Rabu, 11 Februari 2026

YPHK Laksanakan Diklat Guru Gelombang III, Perkuat Pembelajaran Mendalam di Sekolah Asisi Medan

Dua Akademisi Unimed Dihadirkan Sebagai Narasumber
Redaksi - Minggu, 08 Februari 2026 18:00 WIB
YPHK Laksanakan Diklat Guru Gelombang III, Perkuat Pembelajaran Mendalam di Sekolah Asisi Medan
Ist
Peserta foto bersama nara sumber usai pelaksanaan Diklat.

Medan, MPOL -Yayasan Putri Hati Kudus (YPHK) kembali melanjutkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Diklat Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Gelombang III bagi guru dan kepala sekolah unit Asisi.

Baca Juga:
Kegiatan ini dilaksanakan pada 6–7 Februari 2026 dan dipusatkan di Aula Sekolah Asisi, Jalan Anggrek, Medan.

Sebanyak sekitar 80 guru dan kepala sekolah dari TK Medan, TK Tanjung Balai, SD Medan, dan SMP Medan mengikuti diklat dengan antusias. Partisipasi lintas jenjang ini menegaskan semangat kolektif para pendidik YPHK untuk terus bertumbuh, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.

Untuk memperkuat substansi kegiatan, YPHK menghadirkan dua akademisi dari Universitas Negeri Medan sebagai narasumber, yakni Dr. Dionisius Sihombing, S.Pd., M.Si. dan Mangaratua M. Simanjorang, PhD. Kehadiran keduanya memberikan penguatan konseptual sekaligus praktis agar guru-guru Asisi mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berkesadaran, menggembirakan, dan bermakna, sehingga berdampak nyata pada kualitas peserta didik.

Diklat Gelombang III ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pelatihan berjenjang YPHK, setelah sebelumnya dilaksanakan Gelombang I di wilayah Kerinci dan Kota Batak serta Gelombang II di Siantar.

Rangkaian ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan YPHK dalam menyiapkan sekolah-sekolah Asisi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi mutu.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan etos kerja profesional guru dan pendalaman pendekatan pembelajaran deep learning. Materi mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan asesmen autentik, serta penyelarasan proses belajar dengan profil lulusan yang diharapkan pemerintah, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai inti YPHK: Beriman, Bersaudara, Berkorban, Setia, Terbuka, dan Menghargai (BerBebes TeaM), serta menyusun refleksi guru atau pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Dr. Dionisius Sihombing menegaskan bahwa etos kerja profesional merupakan fondasi utama mutu pendidikan. Profesionalisme guru, menurutnya, tidak hanya diukur dari penguasaan materi, tetapi juga integritas, disiplin, komitmen terhadap kualitas, kemampuan reflektif, serta kesiapan berinovasi.

"Dari kemajuan sekolahlah kemajuan pribadi dan negeri dapat diwujudkan," tegasnya, seraya mengajak para guru Asisi memurnikan panggilan profesi keguruan sebagai karya pemuliaan manusia.

Ia juga berharap kesejahteraan guru terus menjadi perhatian yayasan seiring komitmen peningkatan mutu layanan pendidikan.

Dionpun menegaskan bahwa kemajuan bangsa dihadirkan karena dari sekolah lahir manusia pembangunan, yang berkarakter mulia dan cerdas berprestasi. Kita Bangun Negeri dari Sekolah, ajaknya tegas.

Sementara itu, Mangaratua M. Simanjorang, PhD menguraikan pemaknaan dan implementasi deep learning sebagai pendekatan yang mendorong pemahaman konseptual mendalam, berpikir kritis, kolaborasi, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata.

Pada sesi praktik, para peserta dibimbing menyusun perangkat pembelajaran berbasis deep learning dan merancang asesmen autentik secara sistematis.

Dalam sambutan pembuka, Ketua Yayasan Putri Hati Kudus, Sr. Maximiliana Galingging, FCJM, menegaskan nilai strategis diklat ini bagi seluruh sekolah di bawah naungan Yayasan Putri Hati Kudus. Diklat diharapkan memberi pemahaman utuh agar implementasi deep learning berjalan konsisten dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan YPHK.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung interaktif dan partisipatif. Guru terlibat aktif dalam diskusi, berbagi praktik baik, serta refleksi dan evaluasi pembelajaran.

Perwakilan peserta dan kepala sekolah menyampaikan terima kasih kepada YPHK dan narasumber atas pelaksana diklat.

Menurut mereka bahwa diklat ini sangat sesuai, dibutuhkan dan diyakini mampu meningkatkan kinerja guru dan sekolah. Peserta pun berkomitmen menerapkan hasil diklat untuk memperbaiki kualitas pembelajaran demi mutu lulusan sekolah-sekolah Asisi di bawah naungan YPHK.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru