Medan, MPOL -Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT
Hutama Karya (Persero) bergerak cepat menangani bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah ruas jalan nasional di Provinsi Sumatra Utara.
Baca Juga:
Penanganan tanggap darurat dilakukan untuk membuka kembali akses jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terhambat. Ucap Executive Vice President Sekretaris Perusahaan
Hutama Karya,Mardiansyah, di Jakarta, Rabu ( 14 /1/26)
Tercatat, aksi cepat tanggap Kementerian PU bersama
Hutama Karya telah berjalan sejak awal Desember2025 yang masih berlangsung hingga saat ini untuk membantu warga terdampak agar dapatberaktivitas normal kembali.Fokus Pemulihan Akses Jalan Tarutung–Sibolga di Sumatra Utara,
Hutama Karya dipercaya Kementerian PU untuk menangani satu pakettanggap darurat sektor Bina Marga, yaitu pada ruas Tarutung–Sibolga, yang mencakupwilayah Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, DolokNauli, hingga Kecamatan Sitahuis.
Ruas ini merupakan jalur strategis yang menghubungkanwilayah Tapanuli Utara, sebagian Tapanuli Tengah, Kota Sibolga dan sekitarnya dengan KotaSibolga dan sekitarnya. Ruas akses jalan yang dilakukan pemulihan aksesnya tersebutmemiliki total panjang 69 KM.
Hutama Karya telah mengerahkan 72 personil yang terdiri dari tim pelaksana,HSE, operator, serta tenaga pendukung lainnya. Penanganan didukung oleh berbagai alatberat, antara lain excavator PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, smoothvibro roller, alat bor log, steel sheet pile, trado trailer, guna mendukung pembukaan akses danpengamanan ruas jalan terdampak. Pembukaan akses jalan terdampak ini dilakukan denganjuga memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar guna mengutamakan keselamatanwarga dan pengguna jalan.Selama proses penanganan, tim di lapangan menghadapi tantangan berupa kondisi cuacayang tidak menentu serta medan yang cukup berat. Untuk itu,
Hutama Karya menyesuaikanmetode kerja dan penempatan alat berat secara bertahap, disertai pengamanan area kerja danpengaturan lalu lintas sementara. Langkah ini dilakukan agar pembukaan akses jalan tetapberjalan aman, sekaligus membantu masyarakat dan pengguna jalan kembali beraktivitasdengan lebih nyaman.Dalam pelaksanaan penanganan, pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembersihan badanjalan dari material longsoran, pelebaran badan jalan, pembukaan akses jalan yang tertimbunlongsor, pekerjaan galian dan pembukaan saluran aliran air di sekitar area masuk jembatan,pemasangan safety line, serta pembuatan matras pada sejumlah titik rawan. Selain itu,
Hutama Karya juga melaksanakan pengambilan data LiDAR dan soil investigation di 103 titik sebagai bagian dari pemetaan kondisi lapangan untuk mendukung penanganan lanjutan.
"Dalam situasi darurat, Kementerian PU bergerak cepat bersama
Hutama Karya untukmengambil mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi terdampak untuk membuka kembaliakses jalan. Langkah ini dilakukan agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapatkembali berjalan secara bertahap," ujar Mardiansyah
Seiring dengan berjalannya penanganan tanggap darurat, akses pada ruas Tarutung–Sibolgakini berangsur pulih dan dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Kondisi inimemberikan manfaat langsung, khususnya dalam mendukung mobilitas harian, aktivitasekonomi, serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak.
"Penanganan darurat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan
Hutama Karya dalam memperkuat ketahanan infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana. Pembukaan kembaliakses menjadi langkah awal sebelum dilakukan penanganan yang lebih permanen, serta akanterus diikuti dengan koordinasi bersama pemerintah untuk memastikan infrastruktur jalan diSumatra Utara semakin aman dan andal," tutupnya ( ina/r)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan