"Memang sudah lama (tidak harmonis), sekitar 15 tahun. Abang korban sudah memelihara
babi di belakang rumah. Menurut keterangan korban, rumah yang ditempati mereka juga dibeli dari pihak tersangka. Jadi, korban membeli rumah dari pihak tersangka," jelasnya.
Baca Juga:
"Kalau untuk memelihara
babi, memang sudah lama. Tapi, tersangka memang menyampaikan bahwa ada bau tidak sedap. Jadi, mungkin itu salah satunya korban sama abangnya dengan tersangka memang sudah berapa tahun ini memang tidak akur. Sudah pernah juga berselisih paham, tapi ya diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi mungkin inilah puncaknya. Jadi merasa si tersangka ini dia diremehkan," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku selama ini sudah menahan emosinya. Puncaknya, tersangka saat itu sudah tersulut emosi, lalu mengambil
pahat dan menghujamkannya ke tubuh korban.
"Alhamdulillah dalam
tempo satu jam tersangka berhasil kita amankan di rumahnya ketika sudah melakukan persiapan untuk melarikan diri," terangnya.
Dari kejadian ini, Bimo mengatakan Polsek Medan Helvetia sangat prihatin karena korban seorang perempuan yang memang merupakan kelompok rentan dan harus dilindungi.
Saat mendapat informasi terkait kejadian itu, petugas langsung turun ke TKP dan langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit. Sejauh ini, kondisi korban sudah mulai membaik.
"Ini sangat kita sayangkan, ya, si korban diperlakukan dengan melakukan penusukan dengan benda tajam seperti ini, padahal korban tidak ada melakukan perlawanan," katanya. *
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News