Rabu, 11 Februari 2026

Rektor Unimed Wisuda 1.046 Lulusan

Baringin MH Pulungan - Rabu, 11 Februari 2026 17:24 WIB
Rektor Unimed Wisuda 1.046 Lulusan
Rektor bersama jajaran Wakil Rektor diabadikan disela sela prosesi wisuda 1.046 Lulusan Unimed, Rabu (11/2). (ist)
Medan, MPOL -Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Baharuddin ST M.Pd berharap lulusan Unimed menjadi generasi tangguh yang siap menghadapi dinamika kehidupan dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:

Harapan tersebut disampaikan saat mewisuda 1.046 lulusan dari berbagai jenjang program studi dalam prosesi wisuda yang digelar di Gedung Auditorium Unimed, Rabu–Kamis (11–12/2/2026).


Adapun jumlah lulusan yang diwisuda terdiri dari Program Pascasarjana 4 orang, Fakultas Ilmu Pendidikan 84 orang, Fakultas Teknik 248 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 219 orang, Fakultas Bahasa dan Seni 173 orang, Fakultas Ilmu Sosial 103 orang, Fakultas Ilmu Keolahragaan 99 orang, serta Fakultas Ekonomi 116 orang.


Menurut Baharuddin, Indonesia saat ini berada dalam fase penting menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa kebangsaan.


"Kita menghadapi berbagai tantangan yang kadang tidak terduga. Hanya orang-orang kreatif, adaptif, dan berkarakter yang akan menjadi pemenang," ujarnya.


Ia menegaskan, menjadi pembelajar sepanjang hayat merupakan kunci untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan yang cepat.


Ketua Senat Unimed Syawal Gultom menambahkan, daya juang menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan. Menurutnya, tantangan dan tekanan harus mampu dikonsolidasikan menjadi peluang.


"Tidak mudah, tapi itu fakta. Seseorang harus mampu mengubah tekanan menjadi peluang," katanya.


Syawal mengingatkan, proses pendidikan tinggi sejatinya merupakan proses menempa mental mahasiswa agar tidak mudah menyerah. Ia menyinggung dinamika yang dialami mahasiswa selama penyusunan skripsi, mulai dari revisi berulang hingga bimbingan intensif, sebagai bagian dari pembentukan karakter tangguh.


"Bolak-balik revisi mungkin terasa berat. Tapi itulah cara nyata membentuk pribadi yang kuat," ujarnya.


Ia juga mencontohkan fenomena anak muda yang berani mengambil risiko memulai usaha, namun hanya sebagian kecil yang mampu bertahan karena sanggup menghadapi tekanan.


"Yang bertahan adalah mereka yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Memang tidak mudah, tetapi itulah realitas yang harus dihadapi," tegasnya.


Wisuda tersebut menjadi momentum pelepasan lulusan Unimed untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat dengan bekal akademik, karakter, serta semangat adaptif menghadapi perubahan zaman. (bp)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru