undang Migas di parlemen.

"Isu yang diangkat Bang Hinca sangat relevan. Saat ini kita memang tengah mengurai persoalan perizinan migas yang terlalu kompleks, yang membuat investor enggan menanamkan modal." "Padahal, kebutuhan kita terhadap migas masih tinggi, baik untuk bahan bakar maupun bahan baku industri."

Menurutnya, meski Indonesia sedang melakukan transisi energi menuju energi terbarukan, migas tetap akan dibutuhkan untuk menopang hilirisasi besar-besaran di sektor industri. "Karenanya, revisi UU Migas menjadi krusial dan harus segera dipercepat," tutur Eddy Soeparno.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Fraksi NasDem Alihkan Penugasan Ahmad Sahroni dari Komisi III ke Komisi I DPR RI
Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Maruli Siahaan Tekankan Tragedi Nazwa Di Sumut Bukti Lemahnya Pengawasan PMI
Terima BAM DPR RI Bobby Sebut Perjuangkan Danau Toba Jadi KEK
RDP Komisi XIII Dengan Dirjen KI Kemenkum RI, Maruli Siahaan Berikan Sejumlah Rekomendasi
Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Maruli Siahaan SH.MH Hadiri Tiga Agenda Penting  Dalam Satu Hari
Hadiri Rapat Pendeta HKBP Distrik X Medan Aceh, Anggota DPR RI Maruli Siahaan: Gereja Tidak Boleh Tinggal Diam Dalam Kejahatan Struktural
komentar
beritaTerbaru