Jakarta, MPOL -Sebuah kisah haru terukir di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, menyusul kepulangan seorang pemuda bernama Dandi Sitanggang (26) yang sempat terdampar dan bekerja dalam kondisi sulit di Kamboja.
Baca Juga:
Kepulangannya ke tanah air tidak terlepas dari peran aktif Anggota DPD RI asal Sumatra Utara (Sumut), Pdt.
Penrad Siagian, yang memfasilitasi proses pemulangan warga binaannya tersebut.
Dandi Sitanggang, warga Bandar Baru itu, pergi meninggalkan rumah pada bulan Mei 2024 tanpa sepengetahuan keluarganya. Kepergiannya diselimuti tanda tanya hingga akhirnya diketahui ia berada di Kamboja.
Awal perjalanannya ke Kamboja, Dandi mengaku tergiur bekerja di sebuah perusahaan yang ditemukannya melalui Facebook. Namun, ia justru bekerja di perusahaan yang bergerak dalam skema penipuan daring (scam).
"Setelah 5 bulan bekerja, saya dikeluarkan karena tidak menghasilkan. Saya diberi dua pilihan, dijual atau dipulangkan. Saya memilih dipulangkan," ungkap Dandi saat tiba di kampung halamannya, Rabu, 25 Maret 2026.
Namun, proses kepulangannya tidak mudah. Dandi sempat terkatung-katung di bandara karena biaya untuk pulang ke Indonesia tidak memadai.
Ia kemudian bertemu dengan warga negara Indonesia yang membantunya bekerja di perusahaan lain dengan gaji 300 dolar AS, sebelum akhirnya berpindah bekerja di sebuah rumah makan hingga akhirnya bisa kembali ke Indonesia.
Keluarga yang ditinggalkan pun tak henti berdoa. Ibu Dandi, Rahmawati Silalahi, menceritakan kegelisahan yang mereka alami.
"Dandi pergi tanpa bicara atau permisi. Kami keliling kampung, ke Medan, bahkan melapor ke polisi. Ternyata dia sudah pergi ke Kamboja," tuturnya.
Ketua Runggun
GBKP Bandar Baru, Pdt. Manase Sembiring, menambahkan bahwa pihak keluarga datang meminta pertolongan dan doa pada tahun 2024 karena kehilangan kontak dengan Dandi. Kondisi ini membuat keluarga benar-benar khawatir.
Proses pemulangan Dandi berjalan setelah adanya komunikasi intensif antara pihak gereja dengan Anggota DPD RI, Pdt.
Penrad Siagian.
Berdasarkan informasi, Dandi masuk ke Kamboja secara ilegal, sehingga tidak memiliki paspor dan visa tinggal. Kepulangannya pun sempat mengalami kesulitan lantaran telah overstay selama lebih dari 2,5 tahun.
Ia pun akhirnya dikenakan denda ratusan juta rupiah apabila dipulangkan ke Indonesia.
Sekretaris Klasis Sibolangit sekaligus Pendeta
GBKP Runggun Bandar Baru, Pdt. Meri Br. Ginting, menjelaskan bahwa pada Natal 2025, ia mendengar curahan hati dari ibu Dandi.
"Saya bilang, mari kita coba, Tuhan akan berikan jalan. Saya berkomunikasi dengan Pdt. Sry Sulastri Br. Ginting, Ketua Klasis
GBKP Barus Sibayak, lalu kami dihubungkan dengan Pdt.
Penrad Siagian. Dari situlah perjalanan kami berjuang untuk memulangkan Dandi," tuturnya.
"Terima kasih untuk Pdt.
Penrad Siagian atas bantuannya kepada salah satu jemaat kami, Dandi Sitanggang. Peristiwa kepulangan Dandi ini benar-benar menjadi kesaksian hidup bagi kami, keluarga, dan runggun gereja bahwa ketika kita benar-benar percaya kepada Tuhan Yesus, ia akan selalu membuka jalan," ucap Pdt. Meri menambahkan.
Atas bantuan yang diberikan, Ayah Dandi, Saut Sitanggang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pdt.
Penrad Siagian, yang sudah membantu kepulangan anak kami, Dandi Sitanggang. Terima kasih pendeta, semoga diberikan kesehatan, panjang umur, dan keluarga semakin diberkati Tuhan," ucapnya dengan haru.
Apresiasi juga datang dari jajaran Gereja Batak Karo Protestan (
GBKP) setempat. Ketua Klasis
GBKP Sibolangit, Pdt. Lia Br. Sembiring, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh
Penrad Siagian.
"Kami BPMK dari Klasis Sibolangit mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Pdt.
Penrad Siagian yang sudah membantu salah satu jemaat kita. Kami bersyukur dengan bantuan bapak. Semoga pelayanan yang bapak lakukan dapat terus membantu orang-orang yang membutuhkan," ungkapnya.
Menanggapi ucapan terima kasih dan haru dari keluarga serta jemaat, Anggota DPD RI Pdt.
Penrad Siagian menyatakan bahwa kepulangan Dandi adalah wujud nyata dari tanggung jawab moral dan pelayanannya kepada masyarakat.
"Ini adalah bagian dari panggilan dan tugas saya untuk membantu warga Sumatra Utara yang sedang mengalami kesulitan, di mana pun mereka berada. Saya bersyukur prosesnya bisa berjalan lancar sehingga Dandi dapat kembali berkumpul dengan keluarganya," kata Penrad dalam keterangan resminya, Sabtu, 28 Maret 2026.
"Saya berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama anak-anak muda, agar lebih berhati-hati dalam memilih tawaran pekerjaan dari luar negeri yang belum jelas keabsahannya," sambung Pdt. Penrad.
Penrad juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara keluarga, pihak gereja, dan berbagai pihak yang telah bahu-membahu dalam proses pemulangan Dandi.
"Saya melihat ini bukan sekadar kepulangan seorang anak, tetapi juga sebuah kesaksian iman dan kebersamaan. Semoga ke depan, kita semua semakin peduli dengan sesama yang membutuhkan uluran tangan," pungkasnya.
Kepulangan Dandi Sitanggang pun menjadi momen syukur yang mendalam bagi keluarga dan warga Bandar Baru, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya tawaran pekerjaan ilegal di luar negeri.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News