Kamis, 05 Februari 2026

BNNP Sumut Ungkap Sindikat Narkoba Antar Provinsi : 215 Kg Ganja, 4 Kg Sabu Gagal Edar, 10 Orang Ditahan

Iwan Suherman - Kamis, 05 Februari 2026 15:57 WIB
BNNP Sumut Ungkap Sindikat Narkoba Antar Provinsi : 215 Kg Ganja, 4 Kg Sabu Gagal Edar, 10 Orang Ditahan
Isu
Kabid Berantas dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Pol Charles P Sinaga memperlihatkan barang bukti narkoba.
Medan, MPOL -

Baca Juga:
Awal 2026, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, mengungkap penyalahgunaan narkoba sebanyak 12 kasus.

Dari 12 pengungkapan kasus, petugas mengamankan 10 tersangka masing-masing berinisial M alias K, WS, SA alias A, MA alias A, R, ESN, AA, AS, YH dan DJS.

Barang bukti yang diamankan yakni 4,2 Kg sabu dan 215 Kg ganja kering.

Dari pengungkapan 12 kasus, 5 diantaranya memanfaatkan jasa pengiriman barang (Ekspedisi) untuk mengirim narkotika ke luar daerah.

Kepala BBN Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho melalui Kabid Berantas dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Pol Charles P Sinaga dalam keterangannya, Kamis (5/2/26) mengatakan para tersangka merupakan jaringan narkoba antar provinsi.

"Rencananya narkoba ini akan diedarkan ke Sumatera Utara dan Pulau Jawa," ujar kabid saat paparan kasus di kantor BNNP Sumut, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Masih kata Kabid, untuk mengantisipasi pengiriman narkotika melalui jasa pengiriman, pihak BNN Sumut telah menjalin kerjasama dengan pihak Bea Cukai untuk melakukan pengawasan.

Ke depan, BNN Sumut juga akan berkordinasi dengan pengusaha jasa pengiriman barang, agar bisa memberikan data pengirim yang jelas seperti misalnya nama dan NIK serta nomor ponsel yang aktif.

"Modus peredaran narkoba melalui jasa pengiriman barang ini , biasanya pengirim sering mengirimkan data yang disembunyikan misalkan nomor HP atau alamat yang tidak jelas. Ke depan kita akan berkordinasi dengan pengusaha jasa pengiriman barang agar mencatat NIK pengirim barang dan nomor HP yang aktif, agar kita bisa mentrekking siapa penerimanya. Karena selama ini kita sering mendapat data yang anonim," jelasnya.

Dalam pengungkapan, BNN Sumut juga berhasil mengungkap paket berisi sabu yang menggunakan kemasan kopi.

"Sabu menggunakan kemasan kopi termasuk modus baru. Karena selama ini sabu biasanya dikemas dengan kemasan teh Cina berwarna hijau dan kuning. Ini membuktikan tren modus kejahatan terus berkembang. Bungkusan menentukan identitas dan ini masih kita pelajari," ungkap Kombes Charles P Sinaga.(*)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Iwan Suherman
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru