Kamis, 22 Oktober 2026

Diduga Berasal dari IPAL SPPG Sei Rampah Limbah Masuk Rumah Warga

Abdul Rahman Manik - Kamis, 22 Oktober 2026 07:38 WIB
Diduga Berasal dari IPAL SPPG Sei Rampah Limbah Masuk Rumah Warga
Tampak air limbah diduga dari SPPG Sei Rampah yang disebut-sebut masuk ke pekarangan warga setempat.
Serdang Bedagai, MPOL - Warga Dusun VI, Desa Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara keluhkan pembuangan air limbah diduga dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah.Keluhan itu disampaikan warga sekitar berinisial N, Rabu (21/10/2026) saat ditemui dikediamannya.

Baca Juga:
Ia mengatakan, air limbah meluap hingga ke sekitar rumahnya membuat dirinya khawatir berdampak kepada kesehatan serta kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Apalagi limbah bercampur dengan air saat banjir masuk hingga ke dalam rumah.

Menurutnya, air yang menggenangi halaman belakang rumahnya diduga bercampur dengan air limbah yang dialirkan melalui saluran pembuangan.

Ia menjelaskan, air dari IPAL disebut dialirkan ke parit di bagian depan rumah. Namun, menurut pengamatannya, air di parit tersebut tidak mengalir dengan baik sehingga menggenang dan menimbulkan bau tidak sedap.

"IPAL-nya dialirkan ke parit depan, tetapi air paritnya tidak mengalir. Jadi, airnya mengendap dan bau," ungkapnya.

Air yang menggenang berwarna kemerahan dan bercampur dengan material yang menurutnya menyerupai lemak. Ia mengaku merasakan sensasi pedih pada kaki ketika terkena air tersebut.

"Airnya merah, bang, bercampur dengan lemak. Pedih kaki kami kalau sudah kena airnya," keluhnya.

"Air paritnya sudah penuh, Bang. Kami takut lemak dari IPAL naik lagi ke halaman rumah," katanya.

Ia mengatakan persoalan tersebut bukan kali pertama dikeluhkan. Warga telah menyampaikan keluhan kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur MBG tersebut namun belum mendapat tanggapan.

Warga berharap pengelola SPPG segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi saluran pembuangan, parit yang disebut tidak mengalir, serta air yang menggenangi halaman dan bagian rumah warga.

Mereka juga berharap ada

langkah nyata untuk memastikan pengelolaan limbah berjalan dengan baik sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan lingkungan permukiman.

Wartawan mencoba mengkonfirmasi kondisi ini lewat pesan WhatsApp Rabu malam namun hingga berita ini dibuat belum mendapatkan respon padahal pesan sudah terkirim.

Sementara salah satu rekan wartawan yang berhasil mengkonfirmasi Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol mengaku bahwa lokasi ipal tersebut rawan banjir.

Dalam keterangannya kepada wartawan ia mengaku sudah sebulan tidak kebelakang. Ia katakan memang daerah itu rawan banjir apalagi di musim hujan seperti sekarang ini. (ARM)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru