Sabtu, 28 Maret 2026

Dipicu Sakit Hati karena Bau Babi, Wanita di Medan Berlumuran Darah Dibantai Tetangga Pakai Pahat

Tempo 1 Jam Pelaku Ditangkap
Ardi Yanuar - Sabtu, 28 Maret 2026 16:36 WIB
Dipicu Sakit Hati karena Bau Babi, Wanita di Medan Berlumuran Darah Dibantai Tetangga Pakai Pahat
Ardi.
Kanitreskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Bimo Setiadi saat menggiring tersangka penganiayaan.
Medan, MPOL -Seorang pria diringkus Unitreskrim Polsek Medan Helvetia karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan korbannya mengalami luka berat. Bahkan, korban merupakan seorang wanita sampai berlumuran darah 'dibantai' pelaku menggunakan alat berupa pahat.

Baca Juga:
Begitu mendapat laporan adanya kejadian itu, dalam tempo satu jam pelaku berhasil ditangkap di rumahnya. Adapun identitas pelaku yakni, Jefri Fernandus Sitindaon (41) warga Jalan Asrama by Pass, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Kanitreskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, S.Tr.K., M.H., CPHR., CBA, mengatakan aksi penganiayaan itu terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekira pukul 17.00 WIB. Peristiwa itu terjadi di rumah korban Swita Sidebang (30) yang tinggal bertetangga (bersebelahan) dengan rumah pelaku.

Kejadian ini berawal ketika korban sedang menyapu rumah di depan rumahnya. Ketika korban sedang menyapu rumah, tersangka merasa terganggu. Menurut keterangan tersangka, ketika korban menyapu rumah, debu mengenai dirinya dan hal ini sudah berulang kali terjadi hingga tidak ada ketidakharmonisan bertetangga.

"Tersangka ini tinggal di rumah orang tuanya dan masih lajang. Sedangkan korban sudah berkeluarga dan kebetulan berada di rumah abangnya yang sedang dikunjungi. Selama ini, ada ketidakharmonisan bertetangga. Pada saat korban menyapu di depan rumah, tersangka ada di situ," kata Bimo Setiadi, Sabtu (28/3/2026).

"Debu dari kotoran di depan rumah mengenai tersangka. Akhirnya, tersangka marah, emosi, dan langsung mengambil pahat di garasi. Pahat ini untuk pahat kayu, dan tersangka langsung menemui korban dan menikamnya," sambungnya.

Akibat dari tikaman tersebut, korban mengalami luka di bagian dagu, pipi dan tangan sebelah kiri. Setelah divisum, korban mengalami luka sebanyak 9 tusukan.


Motif Penganiayaan
Motif tersangka menganiaya korban pun dibeberkan polisi. Ketidakharmonisan antara tersangka dengan korban sudah belasan tahun terjadi dan aksi penganiayaan juga dipicu lantaran tersangka sakit hati karena merasa diintimidasi. Ketika setiap kali tersangka keluar rumah ataupun sedang makan di depan rumahnya, korban selalu menyapu dan kotoran halaman (debunya) mengarah ke tersangka.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ardi Yanuar
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru