Jumat, 13 Februari 2026

Terkait LP/B/596/VIII/2025, Guntur Turnip : Copot Kapolsek Medan Labuhan

Toga Pasaribu - Rabu, 10 Desember 2025 20:38 WIB
Terkait LP/B/596/VIII/2025, Guntur Turnip : Copot Kapolsek Medan Labuhan
Kordinator warga/korban Guntur Turnip bersama para korban dan salah satu korban pelapor (tanda panah) yang telah meninggal dunia. (Topas)

Medan, MPOL -Merasa kesal, Kordinator warga/korban, Guntur Turnip yang juga merupakan Ketua PAC PDIP Medan Deli meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan untuk mencopot KapolsekMedan Labuhan Kompol Tohap Sibuea, terkait laporan sembilan (9) kepala keluarga warga Lorong Jaya Mabar yang menjadi korban pengerusakan rumah yang dilakukan oleh Henchel CS (seperti rekaman vidio warga-read). Selasa (09/12/2025).

Baca Juga:
"LP/B/596/VIII/2025/SU/Pel. Blw/Sek Medan Labuhan pada 2 Agustus lalu, sudah berjalan empat (4) bulan lebih, sepertinya KapolsekMedan Labuhan tidak serius menangani laporan warga, bahkan kalau saya telepon dan mengirim pesan singkat Whatsapp dia tidak mau mengangkat telepon dan membalas pesan ", ucap Guntur kesal.

Padahal, ucapnya lebih lanjut, semua bukti-bukti sudah lengkap seperti saksi dan rekaman vidio warga sudah diserahkan kepada Polisi yang memperlihatkan aksi para pelaku yang merusak rumah warga saat di TKP, ada apa ini dengan KapolsekMedan Labuhan, kenapa mereka para pelaku-pelaku yang merupakan suruhan PT KIM itu masih bebas berkeliaran.

"Salah satu warga/korban sudah ada yang meninggal dunia karena sakit, yaitu Sudin Sanjuntak pada hari Kamis lalu, almarhum juga merupakan kader kami di PDIP, saya atas nama pribadi menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga dan sangat prihatin atas peristiwa yang dialami oleh almarhum, yang mana sampai akhir hidupnya almarhum belum mendapatkan kepastian hukum atas laporannya di Polsek Medan Labuhan akibat lambannya polsek medan labuhan menangani perkara ini, " ungkapnya kesal seraya menambahkan agar Bapak Kapoldasu untuk mengevaluasi KapolsekMedan Labuhan karena ini bisa berdampak memperburuk citra Polri.

Terkait hal ini, tambahnya lebih lanjut, kami juga sudah mengadu ke DPRD dan sudah dilakukan RDP namun tanpaknya keseriusan polsek medan Labuhan terkesan tidak ada untuk segera menangkap para pelaku, bahkan ketua DPRD Medan saja (Wong Chun Sen-read), saat menelpon kapolsek Medan Labuhan untuk mempertanyakan kasus ini, dia (Kompol Tohap Sibuea) tidak mau mengangkat teleponnya.

Terpisah, KapolsekMedan Labuhan Kompol Tohap Sibuea ketika dikonfirmasi wartawan Medan Pos melalui pesan singkat whatsapp yang dikirim ke teleponnya lagi-lagi tidak bersedia membalas terkesan alergi kepada konfirmasi wartawan, walau pesan yang dikirim sudah centang dua.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Medan Pos menyebutkan, dari delapan (8) pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, satu (1) orang telah diamankan atas nama Husein.

Disebutkan, sebelumnya sudah delapan (8) pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka diantaranya Henchel Sri Widodo, Sudarmanto aias Dadang, Andi Nurdiansyah alias Pimo, Gunawan Syahputra alias Bodong, Husein, Toni Endriko alias Toni, Juliandi alias Zul dan Surya Tirtania alias Tono.

Kepada para tersangka, juga disebutkan telah dilakukan pemanggilan sebanyak dua (2) kali, namun para pelaku selalu mangkir.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru