Minggu, 25 Januari 2026

Robi Barus, Kader Militan-Pengagum Bung Karno, Produk Pengkaderan Partai yang Kini Terancam "Terbuang"

Redaksi - Minggu, 25 Januari 2026 19:16 WIB
Robi Barus, Kader Militan-Pengagum Bung Karno, Produk Pengkaderan Partai yang Kini Terancam "Terbuang"
Ist
Medan, MPOL -Sosok Robi Barus dikenal sebagai kader militan Banteng Kota Medan. Menyebut namanya identik dengan menyebut PDIP tempat dimana ia dibesarkan, digembleng sebagai seorang marhaen dari jenjang terbawah pengurus ranting.

Baca Juga:
Robi memang tidak bisa dilepaskan dari PDIP. Ia telah bergabung dengan PDI di masa orde baru dan kemudian ikut di PDI Pro Mega 1998 ketika penguasa mengambilalih kekuasaan Megawati Sukarnoputri. Jiwanya ikut memberontak ketika kesewenang-wenangan dilakukan penguasa kepada Ibu Mega.

Sebagai seorang Kepala Lingkungan (Kepling) X Kelurahan Kesawan Medan Barat yang menjabat. sejak 1994, secara militan turut mensosialisasikan kehadiran PDI Pro Mega. Setiap bertemu masyarakat, ia mempopulerkan PDI Pro Mega sebagai PDI asli, PDI-nya Bung Karno.

Ketika reformasi bergulir dan Ibu Megawati mendirikan PDIP Perjuangan tanpa sedikitpun keraguan ia bergabung. Ia dipercaya menjadi Ketua Ranting PDIP Kelurahan Kesawan 1998-2000.

Kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua PAC PDIP Medan Barat 2000-2005. Dengan militansi dan loyalitas yang dimilikinya, Robi dipercaya menjadi Ketua PAC Medan Barat 2005-2010.

Selanjutnya diberi kepercayaan menjadi Sekretaris DPC PDIP Kota Medan periode 2010-2015.

Pada Pemilihan Legislatif 2014, Robi sebagai sekretaris DPC diberi kesempatan ikut menjadi calon legislatif untuk DPRD Medan. Berbekal kedekatannya dengan masyarakat karena saat itu masih Kepling yang telah dijabatnya 10 tahun, Robi Barus berhasil duduk sebagai anggota FPDIP DPRD Medan periode 2914-2019.

Menjadi legislator tidak mengubah sedikit pun karakter marhaenis dan idilogi pro wong cilik. Ia terus membangun jaringan ke akar rumput, rajin turun ke tengah masyarakat, mendengar keluhan dan memberi solusi.

Ia mendedikasikan diri menjadi pelayan dan penyambung suara rakyat. Karakter kerakyatan terbentuk dari kekagumannya akan pemikiran-pemikiran Bung Karno yang diikutinya dari pidato maupun tulisan serta buku-bukunya.

Sebagai pengagum Bung Karno, Robi Barus tidak ingin hanya memajang gambar-gambar Proklamator Kemerdekaan Indonesia Bung Karno, di setiap ruangan rumahnya. Tetapi ia ikuti dengan tindakan nyata menjadikan rumahnya posko relawan yang masih ada hingga 3 periode menjadi anggota dewan.

"Saya tidak akan bisa berubah menjadi orang elit. Saya usia 3 tahun sudah ditinggal ayah. Pernah menjadi penjual es dan kondektur bus Medan-Berastagi. Lalu menjadi Kepling dan saat jadi anggota dewan maka jabatan ini milik rakyat," ucapnya.

Komit menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai pelayan masyarakat Robi Barus mulus duduk sebagai anggota DPRD 3 periode berturut-turut 2014-2019, 2019-2024, 2024-2029.

Ia menjadi Wakil Ketua Bidang Kesenian dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan Medan 2015 – 2020 dan kembali dipercaya Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan 2020- 202.

TERANCAM TERBUANG

Militansi dan loyalitas adalah hal prinsip yang dipegang teguh oleh Robi Barus dalam berpartai. Militansi dan loyalitas itu dimulai dari ikut bergabung di PDI Pro Mega dan hingga kini tidak pernah terniat untuk pindah ke partai mana pun.

Robi selalu terdepan memberhadilkan seluruh program partai termasuk dalam pemenangan Pilpres, Pilkada Gubernur, Pilkada Walikota hingga Pileg DPR, DPRD Sumut serta DPRD Medan.

