Minggu, 01 Februari 2026

Hebat, Oknum Kepsek di Labura Ngaku Kerabat Bupati Hingga Nekat Pungli Honorer

Budi Ardiansyah - Jumat, 12 Desember 2025 21:44 WIB
Hebat, Oknum Kepsek di Labura Ngaku Kerabat Bupati Hingga Nekat Pungli Honorer
Insert Foto: Karikatur dramatis anekdot intimidasi di lingkup sekolah.
Labura, MPOL- Memang benar Pejabat Labura Hebat lah oknum Kepala Sekolah (Kepsek) yang satu ini, dengan mengakui dirinya sebagai kerabat Bupati, hingga nekat diduga lakukan pungli terhadap sejumlah honorer di lingkungan sekolah yang dia pimpin.

Baca Juga:
Mirisnya, pungli yang dilakukan pun cukup membuat para honorer terintimidasi, hingga berujung dengan diterbitkannya surat Perjanjian Kerjasama yang diduga dibuat tanpa melalui mekanisme aturan dasar Kemendiknas.

"Para honorer dipaksa buat surat kerjasama, isinya bersedia bekerja tanpa menuntut gaji, artinya honorer tidak digaji. Anehnya surat itu tanpa menggunakan KOP sekolah, itu berarti aturan sendiri, tidak resmi rujukan dinas," beber salah seorang sumber Medan Pos yang layak dipercaya, Jum'at (12/12/2025).

Tambah sumber, dugaan pungli yang terjadi dinilai cukup berat untuk kaum guru honorer, sehingga akhirnya hal ini menjadi polemik yang semestinya dapat dihentikan. Serta, akibat dampak ketakutan efek kedepan, alhasil dugaan pungli tersebut pun mereka akomodir dengan rasa kecewa.

"Untuk SK saja dikutip Duaratus Ribu, belum untuk mengurus Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dikutip Tujuhratus Ribu. Terkini si kepsek akan kutip lagi katanya uang sertifikasi honorer Duaratus Ribu per guru, ampun pak," keluh sumber.

Serangkaian dengan adanya kutipan tersebut, sumber bermohon agar hal ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Bupati Labuhanbatu Utara.

"Coba tolong tanyakan ke pak Kadis pendidikan pak, apa benar pungutan itu berasal dari anjuran Dinas? Dan, kalau boleh juga disampaikan ke bapak Bupati, apakah memang benar ibu kepsek ini famili dekat bapak Bupati? Soalnya sedikit- sedikit dia ngaku famili dekat Bupati, gak ada orang dinas yang berani menegur," ungkapnya.

Terpisah, Kepala sekolah SDN 117502 Batu Tunggal Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labura, Mastetti Ritonga S.PdI, ketika dikonfirmasi Medan Pos, apakah benar atas adanya tudingan dugaan pungli dan mengaku sebagai kerabat Bupati dimaksud, dia belum memberikan keterangan.

Namun uniknya, bukan menjawab pertanyaan wartawan, setelah beberapa jam ditunggu, oknum Kepsek lebih memilih mengganti foto Profil Aplikasi WhatsApp-nya, yang semula menampilkan foto wajah, kini berganti dengan tampilan Lorong Cinema XXI Suzuya Supermarket Rantauprapat.

Kendati demikian, perihal adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum Kepsek terhadap guru honorer, dan jual nama pejabat utama Labura ini, akan diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Bupati Labura.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru