Selasa, 17 Februari 2026

Tokoh HKBP Fredi Marbun Peringati Ephorus HKBP Prof Tinambunan

Alfiannur - Minggu, 02 November 2025 18:58 WIB
Tokoh HKBP Fredi Marbun Peringati Ephorus HKBP Prof Tinambunan
Tokoh Pergerakan dan Pemerhati HKBP Fredi Marbun
Jakarta, MPOL - Tokoh Pergerakan dan Pemerhati HKBP Fredi Marbun yang juga aktivis Toleransi dan Radikalis memenyampaikan surat terbuka, berupa sesuan moral dan teguran kepada kepemimpimpinan dan independensi Gereja HKPB, yang ditujukan kepada ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Viktor Tinambunan.

Baca Juga:
Surat teguran resmi yang disampaikan 27 Oktober 2025 dari Jakarta berisi antara lain:

1.Pendahuluan

Dengan penuh rasa tanggung jawab moral dan kecintaan terhadap gereja HKBP sebagai lembaga rohani dan sosial yang harus berdiri di atas prinsip keadilan, pelayanan, dan kebenaran Kristus, saya, Fredi Marbun, menyampaikan surat terbuka ini kepada Ephorus HKBP Pdt. Dr. Viktor Tinambunan.

Surat ini ditulis bukan sebagai bentuk perlawanan pribadi, melainkan sebagai suara nurani umat yang peduli terhadap arah kepemimpinan HKBP yang seharusnya menjaga netralitas,kemandirian, dan menjauh dari kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

2. Keprihatinan dan Poin-Poin Penegasan

1. Jangan Memperalat HKBP untuk Kepentingan Pribadi atau Kelompok HKBP adalah milik seluruh jemaat, bukan milik perseorangan, golongan, atau kelompok politik tertentu. Setiap tindakan dan kebijakan yang berpotensi menimbulkan kesan monopoli kekuasaan, penyalahgunaan wewenang, atau konflik kepentingan harus dihentikan segera.

2. Jangan Menganggap HKBP Sebagai Kepemilikan Pribadi


Posisi Ephorus adalah amanah yang bersifat temporer dan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan serta jemaat. Segala bentuk tindakan yang menunjukkan otoritarianisme, pembungkaman kritik, atau pengabaian aspirasi warga jemaat adalah bentuk penyimpangan dari semangat pelayanan Kristiani.

3. Hentikan Penghakiman terhadap Pendeta yang Tidak Sejalan
Setiap pendeta dalam HKBP memiliki hak teologis dan kebebasan pastoral selama tetap dalam koridor ajaran HKBP. Menghakimi, memindahkan, atau menyingkirkan pendeta karena perbedaan pandangan merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai kasih dan keadilan gerejawi.

4. Keterlibatan dalam Urusan PT. Toba Pulp Lestari (PT. TPL) dan Potensi Konflik Kepentingan

Keterlibatan pihak Ephorus dalam relasi atau kegiatan yang berkaitan dengan PT. Toba Pulp Lestari (PT. TPL) menimbulkan kekhawatiran dan dugaan adanya benturan kepentingan yang dapat mencederai independensi serta nama baik HKBP. Gereja seharusnya berdiri netral dan profetik, bukan menjadi bagian atau alat legitimasi bagi kepentingan korporasi yang berpotensi merugikan masyarakat adat maupun lingkungan.

5. Viktor Tinambunan Didesak Membereskan Persoalan Internal HKBP Sebelum Menyoroti PT. TPL

Fredi Marbun menegaskan bahwa sebelum mengeluarkan pernyataan terkait pihak eksternal seperti PT. TPL, Ephorus seharusnya lebih dahulu menyelesaikan persoalan internal HKBP, terutama penolakan pendirian gereja dan pelarangan beribadah di beberapa wilayah pelayanan HKBP.

6. Bereskan Moralitas dan Transparansi Keuangan HKBP
Ephorus diminta untuk bersikap jujur, terbuka, dan transparan dalam pengelolaan keuangan serta aset HKBP. Sudah saatnya seluruh iuran sentralisasi dan hasil pengelolaan aset gereja diumumkan secara terbuka kepada jemaat, agar kepercayaan umat terhadap lembaga gereja tetap terjaga.

7. Bereskan Konflik Internal dan Pembenahan Moral Pelayanan
Banyak konflik jemaat dalam tubuh HKBP terjadi karena perilaku dan sikap oknum pelayan yang tidak mencerminkan kasih Kristus. Ephorus harus segera melakukan pembenahan moral dan disiplin pelayanan agar HKBP kembali menjadi rumah iman yang damai dan bersatu.

3. Harapan dan Ajakan
Kami menyerukan agar HKBP dikembalikan kepada fungsinya sebagai gereja yang melayani, bukan dilayani, dan dijauhkan dari segala bentuk penyimpangan kekuasaan. Gereja harus menjadi ruang bagi kebenaran, keadilan, dan kasih bukan arena politik
internal atau kepentingan pribadi.


Kami juga mengajak seluruh pelayan dan jemaat HKBP untuk bersatu menjaga kemurnian dan kemandirian gereja dari segala bentuk pengaruh eksternal yang merusak nilai pelayanan Kristiani.


Penutup


Surat terbuka ini kami sampaikan sebagai bentuk cinta kasih terhadap HKBP dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari umat yang ingin melihat gereja tetap menjadi terang dan garam dunia. Semoga saudara Ephorus membuka hati dan pikiran untuk menerima kritik ini dengan kerendahan hati demi kepentingan. (fitri)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru