Minggu, 11 Januari 2026

Deputi Direktur KPw-BI Ahmadi Rahman: Desember 2025, Pematangsiantar Alami Inflasi 1,24% (mtm) Dengan Inflasi Tahunan 5,37% (yoy)

Neti Herawati - Sabtu, 10 Januari 2026 19:48 WIB
Deputi Direktur KPw-BI Ahmadi Rahman: Desember 2025, Pematangsiantar Alami Inflasi 1,24% (mtm) Dengan Inflasi Tahunan 5,37% (yoy)
Ist
P.Siantar, MPOL -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Pematangsiantar sampaikan mpaikan perkembangan inflasi di wilayah kerjanya pada periode Desember 2025.

Baca Juga:
Hal disampaikan Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPw-BI) Pematangsiantar, Ahmadi Rahman pada rilisnya, Jumat (9/1/2026).

Ahmadi menyebutkan, berdasarkan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK), dua daerah IHK di wilayah kerja KPwBI Pematangsiantar, yaitu Kota Pematangsiantar mengalami inflasi sebesar 1,24% (mtm) dengan inflasi tahunan 5,37% (yoy) dan Kabupaten Labuhanbatu tercatat sebesar 2, 14% (mtm) dengan inflasi tahunan 4,74% (yoy).

Dikatakan, Inflasi pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh faktor eksternal, berupa tingginya curah hujan yang berdampak pada penurunan produksi akibat puso serta gangguan distribusi di beberapa wilayah.

Kondisi tersebut diperkuat oleh peningkatan permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur Tahun Baru.

Di Kota Pematangsiantar, komoditas utama penyumbang inflasi bulanan antara lain cabai rawit, bawang merah, dan emas perhiasan, sementara komoditas yang menahan inflasi di antaranya tomat, wortel, dan kentang. Adapun di Kabupaten Labuhanbatu, inflasi terutama didorong oleh cabai rawit, bawang merah, dan ikan kembung, dengan komoditas penahan inflasi meliputi cabai merah, wortel, dan ikan senangin.

"Guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, KPwBI Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah dan terus melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi. Sepanjang Desember 2025, telah dilaksanakan Pasar Murah di 19 titik untuk memastikan keterjangkauan harga kebutuhan pokok", ujarnya.

Selain itu, juga dilakukan sidak pasar bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun pada 18 Desember 2025 guna memastikan ketersediaan pasokan dan kewajaran harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Penguatan koordinasi juga dilakukan melalui High Level Meeting TPID Kabupaten Asahan pada 16 Desember 2025, serta implementasi Early Warning System (EWS) bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar guna meningkatkan efektivitas pemantauan dan respons kebijakan pengendalian inflasi secara real-time.

Ahmadi Rahman juga menjelaskan, ke depan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi pengendalian inflasi melalui kebijakan yang adaptif, terukur, dan berbasis data.

Pengembangan EWS yang tengah dilakukan dapat menjadi kunci untuk program pengendalian inflasi yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Selain itu, penguatan pengendalian inflasi baik dalam jangka pendek, seperti pelaksanaan sidak pasar dan pasar murah, serta pengendalian dalam jangka panjang seperti mendorong pembentukan petani champion, pemanfaatan teknologi terkini hingga sinergi dan kolaborasi antar daerah akan terus dilakukan untuk mendukung capaian inflasi yang stabil.

Sebelum mengakhiri Ahmadi menambahkan, dengan komitmen dan langkah strategis yang konsisten, inflasi pada tahun 2026 diyakini dapat terjaga dalam kisaran sasaran yang ditetapkan guna mendukung stabilitas harga dan daya beli masyarakat.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru