Senin, 02 Februari 2026

Spesialis Curanmor di Komplek Graha Rahayu Jermal XI Ditembak

Ardi Yanuar - Senin, 02 Februari 2026 10:28 WIB
Spesialis Curanmor di Komplek Graha Rahayu Jermal XI Ditembak
Kedua spesialis curanmor saat mendapatkan pengobatan di RS Bhayangkara usai kaki masing-masing pelaku ditembak polisi.
Medan, MPOL -Polsek Medan Area mengungkap sekaligus meringkus dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berulang kali beraksi di wilayah hukum (wilkum) Polrestabes Medan. Teranyar, kedua pelaku baru-baru ini viral saat beraksi di rumah seorang dokter di Komplek Graha Rahayu, Blok C, Jalan Jermal XI, Kecamatan Medan Denai.

Baca Juga:
Dari rekaman cctv dan videonya beredar di sejumlah akun media sosial, tampak kedua pelaku masuk ke dalam komplek dan mengambil motor N-Max warna hijau BK 4432 ALU. Pelaku terlihat membuka pagar dan masuk ke teras rumah mengambil motor korban. Peristiwa itu terjadi, Minggu (25/1/2026) sekira pukul 04.48 WIB.

Kapolsek Medan Area, AKP M. Ainul Yaqin mengatakan dalam laporannya korban dr. Elpa Syahroni Nasution (31) menjelaskan bahwa sebelum aksi pencurian itu terjadi, korban baru pulang nongkrong sekira pukul 02.13 WIB dan memarkirkan motor N-Max tersebut di teras rumahnya dalam keadaan stang terkunci dengan pagar tertutup namun tidak digembok.

Pagi harinya sekira pukul 08.20 WIB, korban dikejutkan setelah asisten rumah tangga (ART) yang menjaga anak menyampaikan kepada korban mengapa pagar rumah terbuka. Korban lalu mengeceknya dan mendapati motornya sudah hilang. Atas kejadian tersebut korban membuat laporan ke Polsek Medan Area.

"Dari kejadian itu, petugas kemudian melakukan olah TKP sembari melakukan penyelidikan, menganalisis serta memprofiling pelakunya," kata Ainul Yaqin, Senin (2/2/2026).

Hasilnya, petugas yang dipimpin Kanitreskrim Iptu M. Yusuf Dabutar mendapat informasi tentang keberadaan kedua pelaku M. Bambang Hermanto (19) warga Pasar VII, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan dan M. Azizan (20) warga Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kedua pelaku berhasil diringkus petugas di Jalan Pasar VII Beringin, Gang Durian, Desa Tembung, Jumat (30/1/2026) sekira pukul 16.30 WIB.

Saat diinterogasi, kedua pelaku mengaku telah menyerahkan motor hasil curian kepada temannya berinisial D untuk dijual. Kedua pelaku mengaku mendapat bagian dari hasil penjualan masing-masing Rp 2 juta. Mendengar pengakuan pelaku, selanjutnya petugas membawa kedua pelaku di kawasan Datuk Kabu, Pasar III Tembung.

"Ketika dibawa pengembangan untuk mencari D, kedua pelaku tiba-tiba berusaha melarikan diri, sehingga petugas memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tidak diindahkan kedua pelaku. Dengan terpaksa petugas memberikan tindakan tegas terukur ke masing-masing kaki tersangka," ungkapnya.


Kaki kedua pelaku tampak diperban usai ditembak polisi.

Kemudian, dari hasil interogasi lanjutan, kedua pelaku ternyata sebelumnya sudah berulang kali mencuri sepeda motor di berbagai lokasi dengan total 16 TKP. Tersangka M. Azizan mengaku sudah 10 kali mencuri motor. Pada tahun 2023, pelaku mencuri Honda Beat di Jalan Menteng Raya dan di Tanjung Morawa, lalu mencuri Honda Vario warna hitam list merah di Jalan Letda Sujono.

Lalu pada tahun 2024, pelaku mencuri Honda Berat warna hitam di Jalan Denai dan di Jalan Delitua. Kemudian, tahun 2025, pelaku kembali mencuri motor di dua kawasan yang sama, yakni mencuri Honda Vario warna putih dan Beat warna hitam.

"Pada tahun 2026, tersangka Azizan mencuri Vario warna putih dan Beat warna hitam di Lubuk Pakam. Setelah itu mencuri Honda Genio di Jalan SM Raja dan terakhir N-Max warga hijau di Jermal XI," sebutnya.

Sedangkan tersangka Bambang Hermanto mengaku telah enam kali mencuri sepeda motor. Tahun 2017, tersangka mencuri Honda Beat warna hitam di Gang Kurma, kemudian tahun 2019 mencuri Yamaha Mio warna merah di bengkel dan Honda Beat warna biru di Jalan Prima.

Lalu, tahun 2020 tersangka mencuri motor Yamaha Mio warna putih di Jalan Makmur dan tahun 2022 mencuri Honda Scoopy warna abu-abu di Komplek Mega City.

"Sampai saat ini kita masih menyelidiki terkait keberadaan pelaku D," pungkasnya. *

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ardi Yanuar
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru