Sabtu, 11 April 2026

Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar, Tapi Rest Area dan Pelabuhan Masih Bermasalah

Marini Rizka Handayani - Kamis, 09 April 2026 22:51 WIB
Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar, Tapi Rest Area dan Pelabuhan Masih Bermasalah
Anggota Komisi V DPR, Danang Wicaksana Sulistya dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Catatan Evaluasi Arus Mudik 2026" Kamis (9/4) di DPR RI Jakarta.
Jakarta, MPOL - Mudik Lebaran 2026 lebih lancar, tapi Rest Area dan pelabuhan masih bermasalah demikian anggota Komisi V DPR, Danang Wicaksana Sulistya dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Catatan Evaluasi Arus Mudik 2026" Kamis (9/4) di DPR RI Jakarta.

Baca Juga:
Menurutnya di tengah lonjakan mobilitas hingga 147 juta orang, pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dinilai lebih terkendali dengan penurunan angka kecelakaan, meski sejumlah titik kepadatan masih menjadi catatan evaluasi.

Data sementara dari Kementerian Perhubungan menunjukkan peningkatan signifikan pergerakan masyarakat dibanding tahun sebelumnya, namun diikuti tren penurunan fatalitas kecelakaan.

"Pergerakan mencapai sekitar 147 juta orang, dan alhamdulillah tingkat fatalitas menurun."

Ia menegaskan DPR tetap mendorong target zero accident dalam penyelenggaraan mudik nasional, meski capaian tahun ini dinilai positif.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, ditopang kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Kementerian Perhubungan sebagai koordinator, Kementerian Pekerjaan Umum dalam infrastruktur, BMKG untuk informasi cuaca, hingga pengaturan lalu lintas oleh Korlantas Polri.

Namun, Danang menyoroti kepadatan di ruas Tol Trans Jawa, khususnya wilayah Cirebon, yang dipicu keterbatasan kapasitas rest area hingga menyebabkan antrean kendaraan ke badan jalan.

"Rest area di Cirebon perlu ditingkatkan karena menjadi titik tengah krusial bagi pemudik,m." Selain itu, kepadatan juga terjadi di sejumlah lintasan penyeberangan, termasuk rute Gilimanuk–Ketapang yang tahun ini dipengaruhi momentum Hari Raya Nyepi. Meski sempat terjadi antrean, ia mengapresiasi respons cepat petugas di lapangan.

Ia menilai kebijakan work from anywhere (WFA) efektif mengurai kepadatan dengan menyebar puncak arus perjalanan. Ia menyebut kebijakan tersebut berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan mudik nasional, tutur Danang.

Sedangkan pengamat transportasi Darmaningtyas mengatakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya bahkan kalau penurunannya itu bisa di bawah eh bisa di atas 10% gitu karena saya sendiri lah sendiri mencari tiket kereta api itu tidak ada artinya mencari tiket kereta tadi saya selalu mantengin tiap hari karena pasti ada yang batalin gitu aja itu masih bisa tiket kereta api itu itu sampai H -14 itu masih bisa kita peroleh.

Nah sekarang saya ingin mengomentari soal bagaimana perencanaan dan pelaksanaan penyelenggaraan angkutan negara itu sendiri yang saya beri catatan adalah soal optimalisasi dari eh keberadaan pelabuhan merak Bakauheni yang relatif mini gitu jadi kalau teman-teman jurnalis terlihat itu kan apa pelabuhan Merak itu pada pagi sampai sore itu kan kosong, tutur Darmaningtyas. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru