Selasa, 23 April 2024

Kasus PPPK Kab. Langkat, Polda Sumut Tetapkan 2 Orang Tersangka

Josmarlin Tambunan - Rabu, 27 Maret 2024 20:09 WIB
Kasus PPPK Kab. Langkat, Polda Sumut Tetapkan 2 Orang Tersangka
Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi.
Medan, MPOL: Polda Sumut menetapkan dua orang tersangka dugaan korupsi dalam kasus seleksi penerimaan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Kabupaten Langkat.

Baca Juga:
Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi membenarkan ada dua orang ditetapkan sebagai tersangka pada seleksi penerimaaan PPPK Kabupaten Langkat.



"Betul, Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka," kata Kombes Hadi, Rabu (27/3).


"Ini terkait dugaan tindak pidana korupsi, Perkaranya masih berproses, penyidik bekerja dengan hati-hati dan cermat," pungkasnya.

Namun, Kabid Humas belum bersedia menyebut identitas kedua tersangka dan jabatanya dalam seleksi penerimaan PPPK Kab Langkat tersebut.

"Besok ya," ucapnya.

Sebelumnya, penyidik Tipikor Ditreskrimsus Poldasu telah memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Kab Langkat Dr.H.Saiful Abdi, SH.SE.M.Pd.
Selain Kepala Dinas Pendidikan, penyidik Tipikor juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Eka Syahputra Depari S.STP.MAP.

Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan pengaduan peserta PPPK Kab Langkat yang mana seleksi penerimaan PPPK Kab Langkat Tahun 2023/2024 terjadi pengutipan uang.


Hal itu dikatakan AKP Riswanto saat menerima pendemo dari PPPK Kab Langkat di Mapoldasu, Rabu (13/3) siang.

"Penyidik Tipikor sudah memeriksa belasan saksi. Tentu itu dilakukan sebagai upaya mencari siapa yang jadi tersangka dalam kasus itu," tegasnya.


Menyusul terjadinya dugaan pengutipan uang dalam seleksi penerimaan PPPK di Kab Langkat, ratusan para peserta PPPK yang tidak lulus seleksi bolak-balik melakukan demo di Polda Sumut.

Dalam setiap aksi di Mapoldasu dan di Pemkab Langkat, aksi mereka didampingi kuasa hukum Muh Yusril Mahendra Butar-butar, advokasi sipil dan politik LBH Medan, dan menjadi orator dalam aksi itu.

Irwansyah salah seorang guru yang ikut demo mengatakan, sedikitnya 300 guru yang mendapat intimidasi dan pengancaman dari oknum-oknum kepala sekolah yang diduga suruhan dari Dinas Pendidikan.

Irwansyah mengatakan, banyak diantara peserta PPPK yang dinyatakan lulus tidak pernah masuk ke sekolah.

Mereka mencontohkan Diky Zulhamdi tidak pernah masuk kesekolah. Dia sekarang masuk setelah dinyatakan lulus. "Kami ada bukti absen dari dinas PUPR Pak," katanya.

"Syafrizal Dwipayana, tugas di Dinas Pendidikan Kab Langkat tapi di Dapodik mengajar di sekolah dasar Bulu Kempar Bahorok. Orang yang tidak pernah masuk diberikan nilai 9," jelasnya.


"Kami meminta kepada bapak polisi tolong tetapkan tersangka pak. Kalau tidak ada tersangka maka kejahatan-kejahatan akan terus berjalan di Kab Langkat," teriak para pendemo.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hadapi Gelombang Ekstrim Jelang Idulfitri, Polda Sumut Stand Bay Alat Berat di Titik Longsor dan Banjir
Buka Bulan Puasa, Polisi Razia Diskotik Blue Star Binjai, Puluhan Orang Positif Narkoba
Kasus Pungli PPPK di Kab Langkat-Madina dan Batubara, Poldasu Terkesan Tebang Pilih Penahanan Tersangka
Polda Sumut Berangkatkan 146 Mahasiswa Mudik Gratis Jakarta Ke Medan
Polda Sumut Terapkan Hukuman Mati Bandar Dan Pengedar Narkoba,  22 Pengedar Dituntut Mati - Sita Barang Bukti 1.3 Ton
Wanita NW Ditahan, Penjagaan Polda Sumut Diperketat
komentar
beritaTerbaru