Minggu, 31 Agustus 2025

Tanoto Foundation Gelar Focus Group Discussion "Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumut

Hendro - Kamis, 28 Agustus 2025 17:43 WIB
Tanoto Foundation Gelar Focus Group Discussion "Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumut
Kegiatan Focus Group Discussion Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatera Utara, bersama Jurnalis Media Mitra Tanoto Foundation di Medan

Medan, MPOL - Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara menghadirkan Pojok Baca di 16 kabupaten/kota.

Baca Juga:

"Pojok Baca mempermudah masyarakat yang ingin mengakses perpustakaan digital," ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Desni Maharani Saragih di Medan, Rabu (27/8/2025).

Dia mengatakan itu pada acara Focus Group Discussion (FGD) bersama jurnalis dengan tema "Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatera Utara" yang digelar Tanoto Foundation.

Menurut dia, perpustakaan digital tersebut diberi nama Baca Si Sumut atau bahan baca digital Sumatera Utara yang berisi 1.000 konten E-book di 14 lokasi di Sumut.

Kehadiran Pojok Baca di Sumut itu, katanya merupakan cara Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut mendekatkan diri ke masyarakat. Harapannya, katanya, Pojok Baca bisa meningkatkan literasi dan numerasi masyarakat. Dia menyebutkan, kedua program itu merupakan bagian dari 4 strategi Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut.


Saat ini, Dinas Dispusip Sumut juga sedang menyiapkan satu aplikasi yang diberi nama Drone Sumut.

Aplikasi yang diluncurkan pada Juni itu sebagai bentuk peningkatan akses informasi perpustakaan yang satu dan menyeluruh.

"Nantinya dari data yang dikumpulkan melalui aplikasi itu bisa diketahui apa penyebab indeks literasi rendah dan solusi apa yang bisa dijalankan," katanya.

Desni mengakui, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumut tahun 2024 masih rendah, dan masuk peringkat 10 terbawah dengan nilai 62,39. Tingkat Gemar Membaca (TGM) juga masih berada di angka 68,57.

Ahli Madya Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut, Widyaprada Ezra Jhemiyanta Surbakti menyebutkan, Dinas Pendidikan seharusnya bisa memetakan berapa satuan pendidikan yang sudah memiliki Pojok Baca dan mengecek apakah sudah berfungsi sesuai dengan indikator pengukur yang ditetapkan.

Alasannya, karena hingga saat ini masih belum semua satuan pendidikan (sekolah) belum memiliki Pojok Baca dengan berbagai alasan. Field Technical Specialist Tanoto Foundation, Jepri Sipayung, mengakui pemanfaatan Pojok Baca masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Tanoto Foundation sendiri memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan literasi dan numerasi di Indonesia, sebagai kunci untuk pengembangan sumber daya manusia dan kualitas pendidikan. Langkah itu dilakukan melalui Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR), yang telah berjalan di Sumut sejak 2018. (Dro/R).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru