Medan, MPOL-Kader akar rumput
PDIP Medan Amplas Emil Pane mempertanyakan keberadaan 3 pengurus DPC Medan masing-masing Boydo Panjaitan, Fuad Akbar dan Fitriani Manurung dalam foto bersama jajaran pengurus Matahari Pagi Indonesia (MPI) yang terpampang di Jl Pemuda No 7 Medan. Dalam foto tersebut berisi ucapan selamat atas pelantikan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Ketua Majelis Pertimbangan MPI.
Baca Juga:
Uniknya, foto ucapan selamat dari MPI berdiri megah di gedung yang juga merupakan Kantor
SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun. Dahnil Anzar Simanjuntak diketahui sebagai politisi Gerindra dan tengah menjabat wakil menteri.
Sementara itu, Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sempat dilantik sebagai sekretaris dan bendahara DPC
PDIP Medan. Sementara Fitriani Manurung dilantik sebagai salah satu wakil ketua. Namun hingga kini SK Kepengurusan DPC Medan belum dikeluarkan DPP
PDIP.
"Foto tersebut menjadi salah satu bukti disamping link berita pelantikan pengurus MPI Medan bahwa ketiganya adalah pengurus MPI. Mereka bisa saja berdalih sudah mengundurkan diri atau bersaksi bahwa MPI tidak terafiliasi dengan partai politik. Itu sah-sah saja sebagai pembelaan diri mereka.
Tetapi faktanya DPP dipastikan telah memiliki informasi akurat tentang siapa kader yang punya loyalitas dan tegak lurus kepada Ibu Mega," kata Emil Pane kepada wartawan, Selasa (7/4).
Emil Pane mengaku dirinya secara pribadi semakin mengagumi sosok Ibu Mega sebagai pemimpin partai yang memiliki kepekaan tajam terhadap dinamika partai hingga ke tingkat akar rumput, termasuk yang terjadi di DPC Medan.
Ia menyebut Ibu Mega telah mendapatkan informasi utuh tentang sikap ketua terpilih DPC Medan Hasyim dan ketua terpilih DPD
Rapidin yang tidak tegak lurus menjalankan perintah DPP. Dimana keduanya tidak mengakomodir dua nama yang direkomendasi sebagai personalia yakni
Robi Barus dan David Roni Sinaga dalam struktur kepengurusan.
Sikap Hasyim sebagai ketua terpilih yang tidak bersedia mengakomodir
Robi Barus dan David Roni menjadi sekretaris dan bendahara DPC dikarenakan pemahamannya dalam berorganisasi di
PDIP masih kurang.
"Hasyim memaknai sebagai ketua terpilih memiliki hak prerogatif untuk memilih sekretaris dan bendaharanya. Yang bersangkutan ini tidak faham bahwa hak prerogatif hanya dimiliki oleh Ketua Umum Ibu Mega," kata Emil Pane.
Karena pemahaman berpartai di
PDIP yang masih kurang itulah maka
Rapidin dan Hasyim sampai berani melakukan pelantikan Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sebagai Sekretaris dan Bendahara DPC di kantor DPD. Mereka berdua beranggapan memiliki hak prerogatif melantik sekretaris dan bendahara meski tidak ada SK DPP.
"Keduanya ini terus terang berani berbuat konyol karena memang rekam jejaknya bukan termasuk kategori pejuang tetapi lebih masuk kategori penikmat. Mereka masuk partai ini belakangan dengan membonceng nama tertentu dan langsung masuk pengurus teras. Dengan latar belakang seperti itu maka wajar bila mereka kurang memperhatikan atau menomorduakan tentang loyalitas, militansi apalagi solidaritas kader," papar Emil Pane.
Inilah yang menjadi dasar mengapa kader akar rumput dan militan
PDIP Medan terus melakukan aksi penolakan. Kita sudah menyurati DPP berulangkali dan aksi ini didukung para senior senior partai yang ikut prihatin dengan cara-cara kepemimpinan
Rapidin dan Hasyim.
Dinamika yang ada ini tentu termonitor DPP sehingga SK DPC dan DPD hingga kini belum dikeluarkan.
Ditanya soal harapan kader akar rumput kepada DPP, disebut Emil, pertama kami mengucapkan syukur dan terima kasih kepada DPP yang telah memahami dinamika yang tidak sehat dalam kepemimpinan
Rapidin dan Hasyim sehingga sampai saat ini tidak mengeluarkan SK kepada DPD Sumut serta DPC Medan.
Kedua, kami kader akar rumput anak-anak Ibu Mega sangat yakin Ibu sudah punya cara dan kebijakan yang paling pas sesuai kebutuhan partai untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan kita semua akan tegak lurus dengan keputusan Ibu Mega sesuai hak prerogatif yang dimilikinya, bukan gak prerogatif ketua DPD atau ketua DPC..
Ketiga, andaikan ibu Mega ingin mengetahui suara hati anak-anak ibu di akar rumput maka inilah suara kami Konfercab ulang dan tinjau ulang
Rapidin serta Hasyim sebagai ketua DPD dan ketua DPC.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News