Jumat, 27 Februari 2026

Siswa SMP Sultan Iskandar Muda Belajar Memahami Keberagaman Bersama Kelompok 10 Tanpa Intoleransi

Marini Rizka Handayani - Minggu, 30 November 2025 19:54 WIB
Siswa SMP Sultan Iskandar Muda Belajar Memahami Keberagaman Bersama Kelompok 10 Tanpa Intoleransi
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 10 “Tanpa Intoleransi” mengadakan sosialisasi bertema “Tanpa Intoleransi: Pencegahan Sikap Intoleransi di Lingkungan Sekolah di Tengah Keberagaman Sesuai dengan Sila Pancasila” di SMP Sultan Iskandar Muda, Medan, Sabtu (25/10/2025). 
Medan, MPOL - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 10 "Tanpa Intoleransi" mengadakan sosialisasi bertema "Tanpa Intoleransi: Pencegahan Sikap Intoleransi di Lingkungan Sekolah di Tengah Keberagaman Sesuai dengan Sila Pancasila" di SMP Sultan Iskandar Muda, Medan, Sabtu (25/10/2025).

Baca Juga:
Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum Kegiatan MKWK Universitas Sumatera Utara Semester Ganjil 2025 merupakan program pembelajaran yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai nilai kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, sosialisasi yang dilaksanakan di SMP Sultan Iskandar Muda diikuti oleh siswa dari tiga kelas berbeda, dengan jumlah rata-rata sekitar 37 peserta di setiap kelas. Sebanyak 20 mahasiswa lintas program studi terlibat sebagai pelaksana kegiatan. Program ini dalam pengawasan dan bimbingan dari dosen fasilitator, Dr. Gustianingsih, M.Hum., dan mentor proyek, Kirei Yofani.


Penyerahan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMP Sultan Iskandar Muda oleh Kelompok 10 MKWK Tanpa Intoleransi (25/10/2025). (Ist)

Berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus intoleransi di Indonesia, mahasiswa merancang kegiatan ini sebagai langkah preventif melalui edukasi kepada generasi muda. Materi disampaikan menggunakan metode penyuluhan yang ramah dan komunikatif, dikemas dengan penyesuaian terhadap usia siswa SMP. Pendekatan disertai permainan edukatif dan pemberian hadiah untuk menjaga keterlibatan siswa, yang terbukti efektif menjaga suasana tetap antusias. Berdasarkan pengamatan selama berlangsungnya kegiatan, siswa yang sebelumnya lebih banyak diam mulai menunjukkan interaksi positif serta meningkatnya sikap saling menghargai dalam diskusi kelompok.

Antusiasme siswa tampak dari tanggapan langsung yang diberikan setelah sesi penyuluhan. Salah satu siswi, Yumiko Kenisha, menyampaikan kesannya seraya tersenyum, "Kegiatannya seru abis, kakak dan abangnya asik!." Respons tersebut mencerminkan bahwa metode pendekatan yang digunakan berhasil menyentuh cara berpikir peserta dengan cara yang ringan namun bermakna.

Pihak sekolah turut menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Kepala Sekolah SMP Sultan Iskandar Muda, Ibu Dian Yusmida, S.E., M.M. yang juga merupakan alumni Universitas Sumatera Utara, secara langsung menyampaikan apresiasi dan berharap inisiatif serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa yang berwawasan kebangsaan dan menghargai keberagaman.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa yang terlibat. Mereka memperoleh pengalaman langsung dalam penyusunan strategi edukasi publik, penguatan kemampuan berbicara di depan umum, serta kerja tim dalam merancang program berbasis kebutuhan masyarakat. Rencananya, tim akan menjajaki penyusunan modul sederhana tentang toleransi yang dapat digunakan oleh pihak sekolah sebagai bahan pendukung pembelajaran karakter serta sebagai contoh model kegiatan MKWK berbasis proyek yang dapat direplikasi pada pengabdian masyarakat berikutnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Sumatera Utara membuktikan bahwa proses edukasi berbasis nilai dapat dikemas secara kreatif dan kolaboratif, menghasilkan dampak positif baik bagi masyarakat sekolah maupun pengembangan kompetensi mahasiswa. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai proyek perkuliahan, tetapi menjadi awal gerakan berkelanjutan dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan sesuai dengan semangat Pancasila.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru