Kamis, 01 Oktober 2026

Sabam Manalu Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kapolri Suyudi, Dorong Polri Semakin Humanis dan Dekat dengan Masyarakat

Maju Manalu - Kamis, 01 Oktober 2026 20:28 WIB
Sabam Manalu Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kapolri Suyudi, Dorong Polri Semakin Humanis dan Dekat dengan Masyarakat
Ist
Sabam Manalu
Medan, MPOL-Ucapan selamat atas pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) disampaikan Ketua DPD F.SPTI-K.SPSI Sumatera Utara, Sabam Parulian Parsaoran Manalu, SE., MAP.

Baca Juga:

Tokoh yang akrab disapa Sabam Manalu berharap kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto dapat membawa semangat baru dalam memperkuat keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Sabam, pergantian pucuk pimpinan Polri merupakan momentum penting untuk memperkuat kesinambungan reformasi institusi sekaligus menjawab dinamika keamanan yang semakin kompleks.

"Saya mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas kepercayaan dan amanah yang diberikan sebagai Kapolri. Semoga beliau diberikan kekuatan, kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan tugas untuk menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Sabam Manalu yang juga Ketua Pengprov Pertina Sumut kepada media, Kamis (1/10/2026).

Ia menilai tantangan Polri saat ini tidak hanya berkaitan dengan kejahatan konvensional, tetapi juga berkembang ke berbagai bentuk kejahatan baru, termasuk narkotika, kejahatan digital, penipuan daring, perdagangan orang, pencucian uang dan kejahatan lintas negara.

Dalam pemaparan visi dan misinya di DPR, Suyudi juga menyoroti perkembangan ancaman tersebut. Ia menyebut rivalitas geopolitik, perang, kompetisi perdagangan dan teknologi, disinformasi, perubahan iklim hingga gangguan rantai pasok dapat berdampak terhadap ekonomi, ketenagakerjaan, kriminalitas dan stabilitas sosial. Di tingkat regional, kejahatan seperti cybercrime, online scam, perdagangan orang, pencucian uang dan narkotika juga semakin terkoneksi lintas yurisdiksi.

"Situasi sekarang menuntut Polri semakin adaptif. Keamanan bukan hanya soal bagaimana menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga bagaimana mencegah kejahatan, membangun rasa aman dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat serta dunia usaha," kata Sabam.

Dorong Penguatan Kepercayaan Publik

Sabam yang sekaligus Ketua Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan juga menekankan pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dan memiliki akses informasi yang sangat cepat melalui media sosial. Karena itu, kecepatan merespons laporan masyarakat harus berjalan seiring dengan profesionalitas, transparansi dan akuntabilitas.

Sebelumnya, Polri sendiri menekankan pentingnya menjadikan keluhan dan saran masyarakat sebagai sistem peringatan dini untuk memperbaiki pelayanan. Perkembangan citizen journalism dan media sosial membuat aspirasi publik menyebar semakin cepat sehingga tuntutan terhadap pelayanan kepolisian yang responsif dan transparan juga meningkat.

"Kepercayaan publik adalah modal penting bagi institusi kepolisian. Masyarakat harus merasakan bahwa ketika mereka datang melapor, mereka mendapatkan pelayanan yang cepat, adil dan profesional. Hukum harus hadir memberikan kepastian bagi semua pihak," ujar Sabam.

Ia juga mengapresiasi arah penguatan pendekatan humanis dalam penanganan berbagai persoalan keamanan, termasuk dalam menghadapi aksi penyampaian pendapat.

Polri pada akhir September 2026 menyatakan sedang menyiapkan perubahan pola penanganan demonstrasi dengan lebih mengedepankan pelayanan dan negosiasi agar penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib dan demokratis.

*Sumut Butuh Keamanan yang Kondusif*

Sebagai tokoh yang banyak bersentuhan dengan masyarakat, dunia pekerja, olahraga dan aktivitas kepelabuhanan di Sumatera Utara, Sabam menilai stabilitas keamanan memiliki hubungan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan keamanan yang kondusif merupakan salah satu fondasi bagi kelancaran aktivitas pekerja, pelaku usaha, distribusi barang, investasi dan kegiatan masyarakat lainnya.

"Sumatera Utara merupakan daerah dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Karena itu, keamanan dan kepastian hukum sangat penting agar masyarakat dapat bekerja dengan tenang, dunia usaha berjalan, dan aktivitas ekonomi tidak terganggu," kata Ketua Umum Parsadaan Toga Manalu Boru dohot Bere (PTMBB) se Indonesia itu.

Tantangan keamanan di Sumatera Utara juga masih terlihat dari penanganan kejahatan konvensional. Polda Sumut dan jajaran, misalnya, mencatat pengungkapan 441 kasus pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan dengan 485 tersangka sepanjang 14-27 September 2026.

Data Pusiknas Polri juga menunjukkan bahwa narkotika masih menjadi salah satu persoalan kriminalitas utama secara nasional. Pada Agustus 2026 tercatat 4.745 perkara narkoba dari total 39.164 laporan kejahatan yang masuk dalam data yang dihimpun Pusiknas.

Menurut Sabam, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya strategi kepolisian yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat pencegahan dan kolaborasi dengan masyarakat.

"Kita berharap kepemimpinan Kapolri yang baru mampu memperkuat sinergi antara Polri dengan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, pekerja dan seluruh elemen masyarakat. Keamanan adalah tanggung jawab bersama," tuturnya.

*Harapan untuk Kepemimpinan Suyudi*

Sabam berharap Kapolri Suyudi Ario Seto dapat melanjutkan berbagai agenda pembenahan yang telah berjalan di tubuh Polri sekaligus menghadirkan inovasi sesuai perkembangan zaman.

Ia menilai transformasi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pengawasan internal, pemberantasan narkotika, penanganan kejahatan siber serta pelayanan publik harus menjadi bagian penting dari penguatan institusi kepolisian.

"Harapan kami sederhana, Polri semakin profesional, semakin humanis, semakin dekat dengan masyarakat dan semakin tegas terhadap kejahatan. Hukum harus memberikan rasa keadilan dan kepastian bagi masyarakat," ujar Sabam.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh jajaran Polri di tingkat pusat hingga daerah dapat mendukung kepemimpinan Kapolri yang baru dengan semangat pengabdian dan menjaga soliditas institusi.

"Sekali lagi, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Semoga amanah dalam mengemban tugas, mampu menjawab tantangan zaman dan membawa Polri semakin dipercaya masyarakat. Selamat bekerja dan mengabdi untuk bangsa dan negara," pungkas Sabam Manalu.(*)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru