Minggu, 01 Februari 2026

JAGATARA Sumut Gelar Workshop Penanggulangan Bencana, Tekankan Peran Multipihak dalam Pemulihan Pascabencana

Eli Marlina - Jumat, 30 Januari 2026 12:32 WIB
JAGATARA Sumut Gelar Workshop Penanggulangan Bencana, Tekankan Peran Multipihak dalam Pemulihan Pascabencana
Ketua Dewan Pembina Jagatara Drs. Agus Andrianto, S.H.yang juga menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Ketua Umum Jagatara Edy Koesriadi, beserta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) , Ketua DPD Jagatara Sumut, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko , jajaran pengurus dan undangan lainnya dalam acara Workshop Penanggulangan Bencana ( ina)
Medan, MPOL -Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jagatara Sumatera Utara menggelar Workshop Penanggulangan Bencana dengan tema "Peran Multipihak dalam Mendukung Pemulihan Pascabencana di Sumatera", Rabu (28/1/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang IMT-GT Gedung Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) dan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur.

Baca Juga:

Workshop ini dihadiri Ketua Umum Jagatara Edy Koesriadi beserta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jagatara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Jagatara dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya pada penguatan ketahanan pangan, energi, dan kelestarian lingkungan sebagai dasar pemulihan pascabencana.


Ketua DPD Jagatara Sumut, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si, dalam sambutannya mengatakan Jagatara Sumut telah melakukan berbagai langkah nyata untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara.


"Jagatara Sumut telah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana. Selain itu, kami juga menjalankan program pembibitan tanaman produktif seperti durian, aren, dan tanaman lainnya guna mendukung ketahanan pangan di wilayah pascabencana," ujarnya.


Sebagai narasumber utama, Ketua Dewan Penasihat DPP Jagatara Prof. Drs. Heru Santosa, MS, Ph.D menegaskan bahwa penanggulangan dan pemulihan pascabencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis ekosistem dan melibatkan banyak pihak.


"Bencana tidak hanya disebabkan faktor alam dan iklim, tetapi juga faktor manusia seperti deforestasi dan pelanggaran tata guna lahan. Karena itu, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara komprehensif melalui rehabilitasi dan rekonstruksi terencana, restorasi ekologis, serta penguatan fungsi hidrologis daerah aliran sungai," jelasnya.


Sementara itu, Guru Besar Konservasi Tanah dan Pengelolaan DAS USU yang juga Anggota Dewan Pakar DPP Jagatara, Prof. Abdul Rauf, memaparkan konsep pemulihan pascabencana melalui pendekatan Nature-Based Solutions (NbS).


Menurutnya, pendekatan berbasis alam seperti revegetasi, agroforestry, penguatan bantaran sungai, serta pengelolaan sedimen dinilai efektif dalam mengurangi risiko bencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data spasial, teknologi peringatan dini, serta kolaborasi pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat lokal.
Workshop tersebut mendapat sambutan positif dari peserta karena dinilai relevan dengan kondisi kebencanaan di Sumatera Utara.

Diskusi yang berlangsung menghasilkan berbagai masukan strategis untuk penguatan peran multipihak dalam penanggulangan bencana di daerah rawan bencana.


Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Jagatara Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H, yang juga menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap peran organisasi masyarakat dan akademisi dalam penanggulangan serta pemulihan pascabencana yang berkelanjutan. ( ina/r)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru