Penampakan AKBP Adrian Lubis Bersama 2 Pasis Raih Penghargaan Penulis Taskap Terbaik Seskoad 2025
Sebelum mendapatkan promosi jabatan sebagai Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis telah meraih penghargaan penulis Taskap
Sosok
Medan, MPOL - Kasus pembegalan yang terjadi di dekat markas polisi Polsek Patumbak hingga kini masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, dua lagi pelaku bersajam yang membegal ibu-ibu belum juga ditangkap. Mirisnya, kejadian itu hanya berjarak sekitar 200 meter dari Polsek Patumbak.
Baca Juga:
- Makjang! Judi Tembak Ikan Menjamur di Wilayah Polsek Patumbak: Kapolsek Ditanyai Bungkam
- Kasus Mahasiswa Berlumuran Darah Dibacok di Patumbak, Kasatreskrim Bilang Begini, Kapolsek dan Kanitreskrim Bungkam
- Ngeri! Mahasiswa Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah di Pekuburan Patumbak, Kepala Korban Dipenuhi Sejumlah Luka Bacok
Untuk diketahui, pelakunya berjumlah lima orang mengendarai dua unit sepeda motor berboncengan Namun, tiga diantaranya sudah ditangkap Polsek Delitua karena komplotan pelaku ini juga beraksi di jembatan kanal Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.
Menanggapi lemahnya kinerja Polsek yang dikomandoi Kompol Faidir Chaniago itu, membuat praktisi hukum angkat bicara. Adalah Direktur LBH Humaniora, Dr. Redyanto Sidi Jambak, S.H, M.H, yang mengomentari kasus kejahatan jalanan tersebut.
"Kita mendorong agar kepolisian, khususnya Polsek Patumbak agar segera menangkap pelakunya dalam waktu dekat asal serius dan fokus," kata Redyanto Sidi kepada Medan Pos, Sabtu (25/1/2025).
Secara umum, sambungnya, selama ini masyarakat melihat bahwa seakan-akan begal ini tak mampu diberantas. Para pelaku tidak takut dengan hukum dan tidak takut pula diamuk massa sehingga tetap berulang melakukan kejahatan (begal) kepada siapapun.
"Hal tersebut tentu ada kaitannya dengan narkoba ya. Tidak hanya serta merta soal kesempatan apalagi alasan ekonomi," sebutnya.
Yang paling buat geleng kepala, para pelaku nekat membegal korbannya di mana lokasinya berdekatan dengan Polsek Patumbak.
"Itu mengindikasikan bahwa pelaku kejahatan memandang sebelah mata penegak hukum kita. Maka sekali lagi kita minta segera tangkap pelakunya," pungkasnya.
Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago ketika dikonfirmasi sejak Selasa (21/5/2025) hingga sekarang memilih bungkam. Faidir diduga menganggap remeh dengan kasus begal ini karena merasa tiga pelakunya sudah ditangkap Polsek Delitua. Padahal dua lagi pelaku berinisial T bersama temannya tak kunjung ditangkap pihaknya sudah hampir satu bulan.
Kapolrestabes Ultimatum
Kapolrestabes Medan, KBP Gidion Arif Setyawan sudah mengultimatum anggotanya dan dengan tegas mengatakan agar menangkap seluruh pelaku yang tersisa yang terlibat dalam aksi kejahatan jalanan luar biasa ini.
"Saya perintahkan Satreskrim (Polrestabes Medan) dan Polsek (Patumbak) tangkap pelaku yang tersisa, kejar sampai tuntas!," tegasnya, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, seorang ibu-ibu lanjut usia (lansia) mengalami musibah setelah dibegal oleh komplotan pelaku. Peristiwa itu terjadi di tempat yang gelap dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari markas polisi Polsek Patumbak, Jalan Pertahanan, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (7/1/2025) sekira pukul 05.00 WIB.
Adapun yang menjadi korban begal bersenjata tajam (sajam) adalah Yuningsih (57) warga Jalan Bandrek, Desa Lantasan Lama, Gang Salak, Kecamatan Patumbak.
Akibat dari kejadian itu, sepeda motor Honda Vario milik korban dibawa lari para pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang mengendarai tiga sepeda motor berboncengan.
Kasus ini sebenarnya sudah menemui titik terang karena tiga dari lima pelaku begal sudah ditangkap Polsek Delitua. Ketiga pelaku yakni, Gilang Ramadhan Sinaga alias Pak Ang (18), Budi alias Budut (23), Rizki Alfajar alias Sempak (19).
Ketiga pelaku begal bersajam tersebut ditangkap karena sebelumnya merampas sepeda motor milik M. Ismail Pulungan (32) di Jalan Brigjen Zein Hamid, jembatan kanal Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor pada Jumat (3/1/2024) sekira pukul 02.30 WIB. *
Sebelum mendapatkan promosi jabatan sebagai Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis telah meraih penghargaan penulis Taskap
Sosok
Medan, MPOL Kombes. Pol. (Purn). Dr. Maruli Siahaan, SH., MH sebagai anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Golkar Dapil Sumut I & Pemerhati
Sumatera Utara
Medan, MPOL Kombes Pol (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H. selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XII
Sumatera Utara
Bkangkajeren, MPOLAmuk bencana hidrometeorologi di penghujung 2025 yang meluluhlantakkan 53 wilayah kabupaten/kota di Sumatera memang bisa
Ekonomi
Meski telah berjuang keras mulai babak penyisihan hingga babak Final, Tim Sambalado dari Polrestabes Medan pasangan Iwan Suherman/Sarwo Edhi
Sumatera Utara
Medan, MPOLTim Pralans &039Warkop Jurnalis&039 FC dinobatkan sebagai tim paling sportif (fair play) dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan
Olahraga
Taput, MPOL Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, didampingi Ketua TP PKK Taput, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat
Sumatera Utara
Upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Medan dinilai perlu dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Implementasi kebijakan yang
Sumatera Utara
Medan, MPOL Pelanggan SIMPATI Telkomsel bisa memperoleh kuota besar untuk menemani nonton dan internetan lancar dengan Surprise Deal Nonto
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Organisasi masyarakat Jaga Nusantara Bersama (Jagatara) menggelar kegiatan Halal Bihalal di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
Nusantara