"Bagi saya perintah Ibu Mega dan DPP adalah harga mati. Artinya saya selalu tegak lurus dengan apa yang sudah diputuskan Ibu Mega. Termasuk memberhasilkan atau memenangkan pemilihan Gubsu dan walikota Medan," tegasnya.

Robi Barus memang berjuang optimal ketika memberhasilkan Bobby Nasution menjadi calon walikota Medan 2020, sesuai instruksi DPP dan ketika itu Bobby menjadi kader serta diusung PDIP. Ada kedekatan Robi dan Bobby di masa itu yang kemudian ternyata dimanfaatkan oleh kader pendatang dan penikmat untuk tujuan keuntungan pribadi kelompok.

Pada Pilgubsu 2025 lalu diisukanlah Robi Barus bermain dua kaki mendukung Cagub Edy-Hasan dan juga memberi dukungan kepada Bobby-Surya. Foto-foto lama sosialisasi Bobby sebagai calon walikota bersama dimunculkan dan direkayasa seolah sosialisasi Pilgubsu.

Padahal rumah kediaman Robi Barus telah jelas-jelas dijadikan Posko Pemenangan Cagub Edy-Hasan dan Cawalkot Ridha-Rani yang diusung PDIP. Ia mengerahkan relawan bentukannya untuk mensosialisasikan dan memenangkan calon PDIP.

Isu Robi bermain dua kaki di pilgubsu kemudian menjadi perhatian DPP dan setelah dilakukan klarifikasi, pembuktian dan kesaksian, tidak terbukti.

Orang-orang pendatang baru di PDIP ternyata sudah punya skenario licik dan jahat untuk "membunuh" karirnya. Kelompok ini faham bahwa sudah saatnya Robi Barus kader akar rumput PDIP akan menjadi Ketua DPRD Medan periode 2024-2029 karena PDIP memenangkan Pileg.

Kebetulan Ketua DPC PDIP Medan Hasyim SE terpilih menjadi anggota DPRD Sumut sehingga ia tidak bisa lagi dicalonkan PDIP menjadi pimpinan DPRD Medan. Dari berbagai sisi, baik peraturan internal partai maupun kelayakan dan pandangan publik, Robi Barus paling tepat menjadi ketua DPRD Medan .

Robi Barus sedang menjabat di struktural DPC sebagai Sekretaris dan punya pengalaman 3 periode anggota DPRD Medan.

Konon informasinya, SK untuk penetapan Robi Barus menjadi pimpinan DPRD Medan periode 2024-2029 sudah ditandatangani DPP. Namun tiba-tiba dibatalkan dan diganti setelah ada rekayasa pengaduan kembali ke DPP perihal Robi Barus bermain dua kaki mendukung Bobby di Pilgubsu.

Robi Barus bukan saja dizolimi tetapi tersandera karena terancam di PAW dari keanggotaan di DPRD Medan jika masih berkeinginan menjadi ketua dewan. Sementara kader-kader PAC dan akar rumput yang tau persis Robi dizolimi, mulai bereaksi. Saat kehadiran Sekjen Hasto Kristiyanto pada sosialisasi Cagubsu Edy-Hasan di Hotel Adi Mulia Medan, para kader militan ini menjumpai Hasto dan menyampaikan aspirasi.

Saat itu ternyata DPP telah memutuskan pimpinan DPRD Medan diberikan kepada Wong Chun Sen. Para kader protes karena penetapan itu tidak sesuai aturan internal partai dimana Robi Barus sebagai sekretaris DPC harus menjadi prioritas utama. Bukan Wong yang tidak berada dalam struktural partai saat itu dan merupakan pendatang baru. Bahkan beberapa tahun sebelumnya masih terdaftar sebagai Caleg dari parpol lain.

Ketika itu, Sekjen DPP Hasto meminta Robi menerima putusan DPP dan menenangkan protes kader serta dijanjikan untuk difokuskan menjadi ketua DPC Medan. Sadar dirinya adalah sebagai petugas partai, Robi yang merasa dirinya tidak dibuang dan tengah dipersiapkan untuk penugasan lain oleh DPP kemudian bisa memahami.

Robi Barus dengan dukungan PAC dan kader akar rumput kemudian ikut dalam dinamika calon Ketua DPC PDIP Medan. Hasyim SE yang telah 2 periode ketua DPC dan sudah menjadi anggota DPRD Sumut, semula dianggap akan legowo meninggalkan posisi ketua DPC untuk fokus di DPRDSU.

"Sudah saatnya Robi Barus yang anggota DPRD Medan mengurus DPC. Biarlah Hasyim menjadi pengurus DPD," kata Wakil Ketua DPC Medan 2020-2025 Parlindungan Sinaga kala itu

Ternyata Hasyim didukung Ketua DPD Rapidin Simbolon yang kembali terpilih, untuk melanjutkan kepemimpinan di DPC Medan. Terjadilah dinamika hangat dan kembali lagi isu Robi Barus bermain dua kaki di Pilgubsu dimainkan. Ada aksi demo di DPP meminta Robi Barus dicopot dari dewan dan dipecat.

Isu ini kembali berhasil sehingga DPP yang semula sudah akan menetapkan Robi menjadi ketua DPC di Konferda/Konfercab I di Medan, batal dibacakan dan ditunda. Belum dipastikan siapa aktor yang bermain tetapi sejumlah kader senior seperti Budiman Nadapdap menyebut ada peran orang elit DPD yang memanfaatkan salah seorang kerabatnya yang dekat dengan Ibu Mega, untuk mempengaruhi keputusan DPP. Baik untuk kepengurusan DPD Sumut maupun DPC Medan.

Kemudian Konfercab Medan dilanjutkan di Samosir dengan penetapan DPP, Hasyim SE sebagai ketua DPC dan dua personalia yang wajib masuk kepengurusan yakni Robi Barus dan David Roni Sinaga. Namun di ajang konfercab, Ketua DPD Rapidin Simbolon menegaskan dua nama personalia yakni Robi dan David Rony tidak wajib menjadi sekretaris dan bendahara.

Sejumlah peserta sidang kemudian protes ketika nama kepengurusan lengkap DPC Medan periode 2025-2030 akan diumumkan tanpa ada nama Robi Barus dan David Roni Sinaga. Akibatnya Rapidin Simbolon memerintahkan Hasyim SE sebagai ketua terpilih untuk mengosongkan posisi sekretaris dan bendahara.

Robi Barus meski kecewa berat dengan keputusan DPP, namun menyadari ia adalah petugas partai yang harus siap ditempatkan untuk mendampingi sebagai personalia. Ia ikhlas jika harus duduk kembali menjadi sekretaris.

Namun sayangnya, loyalitas dan keikhlasannya dibayar dengan arogansi dan zolim. Tanpa dasar yang jelas, Ketua DPD Rapidin Simbolon melantik Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sebagai sekretaris serta bendahara, Jumat 9 Januari 2026 di kantor DPD.

Pelantikan ini memantik aksi demo kader dari sejumlah PAC di hari itu dan mempertanyakan dasar pelantikan. Namun aksi massa PAC tidak ditanggapi sedikit pun oleh Ketua DPD maupun pengurus DPC.

Parlindungan Sinaga menyebut pelantikan Boydo dan Fuad sebagai tindakan manipulatif sehingga tidak sah. "SK DPP untuk kepengurusan lengkap DPD PDIP Sumut dan DPC PDIP Medan hingga kini belum turun. Artinya masih ada posisi di struktural DPC Medan yakni sekretaris dan bendahara masih kosong," tegasnya.

Nasib kader militan, loyalis Bung Karno, sosok marhaen yang ditempa dari proses panjang pengkaderan partai, Robi Barus nasibnya kini berada di ujung tanduk. Masihkah ia akan dipakai di partai yang ia cintai atau harus terbuang oleh rekayasa zolim?


Profil Robi Barus SE MAP:

Nasionalis Sejati: Tidak Membedakan Suku, Agama dan Ras. Familiar dengan Semua Kalangan, Menghargai Perbedaan, Merangkul dan Mempersatukan, Pengagum Bung Karno.

Sosok Religius: Taat dan Disiplin Beribadah.

Lahir : Medan, 3 Januari 1970

Riwayat organisasi
1. Ketua Ranting PDI Perjuangan Kel.Kesawan (1998-2000)
2. Wakil Ketua PAC Kecamatan Medan Barat PDI Perjuangan (2000-2005)
3. Ketua PAC Medan Barat PDI Perjuangan (2005-2010)
4. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan (2010 – 2015)
5. Wakil Ketua Bidang Kesenian dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan Medan (2015 – 2020)
6. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan (2020- 2025)

Riwayat jabatan
1. Kepala Lingkungan X Kelurahan Kesawan (1994 – 2014)
2. Anggota DPRD Medan (2014 – 2019)
3. Ketua FPDIP DPRD Medan (2019 – 2024)
4. Ketua FPDIP DPRD Medan (2024 – 2029).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru