Kamis, 08 Oktober 2026

Giga Wedding Fest 2026, Menghadirkan Tema Sky Between Us

Hendro - Kamis, 08 Oktober 2026 10:37 WIB
Giga Wedding Fest 2026, Menghadirkan Tema Sky Between Us
Medan, MPOL - Regale International Convention Center Medan bersama Taipan Restaurant kembali menghadirkan Giga Wedding Fest 2026, wedding expo yang mengusung konsep berbeda dengan menghadirkan tema Sky Between Us.Berkolaborasi dengan Signature Planner & Marriage Story serta dikonsep oleh Prime Conceptor, Giga Wedding Fest 2026 berlangsung pada 8-10 Oktober 2026 di Pavilion Regale International Convention Center Medan.

Baca Juga:
Wedding expo ini menghadirkan lebih dari 50 vendor pernikahan ternama dan terpercaya, mulai dari venue, desainer, dekorasi, undangan, perhiasan, fotografer, videografer, souvenir, entertainment hingga florist.

Executive Director Signature Planner, Fera Mokz, mengatakan Giga Wedding Fest bukan sekadar pameran kebutuhan pernikahan, tetapi menjadi perayaan atas kerja keras, kreativitas dan kekompakan para pelaku industri wedding di Kota Medan.

"Bagi saya, ini bukan hanya opening sebuah wedding expo, tetapi sebuah perayaan. Perayaan dari kerja keras, kreativitas, dan yang paling penting kekompakan dari para vendor wedding di Kota Medan," ujar Fera, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, kolaborasi antarpelaku industri wedding menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi calon pengantin. Karena itu, ia berharap Giga Wedding Fest tidak hanya menjadi tempat bertemunya vendor dengan calon klien, tetapi juga ruang untuk menampilkan karya, ide, kreativitas dan pengalaman.

Sementara itu, Executive Director Prime Conceptor, Fredi Wong, mengatakan tema Sky Between Us terinspirasi dari perjalanan cinta dua insan yang memiliki berbagai fase emosi.

"Sky Between Us ini melambangkan emosi dari jiwa manusia. Bagaimana dua insan ketika mereka bertumbuh dalam cinta, melewati badai, penuh harapan, melewati berbagai situasi, hingga akhirnya menemukan cinta sejatinya," ujar Fredi.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui lima atmosfer yang menggambarkan tahapan perjalanan cinta. Salah satunya Morning Haze, yang merepresentasikan keheningan sebuah awal ketika perasaan mulai tumbuh secara perlahan.

Kemudian After the Rainbow menggambarkan harapan, kebahagiaan dan keindahan setelah melewati badai. Atmosfer lainnya menggambarkan gejolak emosi, keraguan, kehangatan, kerinduan, kelembutan hingga keabadian dalam sebuah hubungan.

Fredi mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat lebih berani dan kreatif untuk mengikuti perkembangan tren pernikahan, khususnya di kalangan generasi Z.

"Untuk 2026 ini, tema pernikahan, apalagi di generasi Gen Z, semuanya lebih bold. Mereka lebih berani mengambil tema-tema atau ide-ide baru yang lebih kreatif dan out of the box," katanya.

Menurutnya, Sky Between Us mencoba menghadirkan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki narasi yang dekat dengan kehidupan manusia, khususnya perjalanan cinta.

"Lima langit, lima emosi, satu perjalanan menuju cinta yang sejati," pungkas Fredi.

Konsep serupa juga menjadi salah satu ciri yang dipertahankan dalam penyelenggaraan wedding expo tersebut. Executive Director Marriage Story, Reni Mait, mengatakan setiap detail dalam expo dirancang dengan konsep yang memiliki tujuan, bukan sekadar menghadirkan dekorasi dan pencahayaan.

"Wedding itu bukan hanya sekadar mengeluarkan uang untuk dekorasi atau memakai lighting banyak-banyak. Setiap detail itu kita pikirkan," ujar Reni.

Ia mengatakan, pengalaman calon pengantin tidak hanya ditentukan oleh pelayanan, tetapi juga suasana, ambience dan konsep yang dibangun secara menyeluruh.

"Lighting banyak, semua klien bisa pakai. Tapi apakah penempatannya sesuai, warnanya apa, sesuai dengan mood konsepnya atau tidak. Di kita, itu yang mungkin membedakan dan menjadi cerminan dari setiap expo kita," katanya.

Menariknya, setiap atmosfer dalam Giga Wedding Fest 2026 juga dirancang sebagai area yang menghadirkan kebutuhan pernikahan secara lengkap. Calon pengantin dapat berpindah dari satu atmosfer ke atmosfer lainnya dan menemukan berbagai vendor dalam satu area.

"Setiap pulau, setiap atmosfer itu semuanya sudah komplet. Kalau datang ke sini, misalnya kita ada di atmosfer Golden Hour, di sini sudah ada dekor, foto, video, gaun dan semuanya. Pindah ke sebelah juga begitu. Jadi tinggal seperti menyeberang pulau, setiap pulau sudah komplet isinya," jelas Reni.

Giga Wedding Fest 2026 terbuka untuk masyarakat dan calon pengantin tanpa dipungut biaya. Pengunjung dapat hadir selama penyelenggaraan expo mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Selain menjadi tempat calon pengantin mencari kebutuhan pernikahan, event ini juga diharapkan memperkuat hubungan dan kolaborasi para pelaku industri wedding, baik di Medan maupun di luar daerah.

Penyelenggara berharap Giga Wedding Fest dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi industri pernikahan, tidak hanya di Medan dan Sumatera, tetapi juga hingga tingkat nasional dan internasional. (Dro).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru