Kamis, 22 Januari 2026

Taput Akan Terapkan Proses Belajar Mengajar SD dan SMP Lima Hari Sekolah

Darwin Manalu - Selasa, 20 Januari 2026 13:05 WIB
Taput Akan Terapkan Proses Belajar Mengajar SD dan SMP Lima Hari Sekolah
Ist
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taput.
Taput, MPOL -Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan segera menerapkan proses belajar mengajar bagi pelajar SD dan SMP.

Baca Juga:
Sebelumnya sudah diterapkan dengan sampel 15 sekolah SD dan SMP tersebar di Tarutung, Siatas Barita, Pangaribuan, Sipahutar dan Sipoholon.

Dalam waktu dekat 200 sekolah SD dan SMP akan melaksanakan proses pembelajaran 5 (lima) hari sekolah dari Senin- Jumat.

Namun sebelum diluncurkan , pihak sekolah harus terlebih dahulu melakukan sosialisasi serta rapat dengan orang tua dan komite sekolah.

" Masa pembelajaran lima hari merupakan program pemerintah, " ukar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar SD dan SMP Jeffry Lubis, diruang kerjanya Selasa (20/1/2026).

Nantinya data dari 200 sekolah tersebut yang akan melaksanakan lima hari pembelajaran tergantung kesepakatan hasil rapat antara komite dan orangtua.

" Dihunjuknya 200 sekolah yang melakukan penerapan lima hari pembelajaran berdasarkan penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG), "
ungkap Jeffry didampingi salah satu Kasi Anwardy Situmorang

200 sekolah itu penerima MBG dan juga 15 sekolah sebelumya, dan memang disarankan agar para orang tua tidak lagi terbebani menyediakan makan siang anaknya dikarenakan jadwal pulang sekolah yang akan bergeser.

Dengan pemadatan materi pembelajaran berhubung Sabtu tidak sekolah, pelajar SD kelas 1-3 yang sebelumnya pulang pada pukul 10 30 Wib bergeser ke pukul 12.00 Wib.

Demikian juga kelas 4-6 SD dari sebelumnya pulang pukul 12.00 Wib akan bergeser ke pukul 14.00 Wib.

Sedangkan untuk kelas 1-3 SMP akan pulang sekolah dari sebelumnya sekitar pukul 13.00 Wib menjadi 14.30 Wib.

" Nantinya pihak penyedia MBG akan menyesuaikan pengantaran makanan ke sekolah penerima manfaat dan memang juga program MBG pada Sabtu tidak berjalan," ungkapnya seraya menyebut program MBG bukan faktor pelaksanaan lima hari sekolah.

Jeffry mengatakan manfaat yang diharapkan dari pembelajaran lima hari, akan meningkatkan kualitas pembinaan karakter anak serta penguatan hubungan emosional anak dan orang tua.

" Hari Sabtu akan menjadi ruang interaksi antara anak dan orang tua, libur bukan berarti menjadi ajang semakin merajalela menggunakan Android tanpa terkontrol, akan tetapi kita minta sekolah melakukan penugasan kepada anak untuk penguatan karakter," paparnya.

Penambahan sekolah untuk program lima hari sekolah tentunya melalui proses serta melihat output 15 sekolah yang telah melaksanakan.

" Kita telah polling ke responden 1.415 , hasilnya 80 persen sangat setuju berlanjut , 15 persen tidak setuju, 5 persen apatis. Artinya mayoritas ini setuju dilanjutkan," tambahnya.

Jeffry pun berharap nantinya tetap kesepakatan orang tua, komite dan sekolah menjadi dasar pelaksanaan belajar lima hari.

Lanjutnya, kita tetap monitor melalui grup serta turun ke sekolah secara langsung Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru