Minggu, 15 Februari 2026

Presiden Prabowo Pemimpin Mempersatukan Perbedaan

Zainul Azhar - Minggu, 15 Februari 2026 19:52 WIB
Presiden Prabowo Pemimpin Mempersatukan Perbedaan
Jakarta, MPOL - Presiden Prabowo Pemimpin.pin mempersatukan perbedaan demikian anggota MPR RI Bambang Soesatyo dalam peluncuran bukunya yang ke 37 "Politik Akal Sehat Tanpa Panggung" dengan penulis J Osdar Minggu (15/2) di Jakarta.

Baca Juga:
Menurutnya buku karya J. Osdar ingin menyampaikan kepada publik bagaimana langkah dan sepak terjang Presiden Prabowo. Terlebih, ada kata-kata yang kerap disampaikan Presiden Prabowo yakni 1.000 kawan sedikit. Namun, satu lawan terlalu banyak. Ucapan Presiden Prabowo itu pun, sama dengan tindakannya.

"Maka, lahirlah buku ini yang mempersatukan, merangkum dan menjembatani. Politik itu, sesuatu yang terus dirawat. Kegagalan pemimpin bukan karena banyak perbedaan, tapi bagaimana mempersatukan perbedaan.

J.Osdar merupakan sahabatnya saat dia berkiprah menjadi jurnalis. Ketika itu, Bamsoet sebagai jurnalis ekonomi dan J.Osdar merupakan jurnalis politik yang pernah merasakan kepemimpinan dari Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Buku ini ingin menyampaikan kepada publik bagaimana langkah dan sepak terjang Presiden Prabowo. Terlebih, ada kata-kata yang kerap disampaikan Presiden Prabowo yakni 1.000 kawan sedikit. Namun, satu lawan terlalu banyak. Ucapan Presiden Prabowo itu pun, sama dengan tindakannya.

"Maka, lahirlah buku ini yang mempersatukan, merangkum dan menjembatani. Politik itu, sesuatu yang terus dirawat. Kegagalan pemimpin bukan karena banyak perbedaan, tapi bagaimana mempersatukan perbedaan," tutur Bamsoet.

Selanjutnya, menyebutkan sejumlah langkah Presiden Prabowo dalam mempersatukan perbedaan. Antara lain, dengan merangkul lawan-lawannya. "Siapa yang tidak mengenal Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto. Mereka berdua merupakan orang-orang yang bersebrangan dengan Pak Prabowo saat Pilpres."

Seperti Tom Lembong diberikan abolisi dan Hasto diberikan amnesti. Ketika Pilkada DKI Jakarta yang dimenangkan oleh Pramono Anung, Presiden Prabowo pun mendukung langkah-langkah Pramono meski waktu Pilkada mereka berbeda.

Presiden Prabowo mengambil tindakan tersebut sebagai langkah keseimbangan dan menjaga stabilitas negara. Lantaran pemimpin itu, kata Bamsoet, merangkul, bukan memukul. Pemimpin juga memberi solusi, bukan cari simpati.

"Buku ini di tulis untuk kita pahami langkah-langkah beliau. Dan yang terpenting, pemimpin harus menyayangi, bukan merasa tersaingi. Ini tidak terlepas dari yang dikatakan Pak Prabowo, 1.000 kawan sedikit, tapi satu lawan banyak," tutur Bamsoet.

Hadir dalam peluncuran buku Jimly Asidiq, pengamat politik J Racbini, Efendi Gazali, Fadli Zon, Rocky Gerung, dll. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru