Minggu, 01 Februari 2026

Hadirkan Akademisi Unimed Sebagai Narasumber, YPHK Laksanakan Diklat Guru Wujudkan Pembelajaran Mendalam

Redaksi - Sabtu, 31 Januari 2026 16:42 WIB
Hadirkan Akademisi Unimed Sebagai Narasumber, YPHK Laksanakan Diklat Guru Wujudkan Pembelajaran Mendalam
Ist
Akademisi Unimed foto bersama usai kegiatan.
P.Siantar, MPOL— Yayasan Putri Hati Kudus (YPHK) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Diklat Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi guru-guru Asisi pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29–30 Januari 2026 di Aula SMP/SMA Asisi Siantar.

Baca Juga:

Sebanyak 107 guru dan kepala sekolah dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan YPHK mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan gembira. Peserta berasal dari TK Asisi Balige, TK Asisi Pakkat, TK Asisi Tebingtinggi, TK Asisi Siantar, TK Santa Maria Siantar, SD Asisi Siantar, SD Asisi Tigadolok, SMP Asisi Siantar, serta SMA dan SMK Asisi Siantar. Kehadiran para pendidik dari berbagai jenjang tersebut mencerminkan semangat bersama untuk terus belajar, bertumbuh, dan beradaptasi dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Untuk memperkuat kualitas substansi diklat, YPHK secara khusus mengundang dua akademisi dari Universitas Negeri Medan, yakni Dr. Dionisius Sihombing, S.Pd., M.Si. dan Mangaratua M. Simanjorang, PhD, sebagai narasumber. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memberikan penguatan konseptual sekaligus praktis agar guru-guru di unit sekolah YPHK mampu melaksanakan tugas pendidikan secara berkesadaran, menggembirakan, dan bermakna, sehingga berdampak nyata pada peningkatan kualitas peserta didik.

Diklat ini merupakan gelombang kedua, setelah sebelumnya gelombang pertama dilaksanakan bagi guru-guru Asisi jenjang TK, SD, dan SMP di wilayah Kerinci dan Kota Batak, dipusatkan di Gedung SMP Asisi Kota Batak, Kampar, Riau. Rangkaian diklat ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan YPHK dalam menyiapkan sekolah-sekolah Asisi agar semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada mutu.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan etos kerja profesional guru serta pemahaman mendalam mengenai pendekatan pembelajaran deep learning. Selain itu, diklat juga membahas secara komprehensif perencanaan pembelajaran, pelaksanaan asesmen, serta penyelarasan proses pembelajaran dengan profil lulusan yang diharapkan pemerintah, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai inti YPHK, yakni Beriman, Bersaudara, Berkorban, Setia, Terbuka, dan Menghargai (BerBebes TeaM).

Dalam pemaparannya, Dr. Dionisius Sihombing menegaskan bahwa etos kerja profesional merupakan fondasi utama dalam membangun mutu pendidikan. Menurutnya, profesionalisme guru tidak hanya diukur dari penguasaan materi ajar, tetapi juga dari integritas, disiplin, komitmen terhadap kualitas, kemampuan reflektif, serta kesiapan untuk terus belajar dan berinovasi.

"Guru dengan etos kerja yang kuat akan mampu membangun budaya belajar yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik secara utuh, berdampak luas bagi pembangunan negeri. Dari kemajuan sekolahlah kemajuan pribadi dan negeri bisa terwujud, tegas Dr. Dion. Karenya Dr. Dion Ia mengajak para guru Asisi untuk terus memurnikan spirit dan panggilan profesi keguruan sebagai karya pemuliaan manusia. Menjadi guru, lanjutnya, adalah profesi yang mulia bukan semata-mata karena aspek kesejahteraan material, melainkan karena orientasinya pada pembentukan martabat dan kemanusiaan peserta didik. Meski demikian, Dr. Dion berharap yayasan tetap memikirkan kesejahteraan guru sesuai kemampuan yang ada, seiring dengan komitmen bersama dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu kepada masyarakat.

Sementara itu, Mangaratua M. Simanjorang, PhD menyampaikan materi komprehensif terkait pemaknaan dan implementasi deep learning dalam pembelajaran di sekolah. Mangara menekankan bahwa deep learning bukan sekadar metode, melainkan pendekatan pembelajaran yang mendorong pemahaman konseptual yang mendalam, pengembangan berpikir kritis, kolaborasi, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Dalam sesi praktik, Mangara juga membimbing para guru menyusun perencanaan pembelajaran berbasis deep learning serta merancang dan melaksanakan asesmen autentik secara sistematis.

Dalam sambutan pembuka, Ketua Yayasan Putri Hati Kudus, Sr. Maximiliana Galingging, FCJM, menegaskan bahwa diklat ini memiliki nilai strategis bagi seluruh sekolah di bawah naungan YPHK. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh mengenai konsep dan implementasi deep learning agar dapat diterapkan secara konsisten di sekolah-sekolah Asisi. Dengan penerapan yang tepat, yayasan berharap mutu pendidikan YPHK semakin meningkat dan mampu menjawab harapan orang tua, masyarakat, serta tuntutan perkembangan zaman.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan diklat berlangsung interaktif dan partisipatif. Para guru terlibat aktif dalam diskusi, berbagi praktik baik pembelajaran, serta melakukan refleksi dan evaluasi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini dijalankan. Melalui diklat ini, YPHK optimistis budaya belajar bermutu dan berkelanjutan di sekolah-sekolah Asisi akan semakin menguat. Wakil dari peserta, Albertin Situmorang (Kepala SMP Asisi Siantar) berucap bahwa Diklat ini sangat dibutuh, dipercaya dapat memperbaiki kinerja guru dan kinerja sekolah. Karenanya peserta yang dilatih berkomitmen memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah kedepannya demi kualitas lulusan di sekolah -sekolah Asisi dibawah naungan YPHK.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru