Jumat, 02 Oktober 2026

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Akademisi Unimed Ajak Sekolah dan Kampus Rawat Persatuan Melalui Tindakan Nyata

Redaksi - Kamis, 01 Oktober 2026 09:08 WIB
Hari Kesaktian Pancasila 2026, Akademisi Unimed Ajak Sekolah dan Kampus Rawat Persatuan Melalui Tindakan Nyata
Ist
Dr. Dionisius Sihombing, M.Si
Medan, MPOL -Akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed), Dr. Dionisius Sihombing, M.Si., mengajak masyarakat sekolah dan kampus menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026, sebagai momentum menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata dalam kehidupan pendidikan.

Baca Juga:
Ajakan tersebut disampaikan Dion dalam merefleksikan tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur." Menurutnya, tema tersebut menegaskan kembali pentingnya Pancasila sebagai nilai bersama yang mempersatukan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman.

"Bagi masyarakat pendidikan, Pancasila jangan berhenti pada hafalan, slogan, atau seremoni. Pancasila harus hadir dalam perilaku sehari-hari di sekolah dan kampus," ujar Dion di Medan usai mengikuti upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di Unimed, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, tindakan nyata itu dapat dimulai dari hal sederhana. Guru dan dosen memberikan keteladanan, berlaku adil, serta menghargai setiap peserta didik dan mahasiswa. Peserta didik dan mahasiswa membangun persahabatan tanpa membeda-bedakan latar belakang, menolak perundungan, menjaga kejujuran, bergotong royong, dan menghargai perbedaan pendapat.

Sementara itu, sekolah dan perguruan tinggi perlu membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan terbuka terhadap dialog. Perbedaan pandangan, menurutnya, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang sehat, musyawarah, argumentasi berbasis pengetahuan, dan sikap saling menghormati.

"Berbeda tidak harus membuat kita terpisah. Justru pendidikan harus mengajarkan bagaimana kita tetap bersaudara di tengah perbedaan. Inilah salah satu wujud nyata Pancasila sebagai pemersatu bangsa," katanya.

Dion yang juga Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan (LKP) Citra Sumatera Utara ini juga mengingatkan pentingnya menghidupkan nilai Pancasila di ruang digital. Peserta didik dan mahasiswa perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghindari ujaran yang merendahkan orang lain, serta menggunakan media sosial untuk menyebarkan pengetahuan dan pesan yang membangun.

Karena itu, Dion mengajak guru, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, peserta didik, dan orang tua menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat keteladanan dan budaya hidup bersama dalam lingkungan pendidikan. Dion pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada setiap pihak yang dengan komitmen yang tinggi telah menghidupi nilai-nilai Pancasila dalam hidup nya ditengah masyarakat.

"Mari mulai dari sekolah dan kampus: hentikan perundungan, rawat persaudaraan, hormati perbedaan, biasakan dialog, jaga kejujuran, dan perkuat gotong royong. Jika nilai-nilai itu hidup dalam pendidikan, Pancasila benar-benar menjadi pemersatu bangsa menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," pungkas Sekretaris Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan (Komdik KAM) ini.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru