H Burhan Saragih Ketua PMS : Anggota DPRD Lecehkan Hari Jadi Kabupaten Simalungun
Simalungun, MPOL Sidang istimewa Paripurna DPRD Simalungun dalam rangka hari jadi kabupaten Simalungun ke 193 Sabtu (11/4) di kantor DPRD P
Sumatera Utara
Medan, medanposonline.com - Badan Pusat Statitik (BPS) Provinsi Sumatera Utara menggelar Focus Group Discussion dalam rangka persiapan penyusunan PDRB Triwulanan dan Rebasis PDRB Berbasis CVM (Chain Volume Measure), di Santika Dyandra Premier Hotel Medan, Selasa (19/12).
Baca Juga:
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terkait pentingnya data yang komprehensif dari masing-masing dinas/instansi dan terjalinnya kerjasama dengan dinas terkat dalam penyediaan data untuk penghitungan PDRB Triwulanan Kabupaten/kota.
Kegiatan ini merupakan bentuk penjaminan mutu dan kualitas data neraca yang dihasilkan khususnya PDRB sebagai tahap awal untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi.
Kegiatan yang dibuka Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin ini menghadirkan narasumber yakni Direktur Neraca Pengeluaran BPS RI, Pipit Helly Sorayan, SE,ME dan Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo, serta dihadiri perwakilan instansi maupun dinas OPD di seluruh kabupaten/kota di Sumut.
Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi Rebasing (Penetapan Kembali Tahun Dasar Baru) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan metode CVM (Chain Volume Measurement).
"Perubahan metode ini bertujuan untuk mendapatkan informasi perekonomian yang lebih representatif, up-to-date, akurat, dan reliable.
Harapannya, dengan adanya rebasing dapat meningkatkan kualitas data PDRB dan menjamin konsistensi dari pendekatan penghitungan PDRB," ujarnya.
Disebutkan, berdasarkan rekomendasi UN Statistical Commission (UNSC), perubahan tahun dasar dilakukan setiap 5 atau paling lama 10 tahun sekali. Sedangkan PDB/PDRB Indonesia saat ini masih menggunakan tahun dasar 2010.
Sedangkan metode CVM ini akan dilaksanakan setiap tahun. Dengan adanya metode yang baru ini, lanjutnya, akan menghasilkan data yang lebih berkualitas. Selain itu bisa menangkap perubahan-perubahan yang boleh jadi gejolaknya itu sangat cepat.
Seperti kemarin saat pandemi Covid-19, itu juga menjadi suatu situasi yang berbeda, jadi dengan menggunakan CVM bisa jadi presisinya lebih kuat.
"Ini memang suatu metode baru untuk PDRB dan BPS masih terus beradaptasi. Karena banyak sekali SDM di BPS baik di provinsi atau kabupaten kota membutuhkan pemahaman. Karena itu kita latihan, kita sosialisasikan tetapi bukan hanya internal BPS saja tetapi juga kita mengajak sejumlah instansi untuk bisa mendapatkan informasi ini," katanya.
Nurul Hasanudin menyebutkan, metode ini sudah dicoba di nasional dan akan digulirkan ke provinsi. Pihaknya sedang menunggu dari nasional dan BPS Sumut sudah menyiapkan data-datanya, menyiapkan sumber informasinya dan SDM untuk menyampaikan informasi.
"Jika perubahan metode ini sudah diambil, dengan perubahan yang baru maka tidak boleh mundur dengan metode sebelumnya. Sebab itu, BPS menyiapkan SDM-nya untuk mengawal sehingga perhitungannya bisa berkelanjutan," ujarnya.
Diharapkan dengan kegiatan yang dihadiri OPD dan lembaga, BPS mendapatkan dukungan data dari stakeholder.
Mengingat setiap sektor memiliki sumber data yang baru dan tidak semua informasi didapat, misalnya dengan bersama-sama seperti ini dapat memberikan data untuk gambaran terkait dengan sektor ekonomi.
"Dengan metode CVM akan dilaporkan setiap tahun, mulai dari harga, volume, agar bisa memotret kondisi ekonomi lebih stabil dan komprehensif," ujarnya.
Menjawab pertanyaan wartawan, Nurul Hasanudin pada kesempatan itu mengatakan, Badan Pusat Statistik sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk memotret bagaimana profil ekonomi setiap triwulan.
Bahkan yang disajikan itu membutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder apakah itu terkait sumber data dan juga bagaimana sektor-sektor itu dibangun tentunya perlu informasi-informasi.
"Sehingga langkah sinergi itu menjadi satu kepastian di dalam membangun hasil yang lebih baik hasil yang lebih berkualitas agar secara utuh kita bisa memberikan gambaran PDRB setiap waktunya lebih jelas antara daerah maupun waktunya berbanding secara baik," sebutnya.
Nurul Hasanudin menyebutkan, terakhir BPS Sumut merilis angka pertumbuhan ekonomi di angka 4,94 persen, artinya ini satu informasi yang menjadi indikator bagaimana capaian ekonomi di daerah.
Simalungun, MPOL Sidang istimewa Paripurna DPRD Simalungun dalam rangka hari jadi kabupaten Simalungun ke 193 Sabtu (11/4) di kantor DPRD P
Sumatera Utara
Sei Rampah , MPOLPengadilan Negeri (PN) Sei Rampah menggelar tes urine mendadak bagi seluruh aparaturnya, Senin (13/4/2026), sebagai bentuk
Sumatera Utara
Medan, MPOL Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, barubaru ini melantik ratusan pejabat eselon dilingkungan kantor Pemerintah Propinsi
Sumatera Utara
Medan, MPOL Kompol Johannes Marojahan Napitupulu akhirnya mendapatkan promosi jabatan usai sebelumnya menjalani pemeriksaan Subbidpaminal B
Sumatera Utara
Sebelum mendapatkan promosi jabatan sebagai Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis telah meraih penghargaan penulis Taskap
Sosok
Medan, MPOL Kombes. Pol. (Purn). Dr. Maruli Siahaan, SH., MH sebagai anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Golkar Dapil Sumut I & Pemerhati
Sumatera Utara
Medan, MPOL Kombes Pol (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H. selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XII
Sumatera Utara
Bkangkajeren, MPOLAmuk bencana hidrometeorologi di penghujung 2025 yang meluluhlantakkan 53 wilayah kabupaten/kota di Sumatera memang bisa
Ekonomi
Meski telah berjuang keras mulai babak penyisihan hingga babak Final, Tim Sambalado dari Polrestabes Medan pasangan Iwan Suherman/Sarwo Edhi
Sumatera Utara
Medan, MPOLTim Pralans &039Warkop Jurnalis&039 FC dinobatkan sebagai tim paling sportif (fair play) dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan
Olahraga