Padang Pariaman, MPOL - Diinisiatori Ny Hajjah Christanti Azis, isteri Bupati
Padang Pariaman, Dr John Kenedy Azis, SH,MH pekan lalu, telah 'dilaunching' kegiatan tahunan untuk mendongkrak budaya dan ekonomi lokal dengan label 100 festival di
Padang Pariaman.
Baca Juga:
Peluncuran 100
Festival Padang Pariaman itu, dicanangkan Bupati
Padang Pariaman Dr John Kenedy Azis SH, MH, dalam sebuah acara, sekaligus sosialisasi di Kantor Bupati, pekan lalu. "Pentingnya menggali kekayaan budaya lokal di setiap nagari sebagai sumber daya ekonomi baru menuju masyarakat sejahtera," ujar Bupati menyambut 100
Festival itu.
Selanjutnya mantan anggota DPR-RI dan Ketua Umum PKDP Indonesia itu, menyebut selama ini, pariwisata Sumbar lebih memprioritaskan keindahan alam. Potensi budaya dan potensi kuliner agak terabaikan, padahal cukup menarik.
"Kita punya, warisan budaya yang luarbiasa, jika dikemas dengan baik, dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat," tukas Bupati yang populer dengan panggilan JKA itu lagi.
Sementara itu, inisiator 100
Festival, Hajjah Christanti Azis menekankan, pelestarian budaya daerah, tidak cukup dengan niat baik saja, tetapi perlu ditindaklanjuti lewat program kongrit. Sebagai inisiator dan tim kurator, Nita prihatin terhadap minimnya perhatian terhadap budaya lokal yang sangat kaya,namun belum diangkat secara maksimal.
"Banyak pelaku budaya dan UMKM memerlukan ruang untuk berkreasi. Maka lewat 100
Festival ini, kita harapkan menjadi lahan dalam membangkitkan potensi warisan budaya leluhur," ujar Ketua Tim Penggerak PKK
Padang Pariaman itu.
Kabupaten
Padang Pariaman dengan 17 kecamatan, dan 103 Nagari, memiliki beragam keunikan. Baik budaya maupun kuliner. Juga sejumlah pasar tradisional tersebar di Nagari-nagari serta ibu kecamatan. Melalui pasar-pasar tradisional, juga bisa digerakan kegiatan wisata belanja. Misalnya, pada hari-hari pasar, masyarakat UMKM dapat menampilkan masing-masing kuliner khasnya. "Secara tidak langsung akan membangkitkan ekonomi kerakyatan," ungkap Christanti.
Ketua Dekranasda
Padang Pariaman ini, yakin, 100 festival, selain menggali potensi budaya, juga akan memunculkan destinasi wisata baru untuk tingkat nagari. Program ini, sekaligus mendorong perantau untuk pulang kampung, dalam spirit basamo membangun nagari.
Program berkelanjutan 100
Festival ini, direncanakan berlangsung sepanjang tahun, dengan mengkedepankan seluruh nagari di
Padang Pariaman. Diharapkan, kelak 100
Festival ini akan menjadi model nasional dalam revitalisasi budaya berbasis komunitas dan ekonomi kreatif.
Bulan depan, 10-12 Juli, akan mulai digelar kegiatan 100
Festival, lewat Pekan Budaya Daerah di Nagari Ketaping Batang Anai. Acara Baralek Gadang
Padang Pariaman itu, akan diisi dengan perlombaan Masak Gulai Baga, Pasambahan Adaik, Maanta Kampie Siriah, Bacarito Ninik Reno, serta Salawaik Dulang. "Alhamdulillah, Nagari Ketaping dipilih sebagai pelaksana 'Baralek Gadang', dan Inshaa Allah kami siap," ujar tokoh masyarakat Ketaping B Rangkayo Rajosampono.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani