Kamis, 29 Januari 2026

Praktisi Mengajar Linguistik Forensik di FIB USU

Rifki Warisan - Kamis, 04 Desember 2025 16:53 WIB
Praktisi Mengajar Linguistik Forensik di FIB USU
Istimewa
Prodi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya USU menggelar kegiatan 'Praktisi Mengajar'
Medan , MPOL - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) melalui Program Studi Sastra Batak, kembali menyelenggarakan kegiatan 'Praktisi Mengajar' sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional di era digital.

Baca Juga:
Pada tahun ini, kegiatan tersebut menghadirkan Dr Asrif, M.Hum, seorang pakar dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan materi bertajuk 'Bahasa Sebagai Bukti: Peran Linguistik Forensik di Era Digital'.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Desember 2025 ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu bahasa dalam konteks penegakan hukum dan pembuktian digital.

'Linguistik Forensik', sebagai salah satu cabang ilmu yang menelaah bahasa dalam praktik hukum, kini semakin relevan di tengah meningkatnya penggunaan media digital sebagai ruang produksi dan penyebaran informasi.

Dalam kegiatan ini, Asrif menguraikan berbagai aspek linguistik yang berperan penting dalam penyelidikan kasus-kasus kriminal berbasis teks, rekaman, pesan digital, hingga analisis ujaran.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat memahami bagaimana bahasa digunakan sebagai alat bukti melalui metode ilmiah yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Program ini merupakan wujud komitmen Fakultas Ilmu Budaya USU untuk meningkatkan mutu pembelajaran berbasis praktik, sekaligus memperkuat hubungan akademik dengan lembaga kebahasaan nasional.

Dengan menghadirkan praktisi yang berpengalaman, mahasiswa diberi kesempatan untuk mempelajari langsung dinamika kajian linguistik forensik, baik dalam ranah penelitian maupun penerapan di lapangan.

'Sesi Praktisi Mengajar' dilaksanakan setiap hari pada pukul 13.00–15.00 WIB, di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya USU. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa Sastra Batak serta mahasiswa lintas program studi yang memiliki minat pada kajian bahasa dan hukum.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi kontak Program Studi Sastra Batak atau mengakses kanal resmi fakultas.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang dialog ilmiah, sekaligus mendorong terbentuknya generasi akademisi yang kritis, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan linguistik modern di era digital. **

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru