Rabu, 04 Maret 2026

Parhalado dan Jemaat HKBP Hotma Uli Patumbak Sampaikan Aspirasi ke Praeses Distrik X

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2026 14:26 WIB
Parhalado dan Jemaat HKBP Hotma Uli Patumbak Sampaikan Aspirasi ke Praeses Distrik X
Ist
Jemaat dan Parhalado HKBP Hotma Uli Patumbak Sampaikan Aspirasi ke Kantor Distrik X Medan Aceh.
Medan, MPOL -Belasan perwakilan jemaat dan parhalado Gereja HKBP Hotma Uli Patumbak Resort Medan Patumbak menyampaikan aspirasi ke Kantor Pimpinan Distrik X Medan-Ace, Rabu (25/2). Mereka meminta Praeses untuk turun tangan langsung menata dan memberikan pembinaan kepada uluan huria Pdt Sukirawati Sihotang STh demi keutuhan dan kondusivitas di HKBP Hotma Uli Patumbak.

Baca Juga:
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan jemaat dan parhalado di antaranya Budiman Nadapdap, St Binsar Simanjuntak, St.Harianja,
Opung Binsar Nababan, Marulitua Siregar, Amang Marbun , Mak Jere , Amang Siregar menyampaikan situasi yang kurang kondusif saat ini di HKBP Hotma Uli.

Ketidakkondusifan ini berawal dari sikap arogansi dan sindiran yang kerap diucapkan Pdt Sukirawati baik dalam memimpin rapat maupun dalam kotbahnya. Suasana tersebut awalnya coba dimaklumi oleh warga jemaat namun belakangan semakin arogan.

"Mohon maaf Praeses, tindakan dan sikap Pdt Sukirawati sudah tidak mencerminkan sebagai seorang pelayan Tuhan. Dia mengedepankan arogansi, membuang kelompok yang bersebrangan dan memunculkan pengkotak-kotakan. Kami merindukan pimpinan huria yang penuh cinta kasih, memaafkan dan mendengar jemaatnya," kata Budiman Nadapdap dan perwakilan ruas HKBP Hotma Uli.

Dikatakan Budiman, suasana pelayanan di HKBP Hotma Uli saat ini ibarat "bara api" panas yang sangat tidak patut untuk dibiarkan oleh Praeses. Apalagi 6 orang sintua telah keluar atau mengundurkan diri dari STM Parhalado sebagai bentuk ketidaksetujuan dengan kepemimpinan Pdt Sukirawat.

Awalnya suasana kurang kondusif terjadi dari mencuatnya isu perselingkuhan tahun lalu yang tidak direspon oleh Pdt Sukirawati. Bermula ketika St K Siahaan bersama St T Silaen (kini sudah almarhum) menyampaikan isu perselingkuhan yang terjadi sesuai aspirasi kaum Ina Par Ari Kamis, agar diklarifikasi.

Tujuannya agar isu dimaksud tidak bias dan tidak mencoreng nama Gereja HKBP. Namun jawaban Pdt.Sukirawati ketika itu seolah menantang ." Apakah perselingkuhan itu bisa dibuktikan, ayo buktikanlah ?" kata Budiman mengutip pernyataan inang pendeta.

Jawaban arogan dari Pdt Sukirawati seolah sengaja melindungi dan menutupi adanya isu perselingkuhan antara seorang anggota Ina dengan seorang sintua. Sementara ruas menilai masalah aib ini perlu ditindaklanjuti karena telah menjadi pembicaraan luas di tengah jemaat.

Sejumlah warga gereja dan parhalado telah menyampaikan ke pimpinan HKBP Hotma Uli berupa informasi awal dan bukti permulaan dugaan perselingkuhan dimaksud. Namun Pdt Sukirawati terkesan tidak mau melakukan klarifikasi demi kejelasan isu agar HKBP Hotma Uli terhindar dari berita miring.

Bahkan ia menganggap tidak ada sama sekali isu dimaksud. Hal ini kemudian memunculkan perpecahan yang berkepanjangan dimana ada pihak yang kontra dengan sikap Pdt Sukirawati dan ada yang pro dengannya.

Setelah terbelah dua kubu Pdt Sukirawati bertindak arogan kepada kelompok yang kontra dan kerap menyindir termasuk saat menyampaikan kotbah dalam ibadah.

"Apakah ada diajarkan di sekolah pendeta kotbah untuk menyindir dan membuat sakit hati ruas. Apa memang ada tugas pendeta menciptakan perpecahan bukannya mempersatukan jemaat," tanya St K Siahaan.

Hal yang sungguh mengagetkan lagi terjadi ketika seorang ibu anggota Lansia menjenguk Pdt Sukirawati yang tengah sakit. Di sela sela kunjungan itu, inang Boru Simarmata mendapat amarah dari Pdt Sukirawati.

"Bermuka dua kau ya, agar kau tau ya , dari ujung rambut sampai ujung kaki tidak akan kumaafkan kalian bersama dengan puluhan yang manandatangani surat ke Praeses itu," ucap Pdt Sukirawati yang didengar oleh seluruh kaum lansia yang hadir.

Praeses Pdt Suwandi Sinambela MPsi setelah mendengarkan aspirasi jemaat dan parhalado HKBP Hotma Uli menyebut akan menindaklanjuti dan memerintahkan Pdt Resort Pdt Nelly Hutasoit untuk membenahi suasana yang tidak kondusif.

Pertemuan kurang lebih 2 jam berlangsung aspiratif dan sikap Praeses Pdt Suwandi yang sungguh menyejukkan.

Budiman Nadapdap di akhir pertemuan menyatakan "Amang Praeses, pimpinlah kami untuk rekonsiliasi, karena kami ruas tidak pernah ada masalah satu dengan yang lain".

Kemudian dijawab oleh Praeses Pdt Suwandi Sinambela, "Sudah pasti, pasti!". Pertemuan kemudian diakhiri doa yang dibawakan Praeses Praeses.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru