Kamis, 09 April 2026

Bocor, SMAN 3 Rantau Utara Diduga Mark Up Dana BOS TA 2024

Budi Ardiansyah - Kamis, 09 April 2026 12:35 WIB
Bocor, SMAN 3 Rantau Utara Diduga Mark Up Dana BOS TA 2024
Ist
Tampak depan SMAN 3 Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu.
Labuhan Batu, MPOL- Terjadi kebocoran data, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu diduga lakukan Mark Up Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) TA 2024.

Baca Juga:

Anggaran Dana BOS senilai 1 Milyar lebih yang digunakan dalam dua tahap pada tahun tersebut pun, diduga terjadi Mark Up hingga mencapai 25%.

"Ada beberapa kegiatan yang kami duga di Mark Up, seperti kegiatan Pengembangan Perpustakaan/Layanan Pojok Baca. Anggaran yang dikeluarkan hingga sebesar Rp. 333.855.200,- dalam 2 Tahap. Ini menjadi tanda tanya, dana sebesar itu dikonsentrasikan untuk kegiatan apa saja?" Ungkap sumber Medan Pos yang layak di percaya, Senin (6/4/2026) kemarin.

Urai sumber, untuk lebih rinci dan jelas transparansi, sebaiknya hal dimaksud dapat dilakukan penyelidikan secara intens oleh pihak yang berwenang. Agar persoalan dugaan mark up tersebut dapat terang benderang, dan menjadi barometer positif terhadap oknum Kepala sekolah lainnya untuk tidak melakukan tindakan koruptif.

"Banyak lagi kegiatan lainnya yang dikelola sekolah melalui Dana BOS khususnya TA 2024. Dilaporkan saja ke APH, biar lebih jelas dan terang kondisi senyatanya," bilangnya.

Informasi lain yang dihimpun, adapun sejumlah kegiatan tekhnis yang termaktub di dalam Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS) TA 2024 meliputi, Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran/bermain, Pelaksanaan Administrasi kegiatan Satuan Pendidikan, Layanan Daya dan Jasa, Pemeliharaan Sarana dan Prasarana, serta pembayaran honorarium.

"Total besaran anggaran kegiatan sekitar 1 milyar lebih dalam 2 tahap. Diduga ada Mark Up hingga 25 persen. Agar lebih jelas, sebaiknya dilaporkan saja ke APH untuk dilakukan pemeriksaan," timpal sumber.

Terpisah, Irma Sari, Kepala Sekolah SMAN 3 Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, mengatakan bahwa keseluruhan kegiatan dalam RKAS tahun 2024 tersebut, telah di realisasikan pelaksanaannya, dan penggunaan anggaran nya juga sudah diaudit/ periksa oleh Inspektorat Provinsi dan BPK.

"Terkait data yang disampaikan, sebahagian datanya benar, dan ada beberapa yang tidak sesuai dengan data yang kami miliki sesuai anggaran. Data tersebut merupakan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) yang disusun pada tahun sebelumnya," tulis Irma, via pesan WhatsApp, Rabu (8/4/2026).

Namun, melalui jawabannya, dia tidak merincikan data konfirmasi wartawan, kegiatan mana saja yang dinilai tidak sesuai. Sehingga, komentar yang disampaikannya seolah memberi sinyal sebagai dalih untuk menutupi dugaan mark up tersebut.

Kutipan Uang Pengamanan Untuk APH

Setelah sejumlah sekolah menengah tingkat atas menjadi sorotan di Kabupaten Labuhanbatu, beredar info miring di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provsu Wilayah VII, bahwa sejumlah sekolah diduga dikutip uang sebesar Rp. 5.000.000,-/sekolah. Uang itupun disebut-sebut akan direalisasikan sebagai 'biaya pengendalian' yang diserahkan ke APH.

Ketika disinggung adanya dugaan pungli tersebut, Irma Sari, Kepala Sekolah SMAN 3 Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, belum kembali membalas konfirmasi wartawan.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru