Jumat, 09 Oktober 2026

GANDI: GIBRAN MENDUNIA DISYUKURI, PRABOWO MEMBISU DIKUNJUNGI JOKOWI, PMPHI WASPADA

Redaksi - Jumat, 09 Oktober 2026 09:35 WIB
GANDI:  GIBRAN MENDUNIA DISYUKURI, PRABOWO MEMBISU DIKUNJUNGI JOKOWI,  PMPHI WASPADA
Ist
Gandi Parapat
Medan, MPOL -Kordinator Wilayah (Korwil)Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat meyakini tidak ada kebencian masyarakat terhadap Wapres Gibran Rakabuming Raka.PMPHI Sumut juga berharap Istana sebaiknya jangan ikut-ikutan terhadap kepentingan yang tidak menguntungkan NKRI setelah putusan MK masalah ijazah Gibran

Baca Juga:
:Kami menyakini tidak ada kebencian masyarakat terhadap Wapres Gibran. Dan sikap istana setelah putusan MK masalah ijazah Gibran sebaiknya jangan ikut-ikutan terhadap kepentingan yang tidak menguntungkan NKRI", kata Gandi Parapat, Jumat (9/10) di Medan.

Menurut Gandi, nama Gibran masih melekat di masyarakat. Kalau ada yang mengharapkan DPR bicara masalah Ijazah Gibran itu hanya sebuah harapan.

" DPR harus tau diri terhadap kekuatan koalisi yang dikendalikan Presiden dan Wakil Presiden. DPR itu tidak bisa bergerak kalau tidak digerakkan. Atas hal itu ada baiknya tidak berharap kepada DPR.

Lebih bagus DPR mikirkan bagaimana 'memeras' rakyat melalui pungutan pajak biar naik gajinya naik", ujarnya.

Nama Gibran lanjutnya, sekarang mendunia dan itu harus disyukuri setelah Gibran mengunjungi para murid generasi bangsa dan membawah dua orang dari Tanah Karo ke Jakarta dan mengunjungi murid yang tergeletak di rumah sakit menyatakan jangan dimakan MBG.

"Nama Gibran sekarang mendunia dan itu harus disyukuri, Prabowo membisu dikunjungi Jokowi, tidak lagi Prabowo mengunjungi Jokowi.Kami tertawa dan mewaspadai", kata Gandi.

PMPHI Sumut juga kata Gandi mengamati hubungan Prabowo dengan Gibran dan memprediksi di Pilpres 2029 Prabowo akan kalah melawan Gibran karena Gibran melihat kasus keracunan akibat MBG.

Sedangkan pertemuan Prabowo dengan Jokowi di Kartanegara cukup lama membahas putusan MK, suatu pertanda yang sangat perlu bagi masyarakat luas dan yang pasti presiden Prabowo tidak menghadap lagi Jokowi ke Solo.

"Kalau ada saran atau pemikiran agar Gibran mengundurkan diri, itu sebuah pemikiran. Namun jangan dianggap Gibran itu bodoh apalagi dengan Jokowi.

Jokowi, Prabowo, Gibran dan Kaesang bisa mengatur semua. Untuk itu masyarakat harus sadar jangan harap DPR itu ada gunanya dalam memberi kesejukan masalah putusan MK", ujarnya.

Pemerintah pusat pun lanjut Korwil PMPHI Sumut itu pasti punya pengaruh kepada pengadilan, hakim termasuk ke MK.

"Buktinya Silfester sudah mendapat hukuman tetap, namun bebas berkeliaran dan digaji pemerintah lagi melalui BUMN", katanya.

Sekaitan juga dengan Jokowi mengadukan Tifa, Roy masalah ijazah, PMPHI berharap agar mendoakan Jokowi tidak terkendala menunjukkan Ijazahnya di PN dan Prabowo berkenan mendampingi Jokowi.

"Kami juga berharap agar Jokowi, Gibran terhindar dari kasus ijazah dan selamat untuk PSI", tutup Gandi Parapat.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru