Rabu, 14 Oktober 2026

Dansatgas TMMD Letkol Kav. Hanung Kaptiaji Tanam Pohon "Titipkan Harapan dan Teduh untuk Anak-Anak Masa Depan"

Candra Mawansyah Siregar - Rabu, 14 Oktober 2026 22:15 WIB
Dansatgas TMMD Letkol Kav. Hanung Kaptiaji Tanam Pohon "Titipkan Harapan dan Teduh untuk Anak-Anak Masa Depan"
Torgamba, MPOL - Di balik bibit pohon yang ditanam di sekitar Lapangan Mutiara, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, tersimpan harapan besar bagi generasi masa depan. Bukan sekadar menghijaukan lingkungan, penanaman pohon yang dilakukan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-130, Letkol Kav. Hanung Kaptiaji, menjadi simbol kepedulian agar anak-anak kelak tumbuh di lingkungan yang sejuk, sehat, dan lestari.

Baca Juga:
Di tengah kesibukan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130, Letkol Kav. Hanung Kaptiaji menyempatkan diri menanam pohon sebagai wujud kecintaan terhadap alam. Baginya, pembangunan desa tidak cukup hanya menghadirkan jalan dan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga harus meninggalkan warisan lingkungan yang dapat dinikmati anak cucu pada masa mendatang.

"Saya sangat mencintai alam. Karena itu, di sela-sela kegiatan TMMD, saya masukkan program penanaman pohon di sekitar Lapangan Mutiara, Desa Aek Batu. Pohon yang kita tanam hari ini diharapkan menjadi bekal bagi anak cucu kita di masa depan," ujar Hanung, Rabu (14/10/2026).

Momen yang paling menyentuh terjadi ketika anak-anak sekolah, termasuk murid taman kanak-kanak (TK), menyaksikan langsung kegiatan penanaman pohon tersebut. Di mata mereka, kegiatan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, dari kepolosan ucapan seorang anak, tersimpan makna mendalam tentang pentingnya pohon bagi kehidupan manusia.

Hanung pun mengingat ucapan polos seorang anak TK yang membuat kegiatan penghijauan itu terasa semakin berarti.

"Lihat, bapak-bapak itu nanam pohon untuk tempat kita berlindung, kan?" tutur Hanung, menirukan perkataan anak tersebut.

Ucapan sederhana itu seolah menjadi pesan bagi semua orang dewasa bahwa apa yang dilakukan hari ini akan menentukan seperti apa lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Pohon yang kini masih kecil, jika dirawat hingga tumbuh besar, kelak dapat menjadi peneduh bagi anak-anak yang bermain, belajar, dan tumbuh di sekitarnya.

Menurut Hanung, menanam pohon bukan sekadar memasukkan bibit ke dalam tanah, melainkan menanam kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan kehidupan. Pohon berperan menyerap karbon, membantu mengurangi polusi udara, menghasilkan oksigen, menjaga ketersediaan air, serta melindungi tanah dari kerusakan.

"Tanam satu pohon, sejuta kehidupan. Artinya, satu tindakan kecil berupa menanam pohon dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup makhluk di bumi. Apa yang kita tanam hari ini bukan sekadar pohon, melainkan wujud nyata kepedulian dan sinergi untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau," tegasnya.

Melalui program penghijauan TMMD ke-130, Dansatgas berharap masyarakat turut menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam agar tumbuh dengan baik. Sebab, keberhasilan penghijauan tidak berhenti pada kegiatan menanam, tetapi ditentukan oleh kepedulian bersama untuk merawatnya hingga memberikan manfaat nyata.

Di Lapangan Mutiara, bibit-bibit itu kini menjadi saksi sebuah pesan sederhana namun penuh makna "pembangunan bukan hanya tentang apa yang bisa dinikmati hari ini, melainkan juga tentang apa yang diwariskan untuk hari esok".

Dari tangan yang menanam hari ini, tumbuh harapan untuk anak-anak esok hari. Kelak, ketika pohon-pohon itu menjulang dan memberikan keteduhan, generasi penerus mungkin tidak lagi mengingat siapa yang menanamnya. Namun, mereka akan merasakan manfaat dari kepedulian yang ditanamkan sejak sekarang. (Can)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru