Rabu, 27 Mei 2026

Banjir Dikawasan Medan Utara Masih Menjadi Sorotan di Reses dr.Mustafa Kamil Adam Sp.PD

Guru PAI P3K 8 Bulan Belum Terima Dana Sertifikasi
Jalaluddin Lase - Rabu, 27 Mei 2026 12:21 WIB
Banjir Dikawasan Medan Utara Masih Menjadi Sorotan di Reses dr.Mustafa Kamil Adam Sp.PD
Anggota DPRD Sumut dr Mustafa Kamil Adam Sp.PD meberikan arahan kepada warga saat melaksanakan acara Reses di Jalan Rawe Raya Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan.(Jal)
Medan, MPOL -Banjir yang kerap melanda kawasan Medan Utara khususnya di kawasan Martubung dan sekitarnya sudah menjadi pemandangan biasa dan menjadi sorotan utama, apalagi dikala hujan turun dengan intensitas tinggi. Jika terjadi banjir maka sejumlah jalan/gang dan ratusan rumah warga selalu tergenang air mencapai lutut orang dewasa bahkan hingga mencapai 2 meter.

Baca Juga:
Kejadian banjir selama ini selalu menjadi momok bagi warga, karena selain mengalami kerugian materil karena seisi rumah ikut tergenang air banjir dan segala perabotan rumah menjadi rusak terutama perabotan elektronik, lemari dan peralatan rumah tangga lainnya.

Selain itu, mengganggu aktifitas sehari-hari warga dikarenakan jalan dan gang tergenang air banjir sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua lainnya.

Hal tersebut diungkapkan tokoh masyarakat Martubung Yusmadi,SPd saat mengikuti Reses III Pimpinanan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Tahun Sidang II 2025-2026, dr Mustafa Kamil Adam,Sp.PD yang berlangsung Kamis, (21/5/2026) Jalan Rawe Raya Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan.

Dikatakan Yusmadi, jika terjadi banjir di kawasan tersebut segala aktifitas warga menjadi terhenti, akibat tingginya genangan air banjir. Sehingga banyak warga yang harus mengungsi ketempat yang lebih aman.

Pemilik Yayasan Pendidikan Generasi Bangsa (Yaspend Gerbang) itu mengaku jika gedung sekolahnya kerap menjadi tempat pengungsian warga." Bagi kami tidak ada masalah karena dapat membantu saudara-saudara kita dari musibah banjir," katanya.

Guru PAI P3K 8 Bulan Belum Terima Dana Sertifikasi

Selain persoalan banjir, sejumlah guru pendidikan Islam (PAI) P3K juga mempertanyakan dana sertifikasi yang belum mereka terima selama 8 bulan terakhir. Padahal dana sertifikasi tersebut sangat mereka butuhkan untuk keperluan sehari-hari.

Hal itu dikatakan Mulyanto,S.Ag mewakili guru PAI lainnya. Dianya mengaku heran kenapa hingga 8 bulan Guru PAI belum menerima dana sertifikasi. Untuk itu ia berharap melalui anggota dewan persoalan yang dialami guru tersebut dapat segera dicairkan untuk kesejahteraan guru agama Islam.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Nasdem dr Mustafa Kami Adam,Sp.PD menanggapi pesoalan banjir yang dialami warga, akan segera melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait.

Sedangkan persoalan para guru PAI yang belum menerima dana sertifikasi hingga 8 bulan, akan ditelusuri dan minta kepada perwakilan guru agar menyampaikan melalui data tertulis sehingga dapat dipertanggung jawabkan, kata dr Mustafa.

Hal senada juga disampaikan Lurah Besar, Gandi Gusri bahwa untuk mengatasi banjir di Kelurahan Besar, Tangkahan dan sekitarnya sudah memohon kepada Pemko Medan agar tanggul sungai Deli di sepanjang Jalan Yos Sudarso dapat ditinggikan.Agar ketika banjir tidak meluap ke jalan,katanya.

Kegiatan Reses berlangsung tertib dan lancar dihadiri, Gandi Gusri, S.STP, M.Si Lurah Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Yusmadi SPd, Tokoh masyarakat, Mulyanto,S.Ag tokoh agama, Yusadipati,SS, tokoh pemuda, Eva Marisa, Staf Reses DPRD Sumut, Koordinator Komunitas Sahabat dr Mustafa Kamil Adam,Sp.PD, Muhammad Ichwan,S.Ikom, Vina Meliani, Dara Hidayanti, Irgie Fahrezi, Amin Damanik, Romi dan sejumlah masyarakat lainnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru