Senin, 12 Januari 2026

UINSU Medan Tetap Kejar Rekognisi Internasional 2026

Baringin MH Pulungan - Minggu, 11 Januari 2026 19:59 WIB
UINSU Medan Tetap Kejar Rekognisi Internasional 2026
Rektor UINSU Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag
Medan, MPOL - Tidaklah berlebihan jika tahun 2025 disebut sebagai tahun penuh prestasi bagi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan. Ungkapan ini bukan isapan jempol belaka, melainkan didukung oleh berbagai capaian dan bukti nyata. Tentu saja, capaian ini tidak datang dengan mudah. Ada proses panjang dan usaha yang sungguh-sungguh dibaliknya, dan yang paling penting dari semuanya adalah konsistensi.

Baca Juga:

Sejak amanah sebagai Rektor ini kami pegang, bersama pimpinan lainnya, kita bertekad untuk bekerja keras dan mengerahkan kemampuan yang ada untuk kemajuan UINSU Medan. Dukungan dari sivitas akademika, guru besar, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiwa sangat kuat dirasakan sampai saat ini.


Dukungan serupa juga datang dari pengguna (user), stakeholder, dan mitra kerja UINSU Medan. Semua dukungan tersebut menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan pimpinan universitas bahwa cita-cita bersama dapat diwujudkan. Tidak kalah penting, support dan perhatian dari Kementerian Agama (Kemenag) RI menjadi kunci sekaligus faktor penentu dalam mendorong kemajuan UINSU Medan.


Sebelum tahun 2023, dalam konteks Akreditasi Program Studi, kita bisa menghantarkan Program Studi Unggul (kala itu peringkat A) sebanyak 7 Program Studi dari 61 Program Studi S1, S2 dan S3. Realitas ini semakin meyakinkan kami, bahwa peningkatan status akreditasi menjadi program utama karena ini terkait langsung dengan kepentingan mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.
Bahkan alat ukur keberhasilan sebuah perguruan tinggi baik dalam hal tata kelola maupun pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tercermin dari peringkat akreditasi yang diraih dari lembaga akreditasi nasional maupun internasional.


Beberapa prestasi yang perlu kami catatkan di sini dalam bidang akademik sebagai berikut: Pertama, pada tahun 2024, UINSU Medan berhasil meraih peringkat Unggul untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Sebelumnya peringkat UINSU adalah B.


Kedua, sampai Desember 2025, jumlah Program Studi Unggul di UINSU Medan sebanyak 28 Program Studi. Belum termasuk tiga Program Studi yang asesment lapangannya pada tahun 2025, namun sampai saat ini hasilnya belum diterbitkan BAN-PT. Dengan penuh harapan kepada Khalik, jika Allah izinkan 2 saja dari 3 Program Studi tersebut mendapatkan unggul, maka capaian akreditasi UINSU Medan sudah sampai 50 % unggul dan itu dicapai dalam rentang waktu lebih kurang 3 tahun. Sebuah prestasi yang tidak mudah.


Ketiga, Implikasi dari capaian di atas, ditambah perhatian penuh UINSU Medan untuk mengembangkan program-program universitas yang berbasis pada pemenuhan SDGs, UINSU Medan mencatatkan dirinya sebagai salah satu dari 2 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berhasil menembus Times Higher Education (THE). Pada tahun 2025, ada 71 Universitas di Indonesia yang mendapatkan posisi pada THE Impact Rankings dan ada PTKIN yang masuk yaitu UIN Raden Intan Lampung dan UINSU Medan.
Menariknya capaian ini menjadi titik balik bagi PTKIN seluruh Indonesia untuk fokus pada pencapaian perangkingan dunia berbasis SDGs.


Keempat, memasuki awal tahun 2026, UINSU Medan meraih capaian yang membanggakan melalui posisi yang berhasil diraih dalam Science and Technology Index (SINTA).


SINTA Score adalah satu sistem perangkingan yang melihat produktifitas riset dan jumlah publikasi di SINTA. UINSU Medan berhasil menempatkan dirinya pada urutan ke-3 nasional, setelah UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebagaimana dikatakan Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA Posisi di SINTA menunjukkan kuatnya budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan PTKIN.


Kelima, sangat membanggakan bagi UINSU Medan, ternyata Program-Program Studi di lingkungan UINSU Medan dapat berkiprah di pentas nasional. Bahkan dalam tingkat tertentu, UINSU Medan menjadi penjaga martabat di lingkungan PTN di Indonesia.
Sebut saja misalnya, Program Studi Bahasa Arab berada pada urutan pertama SINTA Score di lingkup PTKIN dan berada pada posisi ke-3 nasional setelah Universitas Negeri Malang dan Universitas Pendidikan Indonesia yang keduanya adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN).


Selanjutnya, Program Studi Manajemen FEBI UINSU Medan berada pada peringkat ke-3 nasional setelah Universitas Pamulang, Universitas Telkom pada urutan 1 dan 2. Ini menunjukkan UINSU Medan memiliki kemampuan lebih untuk mengelola Program Studi umum dan bersaing dengan PTN dan PTS lainnya.


Demikian juga Program Studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) berada pada urutan Pertama melampaui UIN Raden Fatah Palembang dan UIN RIL (lampung). Bahkan Manajemen Pendidikan Islam jenjang S3 berada pada urutan pertama dan dibawahnya ada Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon dan UIN RIL (Lampung).


Kelima, Pada tahun 2023 awal, jumlah Guru Besar UINSU Medan sebanyak 26 orang. Sebenarnya dalam konteks PTKIN, posisi ini sudah baik dan berada pada lima besar nasional. Namun kala itu, pertumbuhan Guru Besar belum sesuai harapan. Barulah kemudian, pada saat itu, kami sebagai Kepala Perpustakaan UINSU Medan berhasil meraih Guru Besar.


Sejak saat itu ada dorongan yang cukup besar di kalangan dosen untuk mempersiapkan dirinya meraih Guru Besar. Menariknya, angin motivasi ini berhembus sangat kencang di kalangan dosen muda dan dosen-dosen senior.


Lebih kurang 3 tahun, Guru Besar UINSU Medan saat ini berjumlah 70 orang Guru Besar dari berbagai bidang ilmu. Jauh lebih penting dari itu semua, hasrat dan semangat berprestasi juga publikasi menjadi semangat kolektif bagi dosen-dosen UINSU Medan saat ini.
Keenam, Dari sisi Publikasi artikel di jurnal bereputasi UINSU Medan masih berada pada 10 besar PTKIN di Indonesia. Sampai saat ini jumlah publikasi paper Scopus UINSU Medan baru 491 papers.


Jumlah ini terus bergerak naik. Ada keinginan besar UINSU Medan untuk terus mendongkrak capaian scopusnya tidak saja melewati angka 500 dengan jumlah dosen lebih kurang 600 orang bahkan sampai pada angka 1000. Bagaimanapun tidak bisa dipungikiri, jumlah paper scopus juga terkait dengan jumlah dosen yang ada. UINSU optimis, trend publikasi ilmiah di jurnal bereputasi terus mengalami peningkatan yang signifikan.


Ketujuh, beberapa dosen dan mahasiswa UINSU Medan telah mendapatan rekognisi internasional dalam berbagai bidang. Sebut saja misalnya, Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Maryati Salmiah M.Hum, terpilih untuk mengikuti program Pertukaran Internasional 21st Century Skill di Amerika Serikat. Dosen FKM Shafran Ar-Razy dan Dosen FITK Ahmad Amin Delimunthe mengikuti pelatihan international di India melalui Program Beasiswa Pemerintah India.


Dosen FEBI Irwan Fadli mendapatkan berbagai pengakuan dunia internasional seperti dipercaya sebagai Juri Internasional pada QS Reimagine Education Awards 2025, juri internasional di Malaysia dan pengakuan lainnya.


Demikian juga dengan prestasi mahasiswa, sebut saja misalnya mahasiswa UINSU Medan terpilih menjadi Google Student Ambassador 2025. Mahasiswa FKM raih medali perak dalam ajang international Youth Excursion Network 2025, serta prestasi lainnya.
Capain-capaian di atas menunjukkan komitmen UINSU Medan untuk terus meningkatkan prestasinya terutama dalam bidang akademik sebagai core bisnis utama PTKIN. Fokus UINSU Medan tetap pada peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang diharapkan dapat memberi dampak pada kehidupan keagamaan masyarakat yang lebih baik dan maslahat.


Kendati demikian, capaian prestasi tersebut bukan berarti UINSU Medan abai terhadap mutu lulusan. Justru tugas utama UINSU Medan melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi penuh dalam bidang ilmu dan skill yang digelutinya, berintegritas dan berakhlak mulia.


Dalam satu tarikan nafas yang sama, PTKIN dan tentu saja UINSU Medan sebagai garda terdepan Kementerian Agama, harus menjadi lembaga yang paling fasih dalam menterjemahkan kebijakan-kebijakan Kemenag. Sebut saja misalnya implementasi Kurikulum Cinta, Ekoteologi, Kerukunan dan Toleransi.


Hal ini tetaplah menjadi program yang terus dibumikan sehingga berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Tentu saja Kemenag berdampak hanya dapat diukur sejauh mana lembaga-lembaga atau instansinya, keberadaan dan kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas.


Namun sebagai Perguruan Tinggi Islam, UINSU Medan juga harus terus berbenah. Perangkingan dunia dan juga tujuannya Rekognisi Internasional tetap menjadi tolok ukur bagi keberhasilan lembaga pendidikan tinggi. Sebab itu, setelah menutup tahun 2025 dengan berbagai macam prestasi, UINSU Medan tetap bertekad untuk berprestasi di tahun 2026.


Fokus utamanya adalah peningkatan pengakuan atau rekognisi internasional yang pada gilirannya UINSU Medan menjadi Destinasi Studi Islam di dunia dan setidaknya di kawasan Asia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru