Medan, MPOL-Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs
Gandi Parapat mengatakan,
Komjen Prof Rudy Heriyanto menjadi impian masyarakat luas untuk menggantikan
Kapolri Listyo pilihan Jokowi saat Presiden.
Baca Juga:
Dengan pergantian
Kapolri nantinya,
Gandi Parapat berharap berita buruk tentang dugaan Jokowi dalam hal kejahatan korupsi yang juga melibatkan anak dan menantu bisa terjawab.
Gandi menyebut pergantian KAPOLRI, PANGLIMA TNI, KAJAGUNG adalah hak Presiden tanpa perlu minta izin ke Wapres maupun mantan Presiden.
Walaupun
Komjen Prof Rudy Heriyanto keinginan atau pilihan masyarakat untuk segera menggantikan Sulistyo, bukan harus diterima Presiden Prabowo karena Prabowo tidak bisa dipengaruhi siapapun untuk kepentingan bangsa dan negara.
" Prabowo telah bertekad mengembalikan uang yang dicuri para pejabat untuk biaya hidup masyarakat Indonesia. Mari kita terus membantu Prabowo yang mempertaruhkan segalanya untuk bangsa dan negara negara", ujar
Gandi Parapat di Medan, Selasa (3/6/2025).
Dalam rencana pergantian KAPOLRI, lanjut Gandi, bisa saja Prabowo terpengaruh Jokowi dan bisa saja tidak suka dengan pilihan rakyat yaitu orang sekolahan, bisa saja terpengaruh kepada negoisasi DPR, karena DPR itu digelar raja negoisasi.
PMPHI Sumut menilai Presiden saat ini belum longgar bernafas masih tersumbat atau sesak nafas dengan kekuatan Jokowi.
"Jadi pesan kami kepada Presiden Prabowo agar jangan ragu-ragu menghabisi penghianat negara, apabila ragu maka keutuhan negara tidak terjamin, masyarakat lemah akan membantu melalui doa", katanya.
"Jadi Prabowo bisa mempertimbangkan
Komjen Prof Rudy Heriyanto yang dinilai atau keinginan masyarakat menjadi
Kapolri", tutup Gandi.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News