Selasa, 02 Juni 2026

Akademisi Unimed Dion Sihombing: Pancasila Harus Menjadi Jiwa Pendidikan Memperkuat Persatuan Bangsa

Redaksi - Selasa, 02 Juni 2026 09:10 WIB
Akademisi Unimed Dion Sihombing: Pancasila Harus Menjadi Jiwa Pendidikan Memperkuat Persatuan Bangsa
Ist
Dionisius Sihombing
Medan, MPOL -Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali peran strategis Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:

Usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (2/6/2026), Akademisi Unimed, Dr. Dion Sihombing, M.Si., mengatakan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan kehidupan global yang semakin kompleks.

Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimed yang juga Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan [LKP] Citra Sumatera Utara ini, tema peringatan hari lahir Pancasila tahun 2026 ini mengandung pesan kuat bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, melainkan juga instrumen pemersatu bangsa yang mampu menjaga keutuhan Indonesia yang terdiri atas beragam suku, agama, budaya, bahasa, dan golongan.


"Pancasila telah terbukti menjadi perekat kebhinekaan Indonesia. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, pendidikan harus menjadi benteng utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda agart mereka memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan tetap bangga menjadi bangsa Indonesia," ujarnya.


Sebagai akademisi yang menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, Dion menjelaskan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti pada aspek teoritis semata. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari di sekolah, kampus, keluarga, dan masyarakat.


"Pendidikan Pancasila tidak cukup hanya diajarkan dalam mata pelajaran atau perkuliahan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial menjadi budaya yang hidup dalam lingkungan pendidikan," tegasnya.

Dion menilai bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter peserta didik.

Lanjutnya, kemajuan teknologi tanpa diimbangi dengan penguatan moral dan karakter dapat menimbulkan berbagai persoalan sosial yang mengancam persatuan bangsa.


"Oleh karena itu, sekolah dan perguruan tinggi harus menjadi pusat pembentukan karakter. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, toleran, menghargai perbedaan, serta memiliki semangat gotong royong sebagaimana yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila," jelasnya.


Lebih lanjut, Dion yang juga Sekretaris Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan (Komdik-KAM) ini menegaskan bahwa Pancasila juga memiliki relevansi yang sangat kuat dalam mendukung perdamaian dunia. Nilai kemanusiaan, persaudaraan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai universal yang dapat menjadi inspirasi bagi kehidupan masyarakat global.


"Ketika nilai-nilai Pancasila diterapkan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa, Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia tentang bagaimana keberagaman dapat dikelola menjadi kekuatan untuk membangun perdamaian, persatuan, dan kemajuan bersama," ungkapnya.


Dion mengajak seluruh insan pendidikan, mulai dari guru, dosen, kepala sekolah, hingga para pemangku kepentingan pendidikan, untuk terus menggelorakan semangat Pancasila dalam setiap aktivitas pendidikan.


"Peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun generasi emas Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Pancasila yang kuat. Dari sekolah dan kampus, kita membangun bangsa. Dari pendidikan, kita memperkokoh persatuan Indonesia dan ikut mewujudkan perdamaian dunia," Kita bangun negeri dari sekolah tegas Dion.
Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberhasilan dunia pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam membangun Indonesia yang maju, berkeadilan, harmonis, dan bermartabat, tutupnya.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru