Taput, MPOL -Dua agen resmi
LPG, yakni PT Sabungan Jaya Gasindo yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan Tarutung, dan PT Energi Natonggi Jaya yang berlokasi di Jalan Sutan Sumurung Desa Hutatoruan I Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara, mengungkapkan, operasional dapur makan bergizi gratis, program nasional Presiden Prabowo Subianto diduga kuat menjadi lahan para mafia gas.
Baca Juga:
"Beberapa bulan terakhir, operasional dapur
MBG di Taput yang pastinya memasak makanan dengan menggunakan gas elpiji lewat jalur pendistribusian tak resmi menjadi indikasi kuat sebagai ulah para mafia gas," ungkap Manager PT Sabungan Jaya Gasindo, Beny Aritonang di Tarutung, Rabu (8/10).
Disebutkan, pihaknya bersama agen resmi lainnya, yakni PT Energi Natonggi Jaya merasa kesal dan kecewa atas hal tersebut sebab praktek yang demikian sangat mencederai prinsip ekonomi yang sehat, utamanya semangat pemberdayaan sumber daya lokal dalam penerapan program nasional dimaksud.
Manager PT Energi Natonggi Jaya, Briman Tampubolon juga menyebutkan, indikasi permainan oknum mafia gas juga semakin kentara saat sejumlah dapur
MBG yang tetiba memutus pesanan
LPG 50 kg dan 12 kg sejak dua bulan terakhir.
"Dari awal, dapur
MBG beroperasi dengan menggunakan gas 12 kg, dan 50 kg dari dua agen resmi yang ada, yakni PT Sabungan Jaya Gasindo yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan Tarutung, dan PT Energi Natonggi Jaya," terangnya.
Padahal, kedua agen selalu mengikuti standar HET
LPG dalam mendistribusikan kebutuhan gas di tengah masyarakat, dimana dari harga tebus
LPG 50 kg senilai Rp.900 ribu hanya dijual kisaran Rp.1 juta, juga harg eceran
LPG 12 kg yang dijual senilai Rp.195 ribu dari harga tebus Rp.170 ribu lebih.
Sebelumnya, sejumlah dapur
MBG memenuhi kebutuhan
LPG-nya sebanyak 10 tabung
LPG 12 kg dan ukuran 50 kg sebanyak 5 tabung. Namun, hal tersebut hanya berjalan sebulan, dan mereka tiba-tiba berhenti melakukan pembelian.
"Kita pun tidak tau penyebabnya. Setelah kita tanya langsung kepada pemilik dapur tersebut, alasan mereka memberhentikan membeli
LPG dari agen resmi di Taput karena arahan dari salah seorang pemilik yayasan dan mengarahkan pembelian ke slaah satu toko yang nota bene pasokan gasnya entah dari mana," jelasnya.
Menurut para agen resmi ini, secara logika, apa mungkin
LPG yang dibeli dari luar daerah apalagi dari Medan, harganya bisa lebih murah dari harga
LPG yang dibeli dari agen resmi yang ada di Taput.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News