Senin, 06 April 2026

Walikota Medan : Tawuran Bukan Hanya Soal Keamanan Tapi Penyalahgunaan Narkoba, Kesenjangan Sosial dan Pendidikan

Toga Pasaribu - Senin, 06 April 2026 14:45 WIB
Walikota Medan : Tawuran Bukan Hanya Soal Keamanan Tapi Penyalahgunaan Narkoba, Kesenjangan Sosial dan Pendidikan
Walikota Medan saat dikonfirmasi wartawan di dermaga 104 ujung baru Belawan. (Topas)
Medan, MPOL -Walikota Medan Rico Tri Putra Waas ketika dikonfirmasi wartawan usai mengikuti giat menyambut KRI Bima Suci didermaga 104 Ujung Baru Belawan, pada Minggu 5 April 2026, terkait aksi tawuran di Belawan yang semangkin mengila dan merajalela hingga berujung kepada penjarahan rumah warga.

Baca Juga:
Orang nomor satu dijajaran Pemko Medan itu mengatakan, pihaknya (Pemko Medan-red), bersama-sama dengan aparat penegak hukum terus melakukan patroli untuk bisa memantau permasalahan tawuran di Belawan, "tadi malam kita juga ada melakukan penyisiran dan ada diamankan lima (5) orang pelaku tawuran", ucap Walikota Medan tersebut.

"Ini terus menerus akan kita laksanakan dan kita sudah sepakat, terlebih Forkompinda yang ada di Belawan ini sebab penanganan konflik sosial berupa tawuran di kawasan Belawan memerlukan pendekatan yang berkelanjutan dan tidak bisa diselesaikan secara instan," katanya.

Rico juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen untuk menangani masalah ini secara konsisten dan terukur dengan melibatkan seluruh elemen terkait.

Rico juga mengungkapkan bahwa aparat gabungan dari unsur Forkopimda terus melakukan patroli intensif guna menjaga kondusivitas wilayah. Ia juga menekankan bahwa karakteristik tawuran di Belawan cenderung berulang-ulang, sehingga pengamanan tidak boleh kendor.

"Penanganan ini tidak bisa sekali selesai. Sifatnya berulang, hilang satu akan tumbuh lagi. Karena itu kita harus lakukan dengan kekuatan penuh dan secara konsisten," tegasnya.

Sebagai langkah taktis di lapangan, ucap Wali Kota Medan lebih lanjut, dirinya telah menginstruksikan para camat di wilayah terdampak untuk melakukan pemantauan melekat. Para camat diwajibkan memberikan laporan rutin tiga kali sehari pagi, siang, dan malam, terkait kondisi keamanan serta upaya penertiban yang dilakukan.

Rico juga mengakui bahwa meskipun razia rutin digelar, aksi tawuran masih kerap terjadi. Ia menilai fenomena ini merupakan hilir dari berbagai persoalan sosial yang kompleks di masyarakat, seperti:

• Penyalahgunaan Narkoba: Menjadi salah satu pemicu utama instabilitas emosi remaja.

• Kesenjangan Sosial: Masalah kesejahteraan yang belum merata.

• Pendidikan: Kurangnya wadah positif bagi generasi muda.

"Tawuran ini bukan hanya soal keamanan. Ada faktor sosial, narkoba, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat yang harus kita benahi bersama," ungkap Rico.

Tindak Tegas Aksi Penjarahan

Wali Kota juga memberikan peringatan keras terhadap eskalasi tawuran yang mengarah pada tindakan kriminalitas lainnya, seperti penjarahan.

Menurutnya, negara harus hadir untuk memberikan proteksi maksimal kepada warga yang merasa terancam.

"Kalau sudah mengarah ke penjarahan, itu jelas tidak bisa dibenarkan. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman," pungkasnya.

Solusi Jangka Panjang

Ke depan, Pemko Medan tengah menyiapkan program strategis yang menyasar akar masalah di Belawan, meliputi:

1. Pembangunan Infrastruktur: Memperbaiki tata ruang kawasan agar lebih tertata.

2. Peningkatan SDM: Program pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pemuda.

3. Lapangan Kerja: Memperluas akses ekonomi bagi warga sekitar pelabuhan.

Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan angka tawuran di Belawan dapat ditekan secara signifikan demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masa depan generasi mendatang, pungkasnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru