Kamis, 15 Januari 2026

Dugaan Pemerasan Personel, Eks Kasubbid Paminal Kompol Chandra Pietama Dimutasi ke Pamen Yanma Poldasu

Ardi Yanuar - Rabu, 14 Januari 2026 22:45 WIB
Dugaan Pemerasan Personel, Eks Kasubbid Paminal Kompol Chandra Pietama Dimutasi ke Pamen Yanma Poldasu

Medan, MPOL - Eks Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Sumut, Kompol Agustinus Chandra Pietama akhirnya dimutasi menjadi Perwira Menengah Pelayanan Markas (Pamen Yanma) Polda Sumut. Hal itu diketahui dari surat telegram (TR) mutasi yang dikeluarkan oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Baca Juga:

Data yang dilihat Medan Pos, Rabu (14/1/2026), surat mutasi itu tertuang dengan nomor: ST/ 33/ I/ KEP/ 2026, dikeluarkan pada Selasa 13 Januari, malam dan ditandatangani oleh Karo SDM Polda Sumut, KBP Philemon Ginting. Di dalam surat itu tertulis Kompol Chandra Pietama dimutasi dalam rangka pemeriksaan (riksa).

Selanjutnya, PS Kasubdit 4 Ditintelkam Polda Sumut, Kompol Hasanul Basry ditunjuk menjadi PS Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Sumut.

Selain Chandra, dua anggotanya Iptu M. Adi Putra (eks Kanit 2 Subbidpaminal Bidpropam) dan Ipda Wage Saut Sanjaya (eks Panit 1 Unit 3 Subbidpaminal Bidpropam) juga dimutasi menjadi Perwira Pertama (Pama) Yanma Polda Sumut. Keduanya juga dalam rangka pemeriksaan. Ketiga perwira tersebut diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah personel dan kasusnya viral di media sosial.

Beredar kabar, kenaikan pangkat Kompol Chandra Pietama menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) menjadi tertunda buntut dugaan pemerasan tersebut. Kompol Chandra Pietama diketahui merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2008.

Sebelumnya, eks Kabid Propam Polda Sumut, KBP Julihan Muntaha lebih dulu dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Yanma Polri. Mutasi jabatan itu dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tertuang dalam surat telegram (TR) bernomor: ST/ 2781/ C/ XII/ KEP/ 2025, tertanggal 15 Desember 2025.

Selanjutnya, Kapolri mempercayakan KBP Dwi Agung Setyono mengisi posisi Kabid Propam Polda Sumut. Perwira dengan pangkat tiga melati emas itu sebelumnya menjabat Kabid Propam Polda Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kabid Propam KBP Julihan Muntaha dan Kasubbid Paminal Kompol Agustinus Chandra Pietama, telah dicopot dari jabatannya masing-masing. Kedua Pamen Polri itu disebut-sebut menjalani pemeriksaan buntut dugaan sejumlah pemerasan dan intimidasi sesama polisi yang viral di media sosial (medsos). Viralnya perilaku tak terpuji yang diduga dilakukan keduanya telah dibeberkan sekaligus diposting di akun Tiktok @tan_jhonson88.

Kabid Humas Polda Sumut, KBP Ferry Walintukan ketika dikonfirmasi mengatakan keduanya bukan dicopot dari jabatannya melainkan telah dinonaktifkan.

"Per hari ini dinonaktifkan sementara. Bapak Kapolda menonaktifkan sementara Kabid Propam dan Kasubbid Paminal berhubung dengan berita yang viral itu untuk supaya dalam rangka pemeriksaan lebih objektif dan netral," kata Ferry saat dihubungi Medan Pos, Selasa (25/11/2025) sore.

Ferry menjelaskan Kasubbid Paminal Kompol Agustinus Chandra Pietama pasti diperiksa di Itwasda Polda Sumut.

"Kalau Kabid Propam karena dia pejabat utama (PJU) akan diperiksa di Mabes Polri," ungkapnya.

Sejumlah narasi yang disebut-sebut berbentuk laporan pengaduan tentang dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh Kasubbid Paminal Bid Propam Polda Sumatera Utara (Sumut), Kompol Agustinus Chandra Pietama viral di media sosial (medsos). Bahkan, sejumlah dugaan pemerasan dirincikan di dalam narasi yang diduga dilaporkan kepada pimpinan Polri.

Akun @tan_jhonson88 membeberkan sejumlah laporan dugaan pemerasan yang dipostingnya di akun medsos Tiktok. Laporan itu diketik, diposting dan kemudian viral menjelaskan tentang bobroknya Bid Propam Polda Sumut. Diduga akun tersebut sengaja dibuat oleh oknum yang menjadi salah satu korban dugaan pemerasan yang diduga dilakukan Kompol Agustinus Chandra Pietama beserta anggotanya. Bahkan, informasi yang beredar, postingan itu berasal dari ungkapan isi hati dari mereka yang berada di 'barisan sakit hati' karena merasa jadi korban pemerasan.

"Kepada Yang Terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Tim Reformasi Polri, DPR Republik Indonesia, Media Pers. Melalui ini kami para personil Polda Sumatera Utara menyampaikan pengaduan kepada bapak mengenai di Polda Sumatera Utara ada Propam zolim yang merusak institusi kepolisian ini. Akibat ulah dan perilakunya yang membuat kami para anggota Polda Sumut selalu dibayangi kapan lagi akan menjadi korban pemerasan," bunyi salah satu isi chat WA yang di-screenshot dan diposting akun tan_jhonson88. *

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ardi Yanuar
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru