Sabtu, 14 Februari 2026

LIRA dan Pemuda LIRA Minta Pertamina Konsisten Soal Distribusi BBM

Alfiannur - Selasa, 02 Desember 2025 17:42 WIB
LIRA dan Pemuda LIRA Minta Pertamina Konsisten Soal Distribusi BBM
Medan, MPOL - Ketua DPW Pemuda LIRA Ir. Ibrahim Hutasuhut menyatakan keprihatinannya, setelah peristiwa meninggalnya salahsatu warga Kota Medan, saat antrian BBM di salahsatu SPBU di kawasan Medan Johor, Senin pagi, (01/12/2025).

Baca Juga:

Dipaparkan Ahmad Ibrahim, meskipun dalam hal jodoh, pertemuan, dan maut merupakan urusan gaib yang menjadi kekuasaan Tuhan. Namun kasus wafatnya warga ketika antri ini, menjadi bukti buruknya tatakelola distribusi PERTAMINA Sumut khususnya untuk Kota Medan sekitarnya. Dimana warga terpaksa harus antri selama berjam-jam, untuk mendapatkan BBM bagi kenderaan mereka.


"Bahkan pada jam 10.00.WIB sejumlah SPBU di Kota Medan seperti dikawasan Jl .Gaperta, Kp.Lalang, juga beberapa kawasan lainnya menutup SPBU, dan hanya memampangkan pengumuman PERTALITE atau PERTAMAX habis", ujar Hutasuhut kepada wartawan, Selasa,(02/12/2025).


Disebutkan Hutasuhut, terlepas dari kondisi kesehatan dan kebugaran fisik almarhum, namun situasi saat antrian BBM tadi menunjukkan ketidaksiapan BUMN yang mengurusi BBM itu dalam hal distribusi.


Karenanya Hutasuhut minta PERTAMINA Sumut menunjukkan bukti keseriusan dan komitmen yang menyatakan stok BBM aman.


"Kemarin-kemarin alasan banyak kawasan banjir hingga tidak bisa ditempuh angkutan PERTAMINA. Jadi sekarang alasannya apa lagi. Buktinya masih banyak warga yang antri, dan diimbangi dengan banyaknya SPBU yang tutup.karena kehabisan BBM", keras Hutasuhut.


Sementara itu terpisah Gubernur DPW LSM LIRA Sumut H. Febry Dalimunthe ST,MM, kepada wartawan mengingatkan, PERTAMINA jangan hanya bermanis bibir kepada publik, namun kenyataanya tidak mampu menjaga kepercayaan masyarakat, terkait jaminan kesediaan stok BBM di SPBU-SPBU.


"Masyarakat antri dimana-mana, karena SPBU juga tidak sampai setengah hari sudah kehabisan stok BBM", tukas Febri lagi.


Febry juga minta agar PERTAMINA menunjukkan empatinya terhadap kondisi yang ada, seperti mengunjungi kediaman warga yang wafat saat antrian BBM.


"Bukan bermaksud ingin memojokkan PERTAMINA dengan meninggalnya warga, namun berbuatlah sikap yang ksatria dengan menunjukkan ikut bela sungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan," tutup Dalimunthe. alf

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru